Minggu, 21 September 2008, 00:21
Banyak wanita yang bersekolah tinggi untuk dapat menuntut ilmu kemudian mencapai cita-cita mereka yang setinggi langit. Banyak pula mereka yang pintar dalam hal akademik, bahkan melebihi pria. Begitu hebatnya wanita, sehingga pria tidak dapat melebihinya.
Hingga suatu ketika itu tiba.
Suatu ketika, saat dia mulai berumah tangga. Awalnya berjalan mulus. Dia dengan suaminya sepakat untuk hidup saling bekerja sama. Wanita tersebut menjadi wanita karir. Indah saat itu. Beberapa bulan berlalu. Mulailah si wanita mengandung anak pertama. Yaitu anak yang dinanti-nanti oleh para ortu dan mertua.
Suami istri ini masih sepakat untuk tetap pada komitmen awal mereka, yaitu si istri tetap menjadi wanita karir.sembilan bulan berlalu. Tibalah waktunya si istri untuk melahirkan. Dan lahirlah anak pertama mereka. Kini, si suami menjadi seorang bapak, dan si istri menjadi ibu.
Si bapak semakin mantab bekerja setelah kelahiran anak pertama. Sedangkan si ibu harus tinggal di rumah karena mengurus bayi yang memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Ada dua hal yang ada dalam benak si ibu. Pertama, dia sangat senang akan kelahiran anak pertamanya. Kedua, dia rindu pada suasana kerja yang sebelumnya dia geluti, namun sekarang harus berhenti karena ada bayi.
Dari sini masalah mulai timbul. Setelah si istri menceritakan apa yang dia rasakan pada suami, yang intinya si istri ingin bekerja lagi, si suami tidak setuju. Sejak saat itu mereka jadi sering bertengkar. Si istri merasa si suami keterlaluan. Si istri tahu kalau masih punya bayi, namun masalah bayi bisa diatasi dengan dititipkan ke baby sitter. Toh sekarang si bayi sudah bisa ditinggal. Sedangkan si suami berpendapat bahwa si istri tidak bisa melihat keadaan. Si suami merasa paham, bahwa anaknya masih sangat perlu sekali perhatian, apalagi dari si ibu. Karena hubungan batin antara si ibu dengan si bayi lebih dekat dari pada dengan si ayah.
APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI AYAH?
ATAU APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI IBU?
Banyak wanita yang bersekolah tinggi untuk dapat menuntut ilmu kemudian mencapai cita-cita mereka yang setinggi langit. Banyak pula mereka yang pintar dalam hal akademik, bahkan melebihi pria. Begitu hebatnya wanita, sehingga pria tidak dapat melebihinya.
Hingga suatu ketika itu tiba.
Suatu ketika, saat dia mulai berumah tangga. Awalnya berjalan mulus. Dia dengan suaminya sepakat untuk hidup saling bekerja sama. Wanita tersebut menjadi wanita karir. Indah saat itu. Beberapa bulan berlalu. Mulailah si wanita mengandung anak pertama. Yaitu anak yang dinanti-nanti oleh para ortu dan mertua.
Suami istri ini masih sepakat untuk tetap pada komitmen awal mereka, yaitu si istri tetap menjadi wanita karir.sembilan bulan berlalu. Tibalah waktunya si istri untuk melahirkan. Dan lahirlah anak pertama mereka. Kini, si suami menjadi seorang bapak, dan si istri menjadi ibu.
Si bapak semakin mantab bekerja setelah kelahiran anak pertama. Sedangkan si ibu harus tinggal di rumah karena mengurus bayi yang memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Ada dua hal yang ada dalam benak si ibu. Pertama, dia sangat senang akan kelahiran anak pertamanya. Kedua, dia rindu pada suasana kerja yang sebelumnya dia geluti, namun sekarang harus berhenti karena ada bayi.
Dari sini masalah mulai timbul. Setelah si istri menceritakan apa yang dia rasakan pada suami, yang intinya si istri ingin bekerja lagi, si suami tidak setuju. Sejak saat itu mereka jadi sering bertengkar. Si istri merasa si suami keterlaluan. Si istri tahu kalau masih punya bayi, namun masalah bayi bisa diatasi dengan dititipkan ke baby sitter. Toh sekarang si bayi sudah bisa ditinggal. Sedangkan si suami berpendapat bahwa si istri tidak bisa melihat keadaan. Si suami merasa paham, bahwa anaknya masih sangat perlu sekali perhatian, apalagi dari si ibu. Karena hubungan batin antara si ibu dengan si bayi lebih dekat dari pada dengan si ayah.
APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI AYAH?
ATAU APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI IBU?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar