Senin, 29 Desember 2008, 11:56
TAHUN BARU ISLAM
Hari ini adalah tahun baru islam. Atau orang jawa sering menyebutnya SURO. Biasanya setiap tanggal satu SURO orang jawa mengadakan ritual mencuci benda-benda pusaka mereka. Seperti keris, pedang, tombak, dan senjata-senjata tradisional lainnya. Kalau di daerah Blitar, ada kebiasaan setiap tanggal satu SURO mereka mencuci gong pusaka. Namanya gong mbah PRADAH. Itu kalau aku tidak salah ingat.
Di tulungagung seingatku pusakanya adalah tombak kyai Upas. Di malang aku tidak tahu apa pusaka yang dipercayainya. Yang pasti setiap kabupaten atau kota, mempunyai pusaka yang dipercaya menjadi simbol.
Tadi malam aku lihat di TV, daerah gunung kawi sangat ramai dikunjungi peziarah yang ingin menghabiskan malam tahun baru SURO disana. Ada rumor banyak yang datang kesana untuk mencari pesugihan. Namun, hal itu dibantah oleh juru kunci yang bersangkutan. Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa dari dulu Gunung Kawi dipercaya bisa mendatangkan kekayaan. Aku tidak tahu tentang hal itu. Jadi aku tidak akan membenarkan atau menyalahkan.
Ada sebuah pohon yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan jika kita kejatuhan daun atau buahnya. Namanya pohon Dewandaru. Jadi banyak orang yang bisa dikatakan bertapa dibawah pohon itu hanya untuk menunggu kejatuhan daun atau buah dari pohon Dewandaru tersebut.
Aku jadi ingat cerita ibu, dulu waktu ibu masih kecil, dia pernah datang kesana. Dan banyak orang yang duduk dibawah pohon Dewandaru tersebut. Mitosnya masih sama, yaitu mencari kekayaan.
Hal ini tentu berbeda sekali dengan apa yang disampaikan oleh juru kunci dari tempat tersebut. Dia mengatakan, tempat untuk mencari pesugihan adalah harus;
1.sepi, jauh dari pemukiman.
2.Jauh dari tempat ibadah.
3.Tempatnya gelap.
Sedangkan di gunung kawi, kriteria tersebut tidak ada yang memenuhi. Dilihat dari segi letak, makam tersebut terletak dekat dengan pemukiman warga. Dilihat dari segi agama, banyak terdapat tempat ibadah di sekitar makam tersebut. Dan dari segi kondisi, makam tersebut selalu dalam kondisi terang. Karena memang dipasang banyak lampu.
Untuk itu, juru kunci tadi menegaskan bahwa mitos tersebut tidak benar. Namun dalam hati kecilku, banyak orang yang sering salah menafsirkan dan banyak diantara mereka sengaja datang ke Gunung Kawi untuk mencari pesugihan
Entahlah. Aku tidak tahu dan belum tahu.Masalah rejeki sudah ada yang ngatur. Kita hanya diberi tugas untuk menjemputnya.
TAHUN BARU ISLAM
Hari ini adalah tahun baru islam. Atau orang jawa sering menyebutnya SURO. Biasanya setiap tanggal satu SURO orang jawa mengadakan ritual mencuci benda-benda pusaka mereka. Seperti keris, pedang, tombak, dan senjata-senjata tradisional lainnya. Kalau di daerah Blitar, ada kebiasaan setiap tanggal satu SURO mereka mencuci gong pusaka. Namanya gong mbah PRADAH. Itu kalau aku tidak salah ingat.
Di tulungagung seingatku pusakanya adalah tombak kyai Upas. Di malang aku tidak tahu apa pusaka yang dipercayainya. Yang pasti setiap kabupaten atau kota, mempunyai pusaka yang dipercaya menjadi simbol.
Tadi malam aku lihat di TV, daerah gunung kawi sangat ramai dikunjungi peziarah yang ingin menghabiskan malam tahun baru SURO disana. Ada rumor banyak yang datang kesana untuk mencari pesugihan. Namun, hal itu dibantah oleh juru kunci yang bersangkutan. Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa dari dulu Gunung Kawi dipercaya bisa mendatangkan kekayaan. Aku tidak tahu tentang hal itu. Jadi aku tidak akan membenarkan atau menyalahkan.
Ada sebuah pohon yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan jika kita kejatuhan daun atau buahnya. Namanya pohon Dewandaru. Jadi banyak orang yang bisa dikatakan bertapa dibawah pohon itu hanya untuk menunggu kejatuhan daun atau buah dari pohon Dewandaru tersebut.Aku jadi ingat cerita ibu, dulu waktu ibu masih kecil, dia pernah datang kesana. Dan banyak orang yang duduk dibawah pohon Dewandaru tersebut. Mitosnya masih sama, yaitu mencari kekayaan.
Hal ini tentu berbeda sekali dengan apa yang disampaikan oleh juru kunci dari tempat tersebut. Dia mengatakan, tempat untuk mencari pesugihan adalah harus;
1.sepi, jauh dari pemukiman.2.Jauh dari tempat ibadah.
3.Tempatnya gelap.
Sedangkan di gunung kawi, kriteria tersebut tidak ada yang memenuhi. Dilihat dari segi letak, makam tersebut terletak dekat dengan pemukiman warga. Dilihat dari segi agama, banyak terdapat tempat ibadah di sekitar makam tersebut. Dan dari segi kondisi, makam tersebut selalu dalam kondisi terang. Karena memang dipasang banyak lampu.
Untuk itu, juru kunci tadi menegaskan bahwa mitos tersebut tidak benar. Namun dalam hati kecilku, banyak orang yang sering salah menafsirkan dan banyak diantara mereka sengaja datang ke Gunung Kawi untuk mencari pesugihanEntahlah. Aku tidak tahu dan belum tahu.Masalah rejeki sudah ada yang ngatur. Kita hanya diberi tugas untuk menjemputnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar