1.12.2009

TUHAN SAYANG KITA

Senin, 12 Januari 2009, 12:07

TUHAN SAYANG KITA

Berfikir, berfikir, berfikir. Mencari siapa diri kita. Mengenali siapa diri kita sebenarnya. Berfikir dan merasa, berusaha mengenal Tuhan, dekat dengan Tuhan. Sudahkah kita kenal diri kita dan Tuhan?

Kenal diri kita dalam arti siapa dan untuk apa kita ada di dunia ini. Memikirkan dalam-dalam apa tujuan kita hidup di dunia ini. Siapa kita? Apakah kita yang bengis, sombong, pemarah dan suka iri serta tidak puas? Atau kita yang baik, sabar, rendah hati dan pemaaf? Gali lebih dalam. Siapa kita. Kupas satu persatu semua yang ada pada kita. Siapa teman kita, siapa orang tua kita, siapa saudara-saudara kita dan seterusnya. Terus gali dan cari semua yang berhubungan dengan kita. Terus cari sampai kita menemukan siapa kita. Carilah ujung tentang kita. Maka akhirnya kita akan terkejut bahwa siapa kita adalah makhluk Tuhan. Iya, kita adalah makhluk Tuhan yang diciptakan oleh Tuhan untuk berfikir dan mengenalnya serta mencintainya.

Kenal Tuhan dalam arti kita sudah tidak mempermasalahkan apa yang Tuhan beri ke kita. Entah itu baik atau tidak baik menurut ukuran pemahaman manusia, yang ada semua yang Tuhan berikan ke kita adalah baik semua. Tuhan sangat sayang ke kita. Bahkan sayangnya Tuhan ke kita melebihi sayangnya orang tua kita . Tuhan sangat sayang ke kita. Bahkan ketika kita lupa kepada Tuhan, Dia masih saja menjaga kita. Namun, sering kita tidak sadar dengan ini. Pernahkah kita bayangkan jika Tuhan lupa kita satu menit saja? Apa yang akan terjadi? Siapa yang akan mengatur nafas kita? Siapa yang mengatur peredaran darah kita? Siapa yang akan memasukkan oksigen ke otak kita? Bisa-bisa kita kena stroke.

Ketika kita lupa Tuhan, apakah dia marah? Jawabnya tidak. Tuhan itu sayang sekali ke kita. Aku seorang muslim, apakah Tuhan mengambil rejeki orang-orang yang beragama selain muslim? Kenapa mereka masih kaya kalau mereka lupa Tuhan kita? Kenapa mereka banyak yang bahagia? Kenapa mereka masih diberi nafas? Jawabnya karena Tuhan sangat sayang ke kita. Bahkan kepada kita yang tidak seagama. Di dunia, sepatutnya tidak ada permusuhan. Nabi adalah contoh yang terbaik. Beliau mambalas keburukan dengan kebaikan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu?

Yang membedakan kita dengan mereka yang non muslim kelak adalah saat kita berada di akherat. Karena saat itu adalah saat dimana urusan adalah hanya urusan kita pribadi dengan Tuhan. Dengan kata lain, seumpama Tuhan bos kita, kita sedang dimintai laporan tentang hasil kerja kita selama sebulan, seminggu, atau sehari. Sungguh, kalau kita mengenal Tuhan, semua akan mudah.

Waktu berumur tujuh tahun, aku berfikir. Aku punya orang tua, aku punya rumah yang aku tempati. Aku bisa melihat rumahku, aku bisa melihat rumput, bunga, aku bisa merasakan rasa manis, pedas, pahit. Seperti menghayal, karena di sekolah pelajaran agama barusan di ajari tentang hari kiamat, dan waktu bapak pulang dari Semarang, dia bawa buku bergambar tentang kejadian kiamat. Lalu aku menghubungkan kiamat dengan pikiranku. Saat semua planet saling bertabrakan, langit digulung seperti tikar, gunung seakan kapas yang beterbangan. Seperti apa manusia nanti? Alangkah kecil manusia. Gunung saja seperti kapas, lalu manusia seperti apa? Sempat terpikir pikiran konyol, kalau kiamat, aku akan naik helikopter dan terbang menghindar. Ternyata tidak bisa. Kita harus mati. Harus itu!! Tidak ada yang tersisa.
Masih dalam angan-angan anak usia tujuh tahun, terbayang bagaimana suasana dunia nanti. Betapa heningnya, karena semuanya sudah mati. Lalu, dimana kita? Aku tidak bisa menjawab. Timbul pertanyaan lagi, apakah aku akan bertemu orang tuaku lagi? Bertemu teman-temanku, adik dan kakakku? Ah, waktu itu aku tidak tahu jawabnya. Aku hanya takut dan bingung. Yang aku rasakan dunia seakan tidak kekal. Aku takut.

Anda mungkin pernah berpikir seperti itu. Ternyata itu wajar. Kita harus berpikir dalam-dalam tentang diri kita. Karena nanti ujung-ujungnya adalah hanya ada kita dengan Tuhan. Kembali lagi bahwa kita adalah makhluk Tuhan.

Tidak akan kemana, semua ujung-ujungnya ke Tuhan. Semua perbuatan kita setiap hari apakah tidak dicatat oleh dua malaikat dikanan dan kiri kita? Yakinlah, semuanya dicatat.

Jangan takut dengan masalah duniawi. Yakinlah bahwa Tuhan sayang kita. Apa yang menurut Tuhan baik belum tentu baik menurut kita, dan sebaliknya. Ketahuilah, Tuhan maha mengetahui yang terbaik bagi kita. Jangan ini dijadikan konflik yang seakan tidak terselesaikan.

Coba anda pikirkan kata-kata dibawah ini;
Pusat konflik kita yang umum adalah suatu rasa terpisah dari diri yang fitrah dan dari TUHAN sebagai sumber kebahagiaan kehidupan. sehinga kesendirian begitu pedih menyakitkan.

1.08.2009

ISLAM

Senin, 29 Desember 2008, 20:01

ISLAM

KITAB HARBA’IN NAWAWI
Kebaikan islam seseorang adalah dia meninggalkan semua perbuatan, kegiatan yang dilarang, dan mengerjakan semua yang diperintahkan. Orang islam itu adalah orang yang kaum muslimin itu selamat.

Khusuk dalam ibadah, selalu merasa diawasi oleh ALLOH SWT.

Kasih sayang ALLOH dilimpahkan kepada kita. Malulah kamu terhadap ALLOH sesuai dengan kadar kedekatanmu dengan ALLOH. Dan takutlah terhadap ALLOH sesuai dengan kadar kemampuanmu menghadapinya.

Apabila kamu berbicara maka ingatlah pendengaran ALLOH terhadapmu. Dan apabila kamu diam, maka hendaklah kamu hati-hati akan pandangan ALLOH kepadamu.

QS 50.Qaaf 16-18
Dan sesungguhnya kami menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya yang duduk di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada malaikat yang mencatatnya.

QS 10. Yunus 61
Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikitpun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar Zarrah, baik di bumi ataupun di langit . tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (lauh Mahfuuz).

QS 43. Az Zukhruf 80
Ataukah mereka mengira bahkan kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya kami mendengar, dan utusan-utusan kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.

Kita harus selalu waspada dan hati-hati. Termasuk kebaikan islam seseorang adalah dia meninggalkan perbuatan yang tidak penting. Ulama berpendapat yang utama adalah kita menjaga lisan kita.

Rasul;
Sesungguhnya termasuk kebaikan islam seseorang adalah dia sedikit berbicara terhadap hal-hal yang tidak ada kepentingannya.

Cara membagi waktu.
Orang yang berakal itu pandai membagi waktunya.
1. Dia mempunyai waktu untuk bermunajad dengan ALLOH.
2. Dia mempunyai waktu untuk introspeksi diri.
3. Dia mempunyai waktu untuk merenungkan tentang ciptaan-ciptaan ALLOH.
4. Dia mempunyai waktu untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan pokok dia, yaitu makan, minum, tidur. (refreshing)
Itulah orang berakal yang mempunyai waktu.

Kholifah umar bin abdul aziz;
Barang siapa yang menghitug ucapannya dibandingkan perbuatannya maka dia akan berbicara kecuali hal-hal yang bermanfaat saja.

Rasul kepada muad bin jabal;
Rasul :Kamu jaga mulutmu,
Muad :Ya rosul apakah kita akan dihukum ALLOH karena ucapan kita.
Rasul :Hai muad apa kamu tidak tahu tidaklah menelungkupkan wajah manusia karena hasil ulah lidahnya yang tidak dijaga.
Selamatnya manusia adalah ketika dia menjaga lidahnya.

Ulama;
Manusia yang paling banyak dosanya adalah manusia yang paling banyak bicaranya tentang hal-hal yang tidak ada faedahnya.

Ada seseorang lewat kepada luqmanul hakim ketika dia sedang berkotbah.
Orang itu tanya kamu kan budaknya dari bani fulan?
Iya aku dulu budak.
Bukankah kamu dulu menggembala kambing?
Iya aku dulu menggembala kabing.
Bagaimana kamu bisa seperti ini?
Aku bisa mencapai derajad ini dengan berkata jujur dan aku banyak diam kecuali berkata yang penting saja.

Si sakit berseri seri saat di jenguk. Dia berkata;
Ada dua amalanku dan aku senang dengan itu.
1. aku tidak pernah berbicara kecuali hal-hal yang penting.
2. hatiku selamat kepada orang islam. Tidak sombong.

Muwarij al ajari;
Ada satu perkara yang aku selalu mencarinya sejak sekian lama dan aku akan mencarinya.
Apa yang kamu cari itu?
Yaitu aku menjaga diriku dari segala yang tidak ada faedahnya, dari segala yang sia-sia.

Al hasanu basri;
Termasuk tanda berpalingnya ALLOH dari seorang hamba adalah ketika seseorang itu sibuk terhadap hal-hal yang sia-sia.

Sahul bin abdullah;
Barang siapa yang berbicara yang tidak ada faedahnya, dia akan jauh dari kejujuran.

Ma’ruf;
Pembicaraan seorang hamba yang tidak ada faedahnya adalah penghinaan dari ALLOH SWT.

Barang siapa yang beriman kepada ALLOH dan hari akhir, hendaknya dia berbicara yang baik dan ada faedahnya

Kandungan hadist;
1. Merupakan salah satu prinsip agung.
2. Anjuran memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
3. Anjuran seorang hamba untuk melakukan perkara yang bermanfaat.
4. Anjuran menjauhi nafsu.
5. Ikut campur urusan orang lain adalah menyebabkan permusuhan.
6. Menyibukkan diri dengan perkara yang tidak ada faedahnya berrarti bukti iman yang lemah.
7. Hati yang sibuk dengan ALLOH, pasti melupakan urusan mahluk.
8. Bukti istiqomah seorang muslim. Tidak ikut campur urusan orang lain.
9. berbahagialah orang yang tidak punya waktu untuk gelisah di siang hari.
10.Tujuan utama diciptakan manusia dan jin adalah untuk ibadah kepada ALLOH secara luas.
Yang dimaksud dengan yang berfaedah adalah segala sesuatu yang membawa kebaikan di dunia dan membawa keselamatan di akherat.

TAHUN BARU ISLAM

Senin, 29 Desember 2008, 11:56

TAHUN BARU ISLAM

Hari ini adalah tahun baru islam. Atau orang jawa sering menyebutnya SURO. Biasanya setiap tanggal satu SURO orang jawa mengadakan ritual mencuci benda-benda pusaka mereka. Seperti keris, pedang, tombak, dan senjata-senjata tradisional lainnya. Kalau di daerah Blitar, ada kebiasaan setiap tanggal satu SURO mereka mencuci gong pusaka. Namanya gong mbah PRADAH. Itu kalau aku tidak salah ingat.

Di tulungagung seingatku pusakanya adalah tombak kyai Upas. Di malang aku tidak tahu apa pusaka yang dipercayainya. Yang pasti setiap kabupaten atau kota, mempunyai pusaka yang dipercaya menjadi simbol.
Tadi malam aku lihat di TV, daerah gunung kawi sangat ramai dikunjungi peziarah yang ingin menghabiskan malam tahun baru SURO disana. Ada rumor banyak yang datang kesana untuk mencari pesugihan. Namun, hal itu dibantah oleh juru kunci yang bersangkutan. Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa dari dulu Gunung Kawi dipercaya bisa mendatangkan kekayaan. Aku tidak tahu tentang hal itu. Jadi aku tidak akan membenarkan atau menyalahkan.

Ada sebuah pohon yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan jika kita kejatuhan daun atau buahnya. Namanya pohon Dewandaru. Jadi banyak orang yang bisa dikatakan bertapa dibawah pohon itu hanya untuk menunggu kejatuhan daun atau buah dari pohon Dewandaru tersebut.

Aku jadi ingat cerita ibu, dulu waktu ibu masih kecil, dia pernah datang kesana. Dan banyak orang yang duduk dibawah pohon Dewandaru tersebut. Mitosnya masih sama, yaitu mencari kekayaan.

Hal ini tentu berbeda sekali dengan apa yang disampaikan oleh juru kunci dari tempat tersebut. Dia mengatakan, tempat untuk mencari pesugihan adalah harus;
1.sepi, jauh dari pemukiman.
2.Jauh dari tempat ibadah.
3.Tempatnya gelap.

Sedangkan di gunung kawi, kriteria tersebut tidak ada yang memenuhi. Dilihat dari segi letak, makam tersebut terletak dekat dengan pemukiman warga. Dilihat dari segi agama, banyak terdapat tempat ibadah di sekitar makam tersebut. Dan dari segi kondisi, makam tersebut selalu dalam kondisi terang. Karena memang dipasang banyak lampu.

Untuk itu, juru kunci tadi menegaskan bahwa mitos tersebut tidak benar. Namun dalam hati kecilku, banyak orang yang sering salah menafsirkan dan banyak diantara mereka sengaja datang ke Gunung Kawi untuk mencari pesugihan

Entahlah. Aku tidak tahu dan belum tahu.Masalah rejeki sudah ada yang ngatur. Kita hanya diberi tugas untuk menjemputnya.

TENTANG PANDANGAN

Minggu, 7 Desember 2008, 06:31


Kalau kita dilahirkan dan bisa memilih, mana yang akan kita pilih. Menjadi anaknya orang kaya atau menjadi anaknya orang miskin? Mungkin kebanyakan orang akan memilih menjdi anaknya orang kaya, dan sebagian kecil akan memilih menjadi anaknya orang miskin. Atau bahkan semua memilih menjadi anaknya orang kaya, dan tak satupun memilih menjadi anaknya orang miskin.

Kenapa? Banyak orang memilih menjadi kaya? Apakah kaya adalah sebuah pilihan? Entahlah. Yang aku tahu kaya adalah impian dan setiap hari orang membanting tulang hanya untuk menjadi kaya. Aku juga kadang berfikir, dengan apa yang aku lakukan dan kerjakan setiap hari, yaitu bekerja. Bekerja tujuan umumnya adalah mencari uang. Mencari uang tujuan umumnya agar kaya, dan tujuan khususnya agar bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri.

Hidup di dunia ini memang penuh dengan tuntuan. Namun dibalik tuntutan sebenarnya kita punya hak. Sesekali aku membayangkan masa kecilku yang penuh dengan harapan dan keceriaan walaupun aku dalam keadaan orang tua yang pas-pasan. Anak kecil pada dasarnya adalah suka bermain, sehingga dasar pemikiran mereka adalah keceriaan. Aku baru berfikir sekarang. Dan semakin lama kita akan merasa beda. Dulu, ketika lebaran tiba, alangkah senang hati ini. Kesan yang ditimbulkan seperti masuk kedalam mimpi jauh sebelum kedatangannya. Sekarang, lebaran adalah mikir. Mikir mau pulang bawa apa, terus ngumpulin uang untuk dibuat sangu keponakan-keponakan. Sehingga cenderung kita merasa tertekan mengatur persiapan-persiapan menjelang lebaran.

Yah, ini mungkin fase yang harus dihadapi. Entah kedepan apa lagi yang akan aku temui. Yang pasti aku yakin kelak pasti berbeda. Rasa ini dan pandangan ini.

Jalani saja. Karena hidup selalu berubah seperti waktu yang terus berubah. Maka, carilah pegangan yang kuat agar kamu bisa tetap dalam hidup yang tidak tetap ini. Agar kamu bisa menjadi orang yang berpendirian dan beridealisme. Sehingga tidak terombang ambing bagaikan laron yang terbang kemanapun cahaya nampak.

Aku akan terus berusaha. Hilangkan kata mau atau ingin atau harus. Ganti dengan kata akan. Dengan begitu kadar kenyataan berubah naik menjadi 90%.

CERITA DARI TOKO ELEKTRONIK

Jum’at, 28 November 2008, 06:45
CERITA DARI TOKO ELEKTRONIK

Cerita ini menggelikan. Tadi malam setelah pulang kerja dari heritage, aku berniat untuk membeli walk man. Maka aku pergi ke plasa gajah mada yang ada di sebelah selatan timur dari alun-alun kota malang. Masuklah aku ke sebuah toko elektronik. Ditoko tersebut terpajang berbagai macam alat elektronik mulai dari salon, TV, tape recorder, flash disk, mesin ketik elektronik, dan lain-lain. Seperti biasa ketika kita masuk ke sebuah toko, pelayan pasti akan menanyai kita. Begitupu juga aku. Dua orang wanita setengah baya yang merupakan pekerja di toko itu bertanya padaku mencari apa. Aku jawab aku mencari walk man. Lalu salah satu diantara mereka membawaku ke etalase bagian belakang tempat pemajangan berbagai macam merek walk man. Ada sony, aiwa, sunny, dan merek cina aku lupa namanya. Harganya pun bervariasi. 55 ribu sampai 500 ribu. Aku katakan pada pekerja itu aku mencari yang harganya antara 100 sampai 200 ribu saja. Karena uangku tidak cukup. Lagian aku juga hanya butuh radionya saja.

Setelah sekitar seperempat jam memilih, aku putuskan membeli yang merek sunny dengan harga 235 ribu. Ketika hendak dibungkus, aku minta untuk mencoba dulu. Pas aku coba ternyata earphones-nya yang satu tidak menyala. Aku minta earphones yang baru. Dan dicarikan oleh mereka. Aku katakan mereka karena yang melayaniku waktu itu ada dua orang, yaitu dua orang wanita setengah baya tadi. Ternyata earphones yang aku minta tidak ada, alias habis. Aku minta earphones merek sunny, yang memang bawaan dari walk man itu. Tapi tidak ada. Ya, aku katakan saja pada merka aku tidak jadi beli. Aku cari yang lain saja. Mereka kembali bingung mencari referensi walkman lain dengan harga yang aku minta, antara 100 sampai 200 ribu. Namun tidak ada. Yang ada diatas 200 ribu dan itu pun mereknya bagus-bagus. Aku mikir-mikir, karena uangku lebih baik aku simpan untuk yang lain dari pada membeli walkman mahal.

Secara tidak sengaja aku melirik tape recorder yang ada di belakang etalase walkman. Aku lihat harganya kok lumayan murah. Sama dengan harga walkman. Ah, mending beli tape recorder saja kalo gitu. Aku menunjuk sebuah tape recorder yang modelnya lumayan lama. Seperti model saat aku masih SD dulu. Karena tempat memajangnya lumayan tinggi, datanglah pekerja lainnya. Dia laki-laki, orangnya lumayan berumur juga. Pikirku, toko ini kok tidak ada pekerja yang muda ya. Semua pekerjanya sudah tua-tua. Kelihatannya aku cocok dengan tape recorder yang aku tunjuk tadi. Harganya juga lebih murah, yaitu 180 ribu. Aku minta untuk dicoba. Kaset di setel, oke, lalu radio, juga oke. Tapi yang tidak oke tuningnya jika aku putar, jarum penunjuk angka gelombangnya tidak jalan. Berarti benang didalam yang berfungsi sebagai penggerak telah putus. Kembali lagi aku tidak jadi beli. Harus milih model yang lain. Saat aku melihat lihat model yang lain, aku baru sadar. Ternyata tape yang dipajang di etalase bagian itu memang model lama. Makanya harganya lumayang murah.

Tertarik aku dengan model kotak hitam dan salonnya tertutup oleh seng hitam bolong-bolong bundar kecil, mereknya MITSUBA. Sekalian saja aku pilih yang lama. Pikirku semakin lama semakin bagus. Ini karena aku lihat model yang baru, rasanya tidak srek. Dilihat dari bahan plastiknya sudah kelihatan. Kalo model lama bahan plastiknya kelihatan bagus dan anteb. Makanya aku lebih mantab pilih yang tua saja. Aku tanya harganya berapa. Ternyata harganya 225 ribu. Karena aku sudah bilang cari yang harganya 200 ribu aku tawar segitu. Mereka tidak mau. Kalo tidak mau 200 ya gak jadi lo mbak. Gapapa ta. Dia menjawab iya. Yadah kalo gitu aku pulang. Lalu aku pulang dengan harapan dipanggil lagi. Ternyata benar mereka memanggil lagi. Yadah mas, 210 ribu gimana. Tanpa mikir panjang aku iyakan saja. Iya wis. Aku kembali. Dalam hati aku mikir, apakah toko ini tidak laku ya. Karena barang-barang tua masih ada dan kondisinya juga sebenarnya layak diloakkan. Tapi masih dipajang di etalase. Atau hanya sebagai pajangan agar toko kelihatan penuh? Aku tidak tahu. Kalau iya begitu berarti aku adalah korban. Karena membeli barang yang bukan untuk dijual, tapi dipajang saja.

Setelah dibersihkan dari debu, aku minta untuk dicoba. Kaset oke, radio juga oke. Trus aku minta kardus pembungkusnya. Lha... di sini aku yang sangsi. Tape ini kira-kira diproduksi tahun 80an. Apakah masih ada kardusnya. Tapi aku diam saja, tidak tanya. Cuma aku minta kardus dari tape yang aku beli ini. Kembali mas yang tadi ke belakang mencari kardus pembungkus. Lumayan lama aku menunggu, dia tidak keluar-keluar. Kira-kira sepuluh menit dia datang dan berkata, maaf mas kardusnya tidak ada. Dalam hati aku berkata tuh.. kan benerkan yang aku pikirkan. Trus gimana dong. Kardus juga mempengaruhi daya jual lho.. bantahku. Ya maaf.., mungkin kardusnya hilang waktu pindahan dulu, katanya. Ternyata toko itu sudah sering pindah-pindah. Pokoknya aku minta bungkus. Ancamku. Masak aku pulang dengan membawa telanjang gini. Nanti dikira maling aku.

Akhirnya mereka memberiku tas plastik besar yang ukurannya jumbo. Lalu tape itu dimasukkan ke dalamnya. Aku mikir lagi, kalo gini tidak ada bedanya aku beli di loakkan. Tapi gapapa. Itung-itung aku ibadah. Mereka juga butuh uang. Yang di dapat dari pelanggan. Aku pulang sambil membawa tas hitam besar mereka juga minta maaf untuk kejadian ini. Aku jawab iya. Dalam perjalanan pulang aku mikir, kenapa toko itu menjual barang yang rusak ya.. Tapi esoknya aku sadar dan bertanya lagi, kenapa aku mau membeli barang yang rusak ya..

Dan jawabnya adalah, rusak bukan berarti tidak puas dan baru bukan berarti puas.
Ternyata ini masalah kepuasan.

KATA-KATA PENYEMANGAT

Selasa, 23 September 2008, 06:36

Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila aku yakin pada jalan dan tujuanku, maka aku harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha


Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan aku mungkin tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan aku mungkin tak melupakanmu.


Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, Namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan Keberanian yang membuat anda tetap Berjuang melawan rintangan Yang datang bertubi-tubi.


Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab.yakni, orang Yang berfikir tapi tidak pernah bertindak, dan orang yang Bertindak tapi tidak pernah berfikir.


Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian.Bahwa anda dicintai seperti apa adanya, atau lebih tepatnya. Dicintai walaupun anda seperti diri anda adanya.


Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak.


Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan; tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian.


Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan, jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.


Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.


Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu.


Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.


Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan.


Pengalaman bukan apa yang terjadi pada anda, melainkan apa yang anda lakuakn atas apa yang terjadi pada anda.


Banyak kegagalan dalam hidup ini diakrenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.


Memang, menerima selalu menyenangkan. Namun, memberi dengan siakp tulus lebih membahagiakan.


Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksanan daripada sebelumnya.


Bila tak seorangpun berbelas kasih pada kesulitan anda. Atau tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda. Atau tak seorangpun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apapun pada diri anda. Jangan masukkan ke dalam hati. Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri. Anda tidak perlu memasukkan itu ke dalam hati. Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda. Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain. Semakin banyak anda memberi pada orang lain, semakin mudah anda memikul hidup ini.

Berdirilah di depan jendela. Pandanglah keluar. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini. Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda. Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan. Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah. Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya.


Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rejeki melimpah.


Sesungguhnya, kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam ditelan siang. Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda anda. Semua itu datang silih berganti, tanpa selalu dapat dinanti.


Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak dIketahui orang lain.


Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.


Apabila engkau tidak bisa memberikan kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik. (nabi muhammad saw)

SAAT PULANG TADI

Senin, 8 September 2008, 07:24 PM
Hari ini aku belajar, tidak ada orang yang suka dengan orang yang suka membual dan banyak ngomong yang tidak perlu. Dalam angkot pas pulang ngajar dari Heritage tadi, ada dua orang laki-laki yang sedang ngobrol. Yang dibicarakan adalah tentang diri mereka. Yang membuatku tidak nyaman adalah yang mereka ucapkan. Mereka ngomong kasar dalam angkot. Kata-kata yang kasar keluar dari mulut mereka. Apalagi dari salah satu dari mereka yang kurus itu. Pengen sekali aku memukul dia. Mungkin orang yang ada diangkot selain mereka juga merasakan hal yang sama denganku. Tapi mereka diam, seperti aku. Untung aku bisa menahan. Aku benar-benar tidak suka dengan dua orang tadi.

Sebelumnya ada laki-laki dan perempuan di depanku. Mereka kelihatan mesra. Si cewek kelihatan ngalem dan cerewet. Aku sampek sempat emosi lihat kelakuannya yang kelewat ngalem. Si cowok juga gitu. Awalnya aku kira si cowok orang yang sabar, karena bisa menghadapi si cewek. Namun beberapa menit kemudian kejadian yang tidak pantas dilakukan di tempat umum terjadi. Si cowok mencium pipi si cewek. Dia melakukannya dengan mencuri dan tiba-tiba. Si cewek malah Cuma diam seakan tidak terjadi apa-apa. Orang di dalam angkot semua melihatnya. Namun ya gitu, orang di dalam angkot selain mereka berdua cuma diam. Mereka yang di dalam angkot diam karena perasaan yang bercampur aduk. Malu, mangkel, dan mungkin marah serta risih. Sayangnya ujung-ujungnya hanya diam. Seperti aku.

Inti dari semua diatas:
1. Tidak perlu kita menonjol-nonjolkan apa yang ada pada diri kita.
2. Tidak usah banyak ngomong dan sok tahu.
3. Selalu berusaha untuk sadar diri.
4. Berusaha bersikap wajar dan tahu diri.
5. Harus tahu malu.

KODRAT SEORANG WANITA ADALAH MEMANG MENGASUH ANAK

Minggu, 21 September 2008, 00:21
Banyak wanita yang bersekolah tinggi untuk dapat menuntut ilmu kemudian mencapai cita-cita mereka yang setinggi langit. Banyak pula mereka yang pintar dalam hal akademik, bahkan melebihi pria. Begitu hebatnya wanita, sehingga pria tidak dapat melebihinya.
Hingga suatu ketika itu tiba.

Suatu ketika, saat dia mulai berumah tangga. Awalnya berjalan mulus. Dia dengan suaminya sepakat untuk hidup saling bekerja sama. Wanita tersebut menjadi wanita karir. Indah saat itu. Beberapa bulan berlalu. Mulailah si wanita mengandung anak pertama. Yaitu anak yang dinanti-nanti oleh para ortu dan mertua.

Suami istri ini masih sepakat untuk tetap pada komitmen awal mereka, yaitu si istri tetap menjadi wanita karir.sembilan bulan berlalu. Tibalah waktunya si istri untuk melahirkan. Dan lahirlah anak pertama mereka. Kini, si suami menjadi seorang bapak, dan si istri menjadi ibu.

Si bapak semakin mantab bekerja setelah kelahiran anak pertama. Sedangkan si ibu harus tinggal di rumah karena mengurus bayi yang memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

Ada dua hal yang ada dalam benak si ibu. Pertama, dia sangat senang akan kelahiran anak pertamanya. Kedua, dia rindu pada suasana kerja yang sebelumnya dia geluti, namun sekarang harus berhenti karena ada bayi.

Dari sini masalah mulai timbul. Setelah si istri menceritakan apa yang dia rasakan pada suami, yang intinya si istri ingin bekerja lagi, si suami tidak setuju. Sejak saat itu mereka jadi sering bertengkar. Si istri merasa si suami keterlaluan. Si istri tahu kalau masih punya bayi, namun masalah bayi bisa diatasi dengan dititipkan ke baby sitter. Toh sekarang si bayi sudah bisa ditinggal. Sedangkan si suami berpendapat bahwa si istri tidak bisa melihat keadaan. Si suami merasa paham, bahwa anaknya masih sangat perlu sekali perhatian, apalagi dari si ibu. Karena hubungan batin antara si ibu dengan si bayi lebih dekat dari pada dengan si ayah.

APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI AYAH?
ATAU APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN SI IBU?

SUASANA ITU, AKU INGIN

Rabu, 20 Agustus 2008, 21:40
SUASANA ITU, AKU INGIN

Apa yang kita pikirkan belum tentu apa yang kita rasakan. Dan sebaliknya, apa yang kita rasakan belum tentu apa yang kita pikirkan. Aku sedang bingung. Sebentar, bingung itu apa yang kita rasakan atau apa yang kita pikirkan ya?

Ah, entahlah.
Saat ini aku merindukan hujan.
Dingin, banjir, bau tanah, air sungai yang meluap, mendung, dan semua yang berhubungan dengan hujan. Suara petir dalam komputerku, selalu aku putar. Biar aku terhanyut dalam suasana yang aku rindu.
Kemarin, waktu pulang dari ngajar di SMP 5 Malang, aku merasa damai, tenang, bahagia. Suasana di sekitar jalan pasar bunul terasa berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan cuaca yang cerah, tapi tidak panas. Di seberang bisa aku lihat mendung tebal, tapi bukan di atas kepalaku tepat.

SEKALI LAGI

Selasa, 8 Januari 2008, 5:40
Sariawan memang menyakitkan. Makin lama makin membesar. Obat belum dicari. Entah males atau sibuk. Yang pasti belum dicari. Apa-apa jadi males . Teh yang tadi malem juga belum habis karena ketiduran sehingga gak sempet diminum. Sekarang teh itu sudah dingin tidak hangat lagi. Usaha untuk menjaga hati tetap bersih akan terus diusahakan. Walaupun hambatan selalu datang menghadang. Rambut sudah waktunya dipotong. Kamar sudah waktunya disapu. Perut sudah waktunya diisi. Meja penuh dengan buku-buku berserakan. Serta baju kotor bergelantungan di pintu seakan melambai-lambai minta untuk dicuci. Saat kekamar mandi, harus berhati-hati karena lantainya licin tidak pernah digosok. Bak mandi sedang berubah fungsi menjadi bak cuci. Mau mandi sering bingung pakai bak mandi apa. Akhirnya pakai ember.

Kalau bersih rasanya enak. Tenang, damai. Dalam hal apapun. Bersih hati akan bahagia. Bersih badan juga bahagia. Bersih kamar bahagia lagi.
Bersihkan semua hal yang akan membawa kita kedalam bahagia.

Bimbang datang lagi. Memang selalu seperti ini. Kadang bimbang, kadang tenang. Tidak bisa selalu bimbang atau selalu tenang. Bertekad untuk bisa mengatasi cobaan ini. Ini adalah siklus yang berputar. Kita tidak bisa menghindari. Tapi kita bisa mengakali. Mengakali bagaimana biar apa yang kita hadapi bisa kita hadapi dengan sebaik-baiknya. Dan tentunya tenang.
Perut mulai lapar. Mulai memanggil dengan khasnya. Krucuk-krucuk. Krucuk-krucuk.
Bibir makin sakit. Cenut-cenut. Cenut-cenut.
Sabar.......

RAHASIA ILLAHI

Sabtu, 5 Januari 2008, 10:08
Aku tadi malam bermimpi melihat langit yang begitu cerah. Aku lupa-lupa ingat dimana aku lihat itu. Yang aku ingat hanya aku melihat langit yang cerah menyilaukan, dan rasanya aku senang sekali melihatnya. Entah apa maksudnya ini. Apakah ini tidak ada maksudnya aku tidak tahu. ALLOH yang tahu segalanya. Manusia hanya menerima dan berusaha.
Banyak orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Begitupun aku. Masalah akan selalu datang. Memang hidup salah satunya untuk menyelesaikan masalah. Jangan putus asa. Terus bersemangat menjalani hidup ini. Tidak ada yang namanya senang terus atau susah terus. Hidup itu berganti-ganti. Hati harus selalu tenang.

PIKIRAN YANG CAMPUR ADUK

Jum’at, 4 Januari 2008, 6:26
Aku berusaha menjalankan syariat agamaku dengan benar. Aku masih belum tahu banyak tentang agama. Belajar adalah wajib. Kalau tidak belajar tidak akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Entah itu pertanyaan hati atau apalah. Hari ini aku akan berusaha untuk sabar, menjaga hatiku untuk tidak emosi, dengki dan semua penyakit hati apapun itu akan aku hindari. Kemarin aku mulai puasa untuk mengendalikan diriku. Memang cobaan selalu ada. Bukan berarti aku puasa masalah tidak muncul. Malah disitu kita dicoba untuk bisa berpegang teguh pada puasa yang kita lakukan.

Pelajaran yang bisa aku ambil kemarin adalah bahwa semua orang pada dasarnya sama. Mereka saling mempengaruhi. Jika kita “pengaruhi” mereka dengan hal-hal yang baik, maka baik pula yang akan dia ikuti. Tetapi jika kita “pengaruhi” mereka dengan hal-hal yang buruk, maka dia akan buruk juga. Aku pernah menulis ini pada bab sebelumnya. Tidak ada salahnya aku ulangi. Karena aku yang pelupa.

Tersenyum adalah senjata yang ampuh untuk “mempengaruhi” orang ke arah baik. Selain itu menyapa juga salah satunya yang bisa kita lakukan setelah tersenyum. Yang ketiga adalah berfikiran positif. Kita harus berfikiran positif pada setiap orang yang kita temui. Berfikiran positif bukan berarti tidak hati-hati. Berhati-hati dengan orang baru atau orang asing adalah penting. Agar kita tidak salah mengambil sikap, yang ujung-ujungnya merugikan kita. Contohnya, kita mudah percaya pada omongan orang yang belum kita kenal dengan baik. Sukur kalau dia tujuannya baik ke kita, bagaimana kalau dia bertujuan jelek? Umpamanya dia hendak menipu kita. Pada akhirnya kita sendiri yang rugi. Maka dari itu kita juga haru berhati-hati selain selalu berfikiran positif ke orang lain.

Pengalaman kata orang adalah guru yang baik. Aku tidak menyangkal itu. Itu benar, dan aku memang mengalaminya. Ada kendala yang sulit dihilangkan, ketika pengalaman telah menjadi guru, pada beberapa kasus masih ada saja orang yang tidak mengindahkan bahwa pengalaman itu guru yang baik. Contoh, jika kita membuat suatu kesalahan, maka kita akan mendapat hukuman atau akibat yang buruk bagi kita. Dari situ kita akan berfikir tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama. Sampai disini peran pengalaman berlaku, yaitu pengalaman digunakan untuk menimbang mana yang harus dilakukan dan yang tidak harus dilakukan kedepannya nanti. Namun sering juga peran pengalaman berhenti disitu saja. Karena sifat manusia yang cenderung membuat kesalahan dan tidak ingin disalahi orang, pengalaman akhirnya hanya sebatas kata pengalaman saja. Manusia akan lupa dengan pengalaman yang katanya guru yang baik itu. Manusia akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya atas dasar perasaan yang menipu mereka. Perasaan yang menipu itu tidak berasal dari hati atau dari otak. Melainkan itu adalah nafsu mereka yang membutakan mata hati mereka serta akal pikiran rasio mereka.

Semua manusia pasti dan akan mengalami ini. Mereka tidak bisa benar-benar terhindar dari ini. Namun mereka selalu mempunyai pilihan. Dan pilihan mereka ada dua, “iya atau tidak”. Banyak yang berhasil, banyak pula yang gagal. Hanya waktu yang bisa menunjukkan apa yang akan terjadi pada kita nanti. Intinya berusaha untuk menghindari hal yang buruk dengan pemikiran yang sadar sesadar-sadarnya.

Aku memang tidak boleh sombong. Semua orang mempunyai kelebihannya masing-masing. Kita punya apa yang tidak dia punya bukan berarti kita lebih baik dari dia. Kenapa? Karena keadaan itu akan dibalik saat itu juga, dengan kita tidak punya apa yang dia punya. Dengan begitu rasa sombong pada diri kita bisa sedikit dihilangkan.

Memberikan sesuatu dengan hati akan jauh berbeda dengan memberikan sesuatu dengan pikiran. Apa maksudnya? Gini, hati adalah apa yang kita rasakan. Sedangkan pikiran adalah apa yang kita pikirkan. Terus? Memberikan sesuatu jika dengan perasaan akan diterima oleh perasaan juga. Dengan kata lain memberi dengan hati akan diterima hati juga. Sedangkan memberikan dengan pikiran akan diterima pikiran juga, dan biasanya pikiran buruk. Pikiran adalah pamrih. Hati adalah ikhlas.

11:24
Begitu dahsyatnya imbas dari berfikiran positif. Aku duduk diatas bantalku yang tanpa bungkus. Kasurku sudah mulai tipis, sehingga harus aku tambahi bantal untuk menyangga pantatku yang tinggal tulang. Aku ingin bercerita disempit waktuku ini tentang apa yang barusan aku dapat. Bukan uang, bukan benda. Tetapi pelajaran dan rasa tenang yang lumayan. Berhubungan dengan manusia sangat menyenangkan. Mempelajari karakter manusia yang berbeda-beda adalah suatu tantangan yang mengasikkan. Kadang kita tidak akan percaya dengan apa yang baru saja kita lakukan dengan orang itu. Tentunya kesan yang baik. Seakan tadi aku tidak sadari, aku menikmati saat bersosialisasi. Aku bingung bagaimana menggambarkannya. Aku Cuma mau katakan, berfikiran positif membawa semuanya kepada suasana yang menyenangkan. Gembira, ikhlas, dan ceria tercermin dari wajahku. Aku juga heran dengan ini. Aku menganggap semua orang adalah teman. Aku tidak menganggap mereka musuh. Rasa sungkan yang menjadi tembok penghalang seakan lenyap tanpa bekas saat aku anggap semua orang temanku.

Tinggal bagaimana aku mengembangkan sikapku ini agar terus lebih baik dari sebelumnya. Semoga usahaku dalam pencarian ALLOH ini bisa memberikan hasil yang memuaskan. Aku akan terus mencari kebenaran. Aku akan terus mencari ketenagan hati. Kemantaban hati yang selama ini aku harapkan akan terus aku cari sampai aku mati. Aku, adalah si bodoh yang mencari.

MANAJEMEN DIRI, MANAJEMEN NAFSU

Kamis, 27 Desember 2007, 20:03
Ayo berfikir...
Berfikir akan masa depan. Kemana kita setelah ini? Akankah kita terus seperti ini? Setiap hari hanya membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berarti? Jangan terlena pada keadaan ini. Mari terus berusaha. Terus berusaha untuk meraih yang terbaik. Terus berusaha untuk sadar dan sabar. Walaupun usaha itu sangat sulit untuk dicapai.

Menjadi lebih maju dalam pemikiran adalah wajib. Jangan terus seperti ini. Selalu mengikuti keinginan hati dn perasaan. Pakailah otak. Pakailah pikiran. Agar kita bisa rasional. Terus terang aku sedang kacau. Sedang tertekan oleh keadaan. Tetapi janganlah itu menjadikanku seorang yang mudah putus asa.

Ingin kucurahkan rasaku yang menyiksa ini sepuasnya pada setiap orang. Pertanyaannya, apakah itu suatu cara yang baik? Bukankah semua orang juga punya masalah mereka sendiri-sendiri? Mungkin juga masalah mereka lebih berat dengan yang kita hadapi. Percayalah. Percayalah wahai aku, bahwa aku bisa melewati keadaan ini dengan berhasil. Jatuh bangun dalam melaluinya memang suatu hal yang harus dilewati. Banyak pengalaman masa lalu yang bisa kita jadikan pelajaran pribadi. Tidak usah muluk-muluk kita tujukan untuk orang lain. Kita berhasil pada diri kita saja sudah sangat beruntung sekali. Kenapa harus susah-susah memikirkan orang lain berubah? Pikirkan dulu diri kita agar berubah. Baru kemudian orang lain. Ngomong seperti ini mudah. Prakteknya yang sulit. Kita harus punya kemauan yang keras. Serta perasaan yang ikhlas. Penyakit hati sangat sulit untuk diatasi, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi.

Melihat manusia seutuhnya adalah memikirkan dan mengamati keberadaan mereka secara meyeluruh. Baik itu tingkah laku jiwa mereka dan tingkah laku raga mereka. Apakah anda pernah berfikir bahwa hubungan jiwa dan raga itu dekat sekali? Sehingga kita sulit membedakan mana yang jiwa, mana yang raga.

Aku punya teman yang bisa diambil sebagai contoh. Dia adalah seorang gadis yang cantik jelita, namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Tubuhnya yang indah ibarat gitar spanyol yang bunyinya mengalun merdu. Rambutnya yang panjang sedikit bergelombang begitu lebat, sehingga telinganya seakan hilang tak terlihat tertutupi rambut itu. Bunga mempunyai suara yang indah pula. Banyak laki-laki yang tergila-gila padanya. Kebanyakan dari mereka mabuk akan kecantikan paras si Bunga yang seakan tiada duanya. Oh bunga yang begitu cantik. Kuning kulitnya membuat setiap mata laki-laki yang memandang hanyut dalam imajinasi tingkat tinggi. Entah ini imajinasi racun atau madu. Tetap saja laki-laki tidak memperdulikan racun atau madu.

Pakaian si Bunga selalu menarik perhatian. Payudaranya, pinggulnya, pahanya, pantatnya selalu ditonjolkan seakan mengundang semua laki-laki yang melihat untuk memegang. Tidak terkecuali aku. Dalam diam aku juga ikut menikmati payudara dan pinggul si Bunga dalam imajinasiku

Laki-laki yang lain juga ikut. Bapak guru juga ikut. Semua laki-laki juga ikut. Tidak ada yang luput. Tubuh si Bunga sudah jadi barang konsumsi bersama kesenangan kaum laki-laki. Siapa yang dosa?

Bagaimana dengan tanggapan si Bunga ketika ditanya tentang ini? Dengan enteng dia menjawab “apa? Tentu saja aku tidak setuju dong..!!! emangnya aku cewek apaan??” he..he.. itulah jawaban si bunga. Ternyata dia masih punya pikiran waras. Tapi kenapa perilakunya seperti orang yang tidak waras? Dia suka memamerkan lekuk tubuhnya di tempat umum. Terus, perilaku di atas apa bedanya dengan tidak punya harga diri? Dia sudah mengobral tubuhnya secara tidak langsung untuk dinikmati siapa saja laki-laki yang melihat.

Tahukah engkau wahai saudara-saudaraku? Jauh didalam hatinya, si Bunga ingin sekali dihargai, ingin dianggap penting, ingin menjadi pusat perhatian. Tapi dia memilih cara yang salah. Yang lebih menyakitkan lagi, dia melakukan cara salah itu dengan sadar. Sadar kalau ini salah dan akan membuat dosa. Namun si Bunga tetap memilih cara ini. Karena dengan melakukan itu, ada perasaan bangga di hatinya. Aneh kan?!
Itulah. Jiwa si Bunga sudah tidak waras. Jiwa si Bunga memerintah untuk berbuat salah, sehingga raganya juga mencerminkan apa yang jiwanya perintah.

Sebagai laki-laki, aku kasihan melihat kaum perempuan yang suka memamerkan keindahan tubuh mereka. Tidak tahukah mereka? Bahwa memperlihatkan lekuk tubuh mereka di tempat umum tidak akan mengangkat harga diri mereka? Hal itu malah akan menjatuhkan harga diri mereka. Seakan mereka tidak punya harga diri. Laki-laki memandang remeh mereka. Maka jangan salahkan laki-laki jika mereka dilecehkan. Itu semua karena hasil dari perbuatan mereka sendiri.

CERPEN

SEBUAH AWAL
By: PK.Binjon

Berapa umurmu? Pertanyaan itu yang sering terngiang-ngiang dipikiran Pramana. Saat sesuatu dikaitkan dengan umur, semuanya seakan sempit, Semua seakan tergesa-gesa, dan kadang tidak ada artinya. Bagi Pramana sempit dan tergesa-gesa adalah hal yang biasa. Dalam kekurangan Pramana ini, hal-hal tersebut selalu menjadi momok yang tidak akan hilang.

Pramana adalah seorang laki-laki remaja nakal dan malas yang ingin maju, tapi tidak berusaha keras. Dengan semakin bertambahnya usia, dia merasa tanggung jawabnya semakin besar. Dia adalah laki laki, yang kelak menopang kehidupan anak dan istrinya kelak. Perasaan itu selalu menghantuinya. Apakah dia bisa? Apakah dia mampu? Apakah dia akan berhasil? Itulah yang dirasakan si Pramana. Pramana yang banyak berkhayal tanpa banyak berusaha keras.

Dia hidup di lingkungan yang cukup relijius, tapi pergaulan bebas lebih mendominasinya untuk jadi anak yang lepas tanpa kekang. Di tempatnya, dia dIkenal pendiam, padahal sebenarnya tidak. Kesukaannya mabuk-mabukan bersama teman-teman dari luar daerahnya. Jadi bisa dibilang dikandang dia jinak, dan di luar kandang dia liar.

Pernah suatu malam dia minum-minum bersama teman-temannya di depan masjid dekat pegadaian kota. Hingga semua teler gak karuan. Tertawa terbahak-bahak tanpa memperdulikan hari sudah larut malam.

Di kesempatan yang lain, Pramana ikut tawuran antar sekolah. Untungnya dia tidak apa-apa, walaupun teman-temannya banyak yang terluka dan tertangkap polisi. Tapi dia lolos. Pramana selalu ada di barisan depan setiap ada tawuran. Dia yang memprovokatori teman-temannya agar tetap dalam situasi panas dan emosi. Baginya suasana seperti itu sangat menyenangkan.

Dia puas jika ada anggota dari pihak lawan yang terluka. Entah itu dikroyok, atau terkena lemparan batu. Dan jika salah satu temannya yang terluka, maka dia akan berteriak dengan lantang seakan memberikan komando pada teman-teman yang lain sambil tangannya menunjuk pada anak yang tadi melukai temannya. Seketika itu pula, si anak tertunjuk tadi jadi bulan-bulanan hingga dia masuk rumah sakit berbulan-bulan.

Saat Pramana lulus SMA Pramana tidak punya tujuan, mau meneruskan sekolahnya kemana. Pramana bagai orang yang gak punya cita-cita. Pikiran yang dinamis, terkini, dan luas tidak Pramana punyai. Sehingga pengetahuan Pramana tentang hal hal yang mendukung pendidikannya sangat kurang sekali. Pernah terbesit untuk tidak meneruskan kuliah saja. Lebih baik dirumah Bantu ayah di kebun.

Kemudian rasa itu menghantui Pramana. Menghantui dengan mengatakan “jika kamu tidak kuliah atau meneruskan sekolahmu ke jenjang yang lebih tinggi, kamu tidak akan jadi orang yang maju, kamu tidak akan jadi orang yang sukses, kamu tidak akan jadi orang yang kaya ilmu dan harta, kehidupanmu akan terus seperti ini, tidak ada kemajuan.” Pramana sempat takut dengan hal itu, siapa sih yang tidak ingin sukses? kaya ilmu dan harta? jadi orang maju? jadi orang yang dinamis? dan jadi banyak yang lain yang bisa mengantar kearah perubahan yang lebih baik?

Tekad dan niat sangat diperlukan
untuk mencapai sukses.
Baik itu untuk
hal yang kecil ataupun besar.

Ternyata setelah lulus dari SMA Pramana meneruskan belajarnya ke luar kota, yaitu kursus bahasa asing. sebenarnya Pramana kesana juga karena terpaksa, dari pada nganggur dirumah, daripada dirumah Cuma disuruh kerja berat.

Nah.. dari sini kehidupan pribadi Pramana dibangun dengan drastis. Satu, dua, tiga bulan pertama disana Pramana tetep dengan kelakuan dan sikap yang Pramana bawa dari rumah. Tentunya kelakuan yang dimaksud adalah kelakuan yang jelek. Pramana masih suka minum, masih suka main cewek, tidak pernah belajar, pengennya jalan-jalan dan senang-senang saja. Disana dia bergaul dengan orang-orang yang memang dari tempat asalnya sudah gak bener.

Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan terjadi pada diri Pramana. Pramana mulai mikir sebab akibat, Pramana mulai mikir hukum karma, Pramana mulai mikir mati, mikir akherat, dan mikir kelakuannya pada kedua orang tuanya. Pengalaman yang tak terlupakan saat awal puasa tahun 2002. Sore itu, kira kira jam lima-an, mereka anak-anak kos ngumpul jadi satu di kamar salah satu teman satu kos mereka. Ya, ramai sore itu. Mereka bercanda tanpa arah, tertawa, gembira.

Hingga saatnya tiba, Pramana merasa tidak berada di kamar itu. Pramana merasa kamar itu sepi, dia merasa berada di tempat lain. Pramana merasa sendiri diantara canda teman-temannya yang ramai. Dalam keheranan, Pramana berusaha mencari apa ini. Hingga akhirnya hal yang tak pernah Pramana rasakan sebelumnya seumur hidup Pramana terjadi.

Tiba-tiba Pramana merasa takut, takut sekali setelah mendengar suara dan melihat sesosok bayangan yang tidak bisa Pramana gambarkan dan katakan ada di depannya. Itu bukan hantu atau setan. Karena kalau setan Pramana tidak akan ketakutan sepeti itu. Pramana tidak pernah takut pada setan atau hantu. Malah dia selalu mencari penampakan mereka. Jadi, bagi Pramana hantu atau setan adala hal yang biasa baginya.

Setelah melihat dan merasakan itu, Pramana terdiam sejenak tidak bisa berfikir. Bayangan itu seperti sedang berteriak. Pramana seperti mengenal bayangan itu, tapi Pramana tidak tahu siapa. Yang pasti Pramana takut dengan suara itu. Hingga maghrib tiba, mereka berbuka, minum takjil bersama-sama.

Kejadian tadi tidak Pramana ceritakan pada teman-teman yang lain, karena Pramana tahu mereka pasti tidak tahu. Mereka pasti tidak tahu saat tadi tiba-tiba kamar jadi gelap, dan pandangan hanya bisa ditujukan pada satu hal saja, yaitu apa yang Pramana lihat tadi. Sosok putih yang tinggi, seakan rambutnya terurai tapi Pramana tidak bisa melihat wajahnya. Pramana hanya diam. Berpura-pura tenang, seakan tidak terjadi apa-apa padanya.

Adzan sudah selesai, teman-teman bersiap untuk ambil wudlu, dan kamipun sholat berjama’ah di mushola bapak kos yang ada di depan rumah kos kami. Pramana ada di barisan depan sebelah kiri. Dan sholatpun dimulai. Rokaat pertama berlalu, kemudian rokaat kedua.”ALLOH MAHA BESAR”, dia datang lagi.

Perasaan itu datang menyerang pikiran Pramana, otak Pramana dan hati Pramana. Seluruh tubuh Pramana bergetar, air mata jatuh tak terhindarkan. Entah kenapa, Pramana hanya bisa ndingkluk dan berdiri sambil menyebut-nyebut nama ALLOH. Entah apakah yang Pramana rasakan dikamar tadi sama atau tidak dengan yang Pramana rasakan waktu sholat itu, Pramana masih belum begitu jelas. Yang Pramana tahu dia tidak lagi melihat sosok putih lagi, tapi Cuma ruang mushola yang tiba-tiba jadi gelap.

Pertama kali dalam hidupnya, Pramana sholat dengan menagis tersedu-sedu. Dan satu lagi, Pramana merasa waktu menagis itu Pramana dekat sekali dengan ALLOH, Pramana merasakan kenikmatan dan perlindungan yang tiada tara. Entah pikiran ini datangnya dari mana, tapi yang Pramana rasakan saat itu adalah ini. Hingga sholat berakhir air mata masih melinangi pipinya. Pramana ingin sholat lagi yang lama sekali. baginya sholat tadi sebentar sekali.

Sehabis sholat Pramana tidak langsung makan untuk berbuka seperti teman-teman yang lain. Pramana kembali ke kamar yang tadi, berharap dia bisa melihat dan kalo mungkin berbincang-bincang dengan sosok yang misterius itu. Didalam kamar Pramana diam, Pramana tunggu sampai lima menit, sepuluh menit, tapi sosok itu tidak muncul.

Akhirnya Pramana punya ide. NGAJI. Ya.. mengaji. Menurutnya, sosok itu bukan setan atau hantu. Entah apa, yang pasti dia datang untuk mengingatkan Pramana. Dia datang untuk memberitahu Pramana bahwa ibadah itu nikmat. Pramana ambil Al-Qur’an, Pramana buka halamah pertama, yaitu surat Al-Fatihah. Betapa herannya Pramana.

Dia tidak bisa ngomong “bismillah.” Pramana ulangi berkali-kali tetap saja Pramana tidak bisa. Ada apa ini..? Pikirannya tertuju pada orang tuanya, pada ayahnya, pada ibunya. Dia coba lagi untuk mengucap “bismillah”, tapi masih belum bisa. Pramana jadi takut. Pikirannya kemana-mana, Pramana sangat bingung, Pramana masih bisa berfikir, tapi tidak bisa mengucap. Pramana lalu diam dan diam.

Kemudian, tidak tahu kenapa bayangan orang tuanya datang lagi. Terbayang wajah mereka sedang melihat Pramana dengan tersenyum, Pramana hanya meringis, dan berfikir “ah ada ada saja pikiranku ini”.

Yang lebih mengherankan lagi, Pramana memikirkan kenakalannya pada mereka. Pramana merasa telah menjadi anak yang tidak berbakti pada mereka. Pramana mulai terharu, mulai sadar dan akhirnya Pramana menangis tersedu-sedu lagi. Untung tidak ada orang waktu itu, kalo ada pasti Pramana malu. Pramana meminta maaf pada ALLOH, dan untuk yang pertama kalinya Pramana berdoa untuk orang tuanya. Untuk keselamatan mereka di dunia dan di akherat.

Setelah selesai berdoa, Pramana mencoba ucapkan bismillah lagi. Ternyata Pramana sudah bisa. Tapi ada satu yang lain dari bismillah Pramana ini. Rasanya lebih merasuk di jiwa. Pramana sadar mengucapkannya dan Pramana tahu arti, juga harapan dengan mengucapkannya. Jadi bismillah yang ini lain dari bismillah yang sebelumnya.

Hati Pramana bergetar, jantung Pramana berdetak kencang. Pramana lanjutkan mengajinya, Pramana baca ayat pertama dari Al Fatihah dengan penuh penghayatan. Kemudian ayat kedua dan ketiga. Saat menginjak ayat yang keempat Pramana tidak bisa meneruskan bacaannya. Pramana menangis lagi. Pramana coba untuk membaca lagi tapi tidak bisa, Pramana terhenti oleh tangisnya. Pramana heran kenapa dia jadi cengeng seperti ini. Pramana tidak bisa mengucap lagi. Saat itu, Pramana makin yakin bahwa yang dia lihat tadi bukan hantu atau setan. Tapi dengan sedikit berspekulasi Pramana simpulkan bayangan tadi adalah utusan ALLOH untuk memberikan peringatan padanya. Peringatan akan kurangnya ibadah Pramana, peringatan akan kenakalan Pramana pada ayah dan ibu Pramana, dan peringatan akan semua perbuatan Pramana yang banyak mengundang dosa. 130706. Wed.PK.binjon.
SELESAI.

MENYONGSONG MASA DEPAN

Senin, 24 Desember 2007, 7:36
Bau minyak telon memang membuat hati tenang. Aku menyebutnya sebagai aroma terapi. Pagi ini rencanaku akan mengurus nomor HP adikku, Redi yang harus diblokir dan ganti nama. Kemarin lusa dalam perjalanan ke Jember, Redi Hp-nya hilang. Dia ingin nomor itu diblokir dulu dan kemudian diaktifkan lagi dengan kartu beda tapi nomor tetap yang lama. Redi pakai kartu IM3, berarti aku harus datang ke kantornya Indosat. Di Malang sini kantor Indosat ada di dekatnya rumah sakit Saiful Anwar. Menuju ke arah singosari setelah rumah sakit Saiful Anwar di kiri jalan atau sebelah barat jalan akan kita temukan kantor Indosat. Itu masih katanya. Karena aku juga belum pernah kesana. Nanti rencananya mau ke sana.

Apa yang aku pikirkan sekarang? Entahlah. Aku melewati hari terasa hanya mengikutinya seperti sampah yang hanyut oleh air sungai. Aku seakan tidak punya rencana yang pasti dan terus. Waktuku kuhabiskan dengan banyak hal-hal yang tidak berguna. Maksudnya sebenarnya ada banyak hal lain yang lebih bermanfaat yang bisa aku kerjakan. Seakan aku dIkejar oleh waktu. DIkejar untuk apa? Tidak tahu. Rasanya aku dIkejar oleh waktu. Hal ini aku alami setiap aku membuka mataku. Ada sesuatu yang membuatku bimbang dan selalu was-was. Apa mungkin ini adalah pertanyaan masa depanku bagaimana?

Memang semua orang tidak akan tahu pasti bagaimana nasibnya di masa depan nanti. Mereka hanya bisa menerka-nerka dan berusaha. Menerka mungkin baik mungkin buruk. Berusaha agar bisa menjadi yang terbaik dan orang lain menjadi yang buruk (umumnya begitu). Hidup ini tidak ubahnya sebuah perjudian. Melakukan trik agar mendapat apa yang diinginkan (keuntungan bagi diri). Dunia memang kejam. Bukan dunia sebenarnya, tapi hidup. Apakah benar hidup ini kejam? Ah entahlah. Aku masih belum berani menjawab iya. Saat ini aku berfikir, kejam dan tidaknya adalah tergantung bagaimana orang yang mengalami itu menyikapinya. Pendapat umum mengatakan, dunia kejam jika seseorang hidup dalam penderitaan. Penderitaan banyak sebabnya. Mulai dari miskin, melarat, kere, ditinggal orang yang dicintai, mengalami kerugian materi yang besar, hilang harga diri karena tercemar di mata masyarakat, mendapat penyakit yang berat penyembuhannya, dan lain sebagainya.

Di Indonesia hal yang paling cocok untuk mendefinisikan kejamnya hidup adalah “MISKIN”. Akar dari permasalahan yang tidak kunjung selesai adalah masih banyaknya orang miskin di Indonesia. Sebentar, miskin apa? Ya miskin semua, baik itu miskin hati maupun miskin harta serta miskin harga diri. Dari ketiga jenis miskin diatas, rupanya di Indonesia hanya ada satu miskin yang menjadi pilihan utama. Yaitu “MISKIN HARTA”.

Entah ini hanya pemikiranku saja aku tidak perduli. Mau percaya atau tidak silahkan. Setiap hari hampir seluruh penduduk Indonesia rela untuk bangun lebih pagi, kemudian mengantri karcis kereta, pesawat,bus,angkot dan bagi yang mempunyai kendaraan sendiri mereka harus rela terjebak macet. Untuk apa? Ya untuk bekerja. Kenapa harus bekerja? Ya biar dapat duit. Kenapa harus dapat duit? Ya biar tidak miskin. Kenapa kalau miskin? Kalau miskin tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Trus, kenapa kalau tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari? Bodoh amat sih!! Sudah tahu gitu masih ditanyakan. Kalau tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari berarti ya “MISKIN..”

Itulah, mereka seakan terjebak pada kebutuhan dunia. Dunia adalah nomor satu bagi mereka. Padahal sebenarnya mereka lupa atau bahkan tidak tahu bahwa ada yang lebih penting dari pada memikirkan miskin harta, yaitu “MISKIN HATI.” Kok jadi menggurui gini ya.? Sepertinya kok aku sudah jadi orang suci saja. Yaudah aku ralat penyataanku;
Itulah, kita seakan terjebak pada kebutuhan dunia. Dunia adalah nomor satu bagi kita. Padahal sebenarnya kita lupa atau bahkan tidak tahu bahwa ada yang lebih penting dari pada memikirkan miskin harta, yaitu “MISKIN HATI.”

SAAT NAIK ANGKOT

Minggu, 23 Desember 2007, 18:14
Aku tadi siang mulai jam setengah dua pergi jalan-jalan ke pasar loak-an. Namanya pasar loak Comboran. Letaknya di sebelah selatan jauh pasar Besar Malang. Dari kos aku jalan ke tempat angkot mangkal, yaitu di sebelah pasar Madyopuro. Kemudian aku naik angkot MK. Didalam angkot, selama perjalanan aku terus berfikir, mencari inspirasi untuk aku tulis nanti jika aku sudah pulang. Sekarang aku menulis apa yang aku dapat tadi.

Didalam angkot aku bisa mengamati banyak hal. Mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. Berikut ini akan aku kemukakan satu persatu secara detail;

1. Didalam angkot aku lihat tulisan dalam bentuk stiker yang ditempelkan pada pintu bagian belakang angkot. Sehingga setiap penumpang bisa melihat dan kemudian membacanya. Jam sudah menunjukkan angka 14 lebih 5 menit. Dengan penuh semangat aku ambil buku dan spidol dari dalam tas yang memang sudah aku siapkan. Lalu aku tulis “EBES-E AREK MALANG.”
Apa ada yang salah dengan tulisan itu sehinga aku menulisnya? Apa yang membuatku tertarik dengan kata-kata yang ada di dalamnya?
Ya, aku tertarik. Aku tertarik karena di stiker tersebut tidak hanya ada tulisan, tapi juga gambar. Lebih tepatnya aku sebut foto. Disitu terlihat dua buah foto seorang tokoh laki-laki pendek pakai topi sedang bersalaman dengan sekelompok anak-anak TK. Foto yang satunya lagi dia sedang bersalaman dengan anak-anak SD. Siapa tokoh itu? Kenapa dia -maksudnya foto dirinya- sampai ada di setiap angkot MK, atau bahkan di seluruh angkot Malang? Pasti ada sesuatu di balik semua ini. Memang iya. Semua pasti ada maksudnya. Aku kenal siapa tokoh itu. Setiap orang di Malang ini tahu siapa dia. Dia adalah Drs. Peni Suprapto, M.AP yang notabene adalah walikota malang.
Terus, kalau walikota kenapa?
Ya.. gapapa sih. Aku kan Cuma mau nulis apa yang membuatku tertarik. Dan tadi aku tertarik dengan tulisan yang ada di stiker yang ditempel di angkot itu.
Kembali ke masalah kata-kata di stiker. Dari mana datangnya ide bahwa Drs. Peni Suprapto, M.AP adalah ebes-e (bapaknya-Pen) kota Malang? Apakah itu benar? Apakah sudah terbukti? Bisakah aku percaya begitu saja bahwa dia adalah bapaknya kota Malang hanya dengan melihat dia telah bersalaman dengan anak-anak TK dan SD? Terus terang aku tidak percaya. Yang aku percaya dia adalah walikota.
Timbul dengan spontan dalam pikiranku setelah itu. “Oh iya, sebentar lagi kan pergantian walikota”. Jadi tulisan-tulisan baik-baik akan mudah kita jumpai. Baik belum tentu benar lo.. setelah aku merenung, dengan spontan pula aku menyimpulkan bahwa itu hanya usaha mencari dukungan atau kampanye “dini”? Coba lihat dan rasakan isi stiker itu apakah benar begitu? Apakah kita hanya cukup melihat dan membacanya? Aku rasa tidak. Kita harus memikirkannya dan dengan seksama memaknainya. Karena apa yang terlihat bukanlah seperti yang terlihat, tapi ada makna tersembunyi. Yaitu sebuah POLITIK.

2. Inspirasi kedua yang aku dapat saat diangkot adalah bahwa semua orang ingin menunjukkan yang terbaik tentang dirinya. Semua hanya bertujuan agar dia dianggap penting (dihargai) oleh orang lain. Didepanku ada seorang wanita muda. Dia duduk pas didepanku. Mungkin dia heran melihatku kelihatan seperti orang aneh. Karena waktu itu aku sedang memegang buku dan kemudian menulis. Aneh karena didalam angkot menulis dengan serius seakan tidak terganggu. Seakan tidak menghiraukan orang disekitarku, aku terhanyut dalam entah khayalanku atau pikiranku atau inspirasiku ah aku tidak tahu.
Aku perhatikan wanita muda itu. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya juga tidak hitam-hitam amat. Cuma ada yang mencolok. Yaitu wajahnya dengan tangannya. Eh, bukan tangannya, tapi lehernya (weh... sampai ke leher segala..). sebenarnya aku pengen tertawa saat melihatnya. Tapi karena malu dan pastinya tidak sopan maka aku tahan. Aku tertarik dengan leher dan wajah wanita itu. Tertarik karena warna kulitnya tidak sama. Hal ini disebabkan oleh Dempul (make-up) pada wajah yang berlebihan. Bagiku dia mempunyai tujuan baik yaitu agar tidak malu-maluin didepan orang lain, pengen tampil maksimal, tapi malah sebaliknya. Dia kelihatan lucu bagi siapa saja yang melihatnya. Telepas dari lucu atau tidak, wanita tersebut pasti punya maksud yang baik. Kenapa aku bilang baik? Karena ini berhubungan dengan dirinya. Atau lebih tepatnya karena ini berhubungan dengan harga dirinya. Dia ingin dihargai.

3. Akan aku ceritakan tentang seorang ibu dengan dua anaknya. Mereka berjalan. Mereka berjalan jauh. Ibu muda setengah tua itu menggendong anaknya yang masih balita. Kira-kira tiga tahun umur anaknya yang digendong itu. Yang satunya sudah lumayan besar. Kira-kira berumur sebelas tahun. Mereka berjalan dari arah pasar Madyopuro menuju ke selatan ke arah Turen. Dari dalam angkot yang berhenti menungu penumpang penuh, aku perhatikan mereka. Perasaan iba langsung menyerangku. Bagaimana tidak, ibu itu berjalan tidak sempurna. Seakan kakinya yang kanan lebih panjang dari pada kakinya yang kiri. Sehingga waktu berjalan akan kelihatan -maaf- lucu. Mereka aku kira akan naik angkot bersamaku. Ternyata tidak. Mereka melewati angkotku yang sedang berhenti tadi.
Setelah melewati angkot berhenti yang aku tumpangi, aku tidak memikirkan ibu dengan anaknya tadi. Aku terus mencari inspirasi apa yang bisa aku tulis. Sampai pada akhirnya angkot yang aku tumpangi tersebut berjalan menuju ke arah Turen yang juga menuju ke arah pasar Besar. Lima menit angkot berjalan, belum ada sesuatu yang mengusik hatiku. Sampai secara tidak sengaja didalam angkot yang berjalan itu aku melihat kebelakang. Aku melihat ibu dengan dua anaknya tadi masih berjalan. Ah, mereka sudah berjalan jauh. Terakhir aku melihat mereka lima belas menit yang lalu. Mereka kelihatan lelah. Aku bertanya-tanya kenapa mereka tidak naik angkot saja? Kan lebih cepat dan tidak lelah. Entah lah. Pasti mereka punya alasan. Aku hanya kasihan melihat mereka yang berjalan jauh. Apalagi dengan kondisi ibu itu yang berjalan sedikit -maaf lagi- pincang. Aku terus berfikir. Aku kasihan pada mereka. Apa mereka tidak punya uang cukup untuk naik angkot? Aku tidak tahu.

4. Setiap manusia mempunyai relnya sendiri-sendiri. Tuhan sudah menentukan jalan hidup kita. Kita harus menjalaninya dengan senang atau tidak senang. Itu sudah jatah kita.

5. Apa bedanya naik sedan dengan naik angkot dan truk, dan jeep, dan motor? Apa bedanya? Apakah sama saja? Kalau sama mengapa harganya tidak sama?

6. Antena berlomba-lomba tinggi. Mencari apa? Apa sama dengan manusia? Menuju kearah barat atau arah pasar besar atau klenteng, setelah melewati daerah pemakaman Jodipan atau yang lebih dIkenal dengan jalan Muharto, angkot yang aku tumpangi melewati sebuah jembatan yang landai kebawah. Itulah uniknya di Malang. Hampir semua jembatan yang aku jumpai pasti landai kebawah. Beda dengan di daerahku, Tulungagung. Kebanyakan jembatannya rata dengan jalan. Tidak ada turun naik. Waktu melewati jembatan itu aku melihat banyak rumah berjajar, eh bukan berjajar tapi berdesakan tidak karuan. Yang lebih menarik lagi adalah hampir setiap rumah memasang tiang bambu atau pipa besi sebagai penyangga antena TV mereka. Tiba-tiba muncul pertanyaan bodoh. Antena-antena itu berlomba-lomba tinggi. Mencari apa? Dari pertanyaan ini orang bodohpun akan tahu jawabannya, yaitu untuk dapat sinyal yang bagus. Lalu timbul pertanyaan yang lebih dalam lagi; apakah tujuan antena-antena itu sama dengan manusia?
Tujuan apa? Coba cari sendiri.

7. Bagi tukang angkot mundur berarti cari penumpang. Bagi kita?

8. Banyak cara mendapatkan uang. Selama mau kreatif dan berusaha. Pikiran ini muncul saat aku melihat ibu penjual gorengan, pakai gerobak dorong di dalam pasar besar Malang yang sesak.

TERNYATA JEPANG SI....

Jum’at, 9 November 2007
Aku baca novel “PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER” karya Pramoedya Ananta Toer. Belum selesai aku baca novel ini. masih sampai bab lima. sejauh ini aku bisa mengambil sikap sementara, bahwa Jepang itu kejam. Sangat kejam. Selama ini aku yang tertarik dengan kebudayaan Jepang yang tinggi, sehingga aku menjadikan Jepang sebagai salah satu negara faforitku untuk aku datangi jika aku dapat kesempatan.

Rasa kagumku seakan berkurang. Jepang sudah benar-benar tidak berperasaan dan tidak layak disebut manusia. Mereka sangat kejam. Mereka mengambil para gadis untuk dijadikan budak nafsu mereka. Mereka menjadikan para perawan kedalam pelacuran. Tidak bertanggung jawab.

Dalih mereka cukup jitu, yaitu dengan mengiming-imingi sekolah gratis ke Tokyo dan Singapura(Shonanto). Hal ini tidak disiarkan ke surat kabar. Tapi lewat mulut ke mulut. Banyak yang menjadi korban, diantaranya anak para pejabat. Mulai dari anak bupati, kepala desa dan pamong-pamong serta perangkat desa dan orang-orang yang punya kedudukan di masyarakat.
Kenapa kebanyakan mereka anak orang-orang yang terhormat pada masanya? Karena pada masa itu semua perangkat pemerintahan harus tunduk pada Jepang. Militer memegang kendali yang besar. Bisa aku bayangkan bagaimana rasanya mengalami hal yang sangat berbeda dari keingingan. Tidak heran jika banyak diantara mereka yang ingin bunuh diri. Ah.. Jepang sialan. Jepang sialan.

LOVE GENERATION

Jum’at, 5 Oktober 2007
Kudengar lantunan nada ini. Lembut menenangkan jiwa. Menenangkan pikiran. Membawaku dalam imajinasi indah tak terlupakan. Entah apa itu. Damai...... tenang.... teduh.... jiwaku saat aku ikuti lantunan nada satu demi satu.

Saat tiba pada klimaks, suasana seakan gemuruh bergetar kacau. Namun lambat laun kembali tenang menyejukkan jiwa hati. Dan akhirnya berhenti dalam damai yang pasti dan ikhlas yang puas.

Aku suka dengan ini. “LOVE GENERATION”. Menyapaku dalam ketidak sengajaan yang indah. Sekali lagi aku terlena... terlena akan indahnya lantunan nada. Hatiku tenang, sejenak kulupakan masalahku, amarahku, emosiku, dan semua yang menggangguku. Hanya satu bagiku; menikmati indahnya suara merdu dari ketrampilan tangan mahir. Aku kagum akan ini.
Trima kasih tuhan...

1.06.2009

AKU TERKEJUT

Minggu, 21 Oktober 2007
Sekarang jam 8:18 pagi. Kemarin pak kos mengadakan reuni dengan teman temannya alumni ITS Surabaya. Banyak makanan, banyak orang, banyak mobil, banyak anak kecil. Semua jadi satu dalam suasana kos yang tiba-tiba ramai tidak seperti biasanya. Aku kenyang. Aku kenyang aku kenyang. Itulah kiranya kata yang pas untuk digambarkan oleh seorang anak kos.

Masih terus aku mencari jati diriku yang sebenarnya. Akan terus seperti ini. mencari dan mencari. Karena aku manusia, dan manusia mempunyai sifat dinamis yang tidak konstan. Sangat mudah terpengaruh. Itulah manusia. Pada dasarnya manusia saling mempengaruhi.
Ingin bukti? Coba.

Coba kita tersenyum pada orang yang tidak kita kenal. Sangat mungkin sekali dia akan tersenyum juga pada kita. Itu contoh kecil dan sederhana kalau manusia itu saling mempengaruhi.
Prinsip, ideal. Aku sangat suka dengan kata itu. Bagiku orang yang berprinsip pasti idealis. Dia kuat akan sesuatu yang berpotensi mempengaruhi. Dia akan tetap pada apa yang dia yakini dan putuskan untuk dia jalani. Aku tidak tahu apakah aku orang yang idealis atau bukan. Mungkin bukan. Ah mungkin iya.

Lama aku tidak menggunakan otakku untuk berfikir. Selama ini aku hanya ikut arus, ikut pada apa yang aku inginkan. Aku akan berubah menjadi orang yang jelas. Jelas pikirannya, jelas tujuannya, dan jelas hasilnya. Sulit memang jika sudah terjerumus pada situasi malas. Kita akan terus terlena pada perasaan enak akan males kita. Padahal kita rugi karena tidak menggunakan waktu dengan sebaik baiknya. Kita tidak sadar itu.

Pernah aku membuat grafik kegiatan yang berguna dan tidak berguna setiap hari. Tentunya aku bandingkan hasilnya. Dari situ aku tahu, setiap hari waktu yang benar benar aku manfaatkan hanya sekitar 5 jam. Selebihnya aku gunakan untuk menuruti keinginanku yang tidak berguna.
Coba bayangkan,
sehari 5 jam,
sebulan 5 x 30 = 150 jam = 6,25 hari padahal sebulan ada 720 jam = 30 hari.
Setahun 150 x 12 = 1800 jam = 75 hari padahal setahun ada 8640 jam = 360 hari
Dari penghitunagn diatas, kita bisa membayangkan, setiap bulan kita membuang 24 hari kita untuk hal yang sia-sia. Dan dalam setahun kita membuang 285 hari dengan sia-sia pula. Bisa kita katakan 9,5 bulan dalam setahun terbuang sia-sia.
KALAU BEGINI, APA KITA PANTAS DISEBUT
M A N U S I A ???

APA ITU NAFSU?

Manusia memang tidak pernah merasa puas. Rasa puas yang mereka rasakan hanyalah sebuah awal untuk mendapatkan rasa puas lain yang lebih. Ini merupakan penjelmaan nafsu. Dan manusia memang sudah mempunyai ini sejak lahir.

Banyak yang berusaha menghilangkan nafsu. Ketika mereka hidup dengan dominasi nafsu, maka hati mereka akan berkata; “aku akan membuang nafsu ini jauh-jauh. Aku akan hidup tanpa nafsu, karena nafsu menjerumuskan.” Itulah kiranya kalimat yang paling umum diucapkan oleh mereka yang terjebak dalam belenggu nafsu.

Tapi, Apakah anda tahu, bahwa kita tidak seharusnya menghilangkan nafsu kita. Kita cukup mengendalikannya. Kasus diatas adalah sangat sering terjadi. Apakah dengan menghilangkan nafsu semua akan selesai? Menurutku bisa-bisa hanya akan menambah masalah. Perlu kita ketahui, nafsu itu tidak hanya sesuatu yang mempunyai makna negatif, melainkan juga hal yang positif. Bagiku nafsu adalah semangat.
Mau bukti?

Pernah dengar orang yang menginginkan sesuatu dengan sangat apa tidak? Suatu saat dia mempunyai kesempatan untuk mewujudkan keinginannya itu. Baginya hal itu adalah saat yang tidak boleh disia-siakan. Maka dia dengan bersemangat melakukan apa saja agar yang diinginkannya tercapai. Imbasnya, teman temannya berkomentar;
“anda kok bernafsu sekali sih untuk mendapatkan itu?”

Mari kita garis bawahi kata bernafsu. Temannya menilai dia terlalu bernafsu untuk mencapai mimpinya. Padahal dia tidak merasa demikian. Dia hanya merasa bersemangat. Iya.. dia merasa bersemangat untuk mencapai mimpinya.

Dari sini aku menyimpulkan, bahwa semangat tidak jauh bedanya dengan nafsu. Untuk itu, jangan hilangkan nafsu kita. Kita cukup mengendalikan nafsu kita.
Itu intinya.

DASAR KEINGINAN MANUSIA

Keluarkan semua apa yang anda rasakan. Entah apa itu baik, buruk, penting, tidak. Yang utama sekarang anda mengeluarkan apa yang anda rasakan dalam sebuah tulisan. Jangan dipikirkan apakah tulisanmu bagus atau tidak. Jangan pikirkan tulisanmu layak untuk dibaca atau tidak. Tapi pikirkan seberapa cepat anda mentransfer apa yang anda pikirkan kedalam sebuah tulisan. Seberapa tajam anda meggambarkan dan menyuguhkan perasaanmu ataupun pikiranmu.

Sering ketika aku lagi sedih atau marah, perasaan lebih mudah untuk dIkeluarkan. Bebas terasa, saat pikiran dan perasaan mengalir lewat kata-kata yang terbentuk dalam tulisan. Puas akan tercapai saat rasa kita sudah tercapai, atau apa yang kita rasakan sudah tercurah dalam tulisan. Bangga pada diri kita sendiri sering muncul, dan rasa tidak percaya akan kemampuan kita yang baru saja kita capai seakan terngiang-ngiang dalam benak kita yang sedang tersenyum.

Tapi ingat..! jangan sombong!
Sombong tidak akan membawa kita ke surga. Sekecil apapun rasa sombong itu.

Masalahnya, kita sulit untuk tidak sombong. Sombong sudah menjadi bagian dari hidup kita. Walaupun kita sudah berusaha untuk menghilangkannya, nyatanya selalu ada rasa sombong dalam diri kita.

Dasar manusia..! Karena manusia punya hasrat untuk menjadi penting, maka dia cenderung untuk merendahkan orang lain. Dia cenderung untuk sombong. Hal ini yang harus kita hindari. Karena hanya akan merugikan kita sendiri.

Tidak bisa kita pungkiri, rasa menjadi penting ada dalam jiwa kita. Bahkan pada diri orang gila sekalipun rasa menjadi penting itu ada. Rasa ini memberikan ketenangan dan kepuasan. Entah kepuasan itu nyata atau tidak. Yang pasti hampir semua orang ingin menjadi penting. Itu intinya dari semua ini.