10.27.2009

INDAHNYA PAGI SEKALI

12 Oktober 2009, 5:26:29

Bangun pagi membuat diri siap menghadapi hari. Tak ada rugi, malah tambah untung. Pekerjaan bisa dikerjakan lebih awal. Pelajaran bisa lebih masuk saat dipelajari. Badan jadi tambah sehat bisa menghirup udara segar yang alami tanpa bau asap kendaraan. Pikiran bisa tenang karena siap menghadapi hari. Akhirnya, beruntunglah orang yang bangun pagi. Sama sekali tidak ada rugi.

Beda dengan yang bangun kesiangan. Pikiran tak karuan, tergesa-gesa, takut menghadapi hari karena semua belum selesai. Yang ada hanya pesimis. Akhirnya gagalah orang yang bangun kesiangan. Sungguh kebiasaan yang merugikan.

Tidakkah bisa dipikirkan?
Indahnya suasana pagi, dingin udara dengan oksigen murni menyapa kulit. Dingin terasa, semilirnya menenangkan pikiran, jiwa dan hati.
Belum ada bising, belum ada angin. Semua masih terlelap. Indah sekali. Marilah curi keindahan ini.
Mumpung masih ada waktu.

Biasakanlah bangun pagi.
.
.

HUJAN

11 Oktober 2009, 19:11:43


Sore ini mulai hujan deras. Sebelumnya hanya mendung tanpa hujan. Saat melihat air jatuh ke tanah, kenangan masa lalu muncul. Sensasi kedamaian dan kesendirian yang sulit diungkapkan menyapa jiwa yang kering. Kembali hati basah. Rasa basah, dan pikiran ikut basah.

Bau tanah basah, bau genteng basah memberi kebahagiaan. Ketenangan, kebahagiaan, dan rasa aman. Bau itu juga yang membawa ke suatu tempat khayalan, antara setengah nyata dan tidak, bahwa diri berada di suatu tempat asing yang damai dan tenang. Jauh tidak terjamah. Tiada masalah dan gelisah.

Saat mendung menyelimuti bumi, dan air turun dengan soraknya, seakan waktu ini terhenti. Pohon-pohon khidmat menikmati siraman langit yang tiada tara. Tak ada angin, hanya pohon-pohon terpaku dalam senyum pengharapan. Begitu juga dengan diri. Terpaku melihat kenikmatan dari Tuhan untuk disyukuri.

Lena ini tak bisa ditolak. Begitu damai, tenang, dan membahagiakan. Tiada bosan diri mengulangi kata-kata itu. Damai, tenang dan membahagiakan.
Jangan bersedih....
Tuhan tidak kejam.
Dia maha penyayang.

Semoga besok hujan lagi. Agar diri bisa mengenang masa kecil yang damai, tenang dan bahagia.
Hujan itu indah. Karena hujan anugerah.
Syukurilah....
.
.

MOHON SABAR

10 Oktober 2009, 15:32:48


Sekali lagi sabar harus ada pada diri. Rasanya ingin sekali memukul orang itu jika ingat apa yang dilakukan. Di depan baik, tapi di belakang menikam. Bagaimana seharusnya berhubungan dengan orang seperti itu. Diladeni tambah menjadi, diberi hati tambah tidak menghargai.

Kembali lagi sadar sebagai manusia biasa harus menjadi obat jitu untuk mengurangi kecewa. Serahkan kepada pencipta yang tahu semua apa yang akan terjadi. Kita serahkan saja dan ikhlaskan. Toh jika memang dia berbuat salah ke kita nanti juga akan dibalas oleh Tuhan. Jangan kawatir, Tuhan kan maha adil akan segalanya. Kita hanya perlu bersabar.

Balasan Tuhan tidak bisa dipastikan dalam bentuk apa. Kita hanya perlu yakin saja Dia akan membalas kepada orang itu.

Marilah memohon ampun dan petunjuk serta kesabaran pada-Nya.

Pasti bisa cobaan ini dihadapi, kemudian jalani dengan sabar dan usahakan ikhlas. Tidak ada yang bisa mendahului kehendak Tuhan.

Tidak patut manusia memvonis sesuatu yang belum tentu terjadi kepada kita dan orang lain. Biarlah Tuhan yang menentukan.

Sabar....


.
.

8.16.2009

PESAN ALM. PAKPUH SLAMET ENDRIYONO.


Catatan: Pak Puh Slamet adalah salah satu inspirasi bagi keluarga besar beliau. 3/4 Kesuksesan dunia sudah diraih. Khususnya dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Nama yang sering muncul dalam buku-bukunya adalah Kol.Purn. Drs. Slamet Endriyono MBA, MM, Ph. D.

Dibawah ini adalah pesan terakhir kepada kami (saya dan adik saya) saat berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah 28 Juni 2008. Catatan tambahan dari saya sendiri ditulis dengan huruf miring (bukan yang dikatakan Pakpuh saat itu), termasuk kesimpulan.

Tulisan ini saya khususkan kepada keluarga besar Mbah Djayus selaku kakek kami tercinta. Semoga bermanfaat.


TENTANG CARA BELAJAR.

Cara menghafal ada tekniknya.

Praktek mengajar tanpa siswa.

Persiapan yang matang

Saya harus lebih baik dari semua orang yang bukan S1

Kalo tidak ya apa bedanya S1 dengan yang bukan

Nantinya seorang laki-laki harus jadi orang yang penting, jadi orang yang mandiri.

Maksudnya harus bisa mencari sandang pangan papan.

Juga harus ada dukungan spiritual dari diri sendiri.

Sholat yang bagus, tahajud yang bagus, berdoa yang bagus.


DULU WAKTU MAHASISWA.

Ngepel, makelar batik, nyapu, nimba, makelar pakaian, makelar senapan, makelar kelapa. Jadi, semua tergantung lingkungan teman – teman yang ada. Jadi, semua pekerjaan tidak perduli kasar alus dilakoni saja, wong orang desa ae kok.

Itu karena pengen melihat masa depan.

Pak puh dulu hanya berfikir “saiki ki aku ki anak e wong tani, saya harus melepas struktur saya, dari orang tani menjadi bukan orang tani”. Kalau jadi orang tani walaupun pas dibawa itu tanahnya luas, kalau sudah dibagi-bagi nanti gak cukup.gitu lo.

Podo karo kowe saiki, kalau pengen jadi petani ngandalne tanah e warisan wong tuwo, ora iso urep kowe biar jadi buruh aja di kampong. Kan gak mau begitu. Harus jadi lebih baik lagi.

Semua itu pengalaman.


KETERLIBATAN CEWEK DALAM BELAJAR DAN BEKERJA

Apa kalau sudah begini ini kita harus nyirik cewek? Enggak.. tetep aja ada.

Jadi seperti yang saya bilang tadi THREE SUCCESS.

Sukses study,

Sukses pekerjaan,

Sukses cewek.


TERKENDALI

Kendalinya adalah Iman

(Control ourselves with faith. Because faith forms heart, heart forms mind, mind forms habit, habit forms attitude, attitude forms personality, personality forms image, image forms ….? I do not know yet)


OLAHRAGA

Energi yang jahat energi yang negative itu hilang karena kita olahraga.

Pakpuh saleh dulu orang yang pinter.

Karena tidak ada yang mengarahkan, jadi tidak tahu harus meneruskan kemana.

Pakpuh saleh dulu juara badminton kecamatan.

(Pakpuh Slamet agak beruntung. Setelah lulus SD oleh gurunnya didaftarkan ke SMP, dst. Maksudnya ada yang mengarahkan.)


SEMUANYA MEMBAWA MARTABAT KELUARGA.

Jangan sampai SEKOLAH TIBAKE NGONO TOK AE.

(Menurut saya, memang kita harus membuat martabat keluarga kita lebih baik. Sudah jauh-jauh pergi meninggalkan rumah menuntut ilmu atau bekerja, jangan sampai membuat martabat keluarga tambah buruk. Kasihan orang tua yang sudah berjuang untuk kita, berkorban pikiran dan uang, bahkan mungkin harga diri.

Untuk anak, apa yang tidak? Ini yang saya lihat dari bapak saya, dan tentunya dari orang tua anda sendiri.)


SEMUA DATANGNYA TIDAK UJUG-UJUG.

Ada perjuangan jangka lama. Orang sekarang, terutama orang kota tidak berfikiran seperti itu. Pengen segera, sukses, cepet, mana ada, wong semua urut-urutan kok.

Ibarat seorang juru hitung mulai dari kesatu trus, kedua, ketiga gitu. Gak ada yang kesatu, kesepuluh, trus ke duapuluh tuju.

Deret ukur itu kan gak semua orang, gitu itu orang-orang jenius-jenius. Kita biasa saja ndak perlu membuat kesulitan.


BIDANG KERJA

Tapi, misale kowe neng bahasa inggris,

kamu harus membuktikan bahwa my English is the best.

Itu harus dipegang.

Misalnya mengenai translet, aku yang tahu.., gini lo prononsisennya itu.., gini lo gremernya yang betul.., salah itu.., bahkan kalo bisa mengalahkan orang luar sendiri, wong inggrisnya begitu aja.

Harus in mind semuanya.

Jadi kalo nanti berdialog sama orang barat, orang jawa dengan bahasa inggris

Harus tahu semuanya.

Tidak ada kata eeee, eeeeee,


JANGAN RENDAH DIRI.

HARUS PERCAYA DIRI.

Contoh: tukul, dia tidak pinter, tapi percaya diri.

Untuk melatih percaya diri adalah harus menguasai semuanya.

Harus mampu.

Harus bisa.

Kita harus bergerak.

Jangan diam.

BIASAKAN NULIS BAHASA INGRIS DALAM BANYAK HAL.

SEMANGAT NAIK TURUN, SOLUSINYA HARUS SELALU DIJAGA.

BERARTI KITA HARUS SELALU SADAR UNTUK TETAP MENJAGA SEMANGAT.

PAGI HARUS SARAPAN.

KARENA UNTUK MENJAGA ENERGI BERFIKIR.

HARUS ADA ENERGINYA.

PUASA BOLEH, TAPI JANGAN SAMPAI MENGGANGGU BERFIKIR KITA.

BAGAIMANA KITA MENGHADAPI SESUATU?

ITU TERGANTUNG DARI KITA.


CARA MEMOMPA SEMANGAT SAAT MELIHAT TEMAN KAYA YANG FOYA-FOYA

BEN, KOWE SAIKI NGONO.

TAPI DELOK EN MBESUK, KOWE AREP TAK SALIP.

KOWE NGONO KAN TEKO WONG TUWAMU.

(Dulu, waktu kuliah pakpuh hanya punya baju dua potong untuk dipakai seminggu, sedangkan teman-teman beliau kuliah hampir setiap hari ganti baju. Mereka ke kampus naik sepeda motor, beberapa ada yang naik mobil. Pakpuh ke kampus naik sepeda pancal. Sehingga di hatinya timbul pernyataan BEN, KOWE SAIKI NGONO.TAPI DELOK EN MBESUK, KOWE AREP TAK SALIP.KOWE NGONO KAN TEKO WONG TUWAMU.

Artinya: gapapa.. sekarang kalian begitu. Hidup serba cukup dan tidak mengalami kekurangan. Sehingga kalian bisa pamer dan ujung-ujungnya sombong seperti itu. Tapi, kalian lihat nanti. Kalian akan aku salip. Aku akan bisa lebih berkecukupan dari kalian. Kalian seperti ini sekarang kan karena orang tua kalian yang kaya. Tidak layak bangga karena harta orang tua.)


DALAM BERORGANISASI

KITA HARUS MENCIPTAKAN SESUATU.

BUKAN OBJEK, TAPI KITA HARUS JADI SUBJEK.

(Kalau tidak salah pernah jadi ketua BEM/ UKM)

UNTUK PUNYA KEMAMPUAN HARUS BELAJAR.


PENGGUNAAN WAKTU

ADA WAKTU KOSONG JANGAN DIPAKAI UNTUK SENANG-SENANG.

ITU BAIK, TAPI KITA HARUS SELALU BERFIKIR, BELAJAR TIADA AKHIR, BEKERJA TIADA AKHIR.

HARUS PRODUKTIF.

KESIMPULAN AWAL:

I WILL BE A PRODUCTIVE PERSON.

I WILL NOT JUST KEEP SILENT AND DO

WHAT I WANT WHICH IS NOT IMPORTANT.

I WILL BE A SUCCEESSFUL PERSON.

AND WILL NOT BE AN OBJECT, BUT I WILL BE A SUBJECT.

GIVE IDEA AND SOLUTION TO MY ENVIRONMENT.

STUDY AND WORK HARD

Bersambung. (ini masih seperempat bagian)

7.04.2009

SEJARAH TULUNGAGUNG


Dalam Bahasa Kawi, Tulungagung berarti ‘sumber air besar’. Tulung berarti sumber, dan agung berarti besar. Dulunya merupakan daerah kecil yang terletak di sekitar tempat yang saat ini merupakan pusat kota (alun-alun).

Tulungagung adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Tulungagung dibatasi oleh Kabupaten Blitar di sebelah timur, Kabupaten Trenggalek disebelah barat, Kabupaten Kediri di sebelah utara dan Samudra Hindia di sebelah selatan. Secara administratif, Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan. Kecamatan tersebut adalah Bandung, Besuki, Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pakel, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggung Gunung, Tulungagung.

Secara topografik, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan.

Dulunya, Tulungagung merupakan daerah yang berawa-rawa, yang terkenal dengan nama Bonorowo/ngrowo (rowo=rawa). Bekas rawa-rawa tersebut kini menjadi wilayah kecamatan Campurdarat, Boyolangu, Pakel, Besuki, Bandung, Gondang. Dalam prasasti Lawadan, terletak di sekitar Desa Wates Kecamatan Campurdarat, dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa” yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M disebutkan bahwa Raja Daha yang terakhir yaitu Sri Kretajaya merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha. Tanggal tersebut kemudian digunakan sebagai hari jadi Tulungagung. Pada Prasasti Lawadan dijelaskan juga tentang anugrah Raja Kertajaya berupa pembebasan dari berbagai pungutan pajak dan penerimaan berbagai hak istimewa kepada Dwan Ri Lawadan Tken Wisaya, atau dikenal dalam cerita sebagai Dandang Gendhis. Di jaman majapahit, Bonorowo dipimpin oleh seorang Adipati yang bernama adipati kalang. Adipati kalang tidak mau tunduk pada kekuasaan Majapahit, yang berujung pada invasi Mojopahit ke Bonorowo. Adipati kalang dan pengikutnya yang berjuang dengan gagah berani akhirnya tewas dalam pertempuran didaerah yang sekarang disebut Kalangbret dikecamatan Kauman.

Di Jaman penjajahan jepang, Tulungagung dijadikan base pertahanan jepang untuk menangkal serangan sekutu dari australia serta sebagai benteng pertahanan terakhir untuk menghadapi serangan dari arah utara. Pada masa itu ratusan ribu romusa dikerahkan untuk mengeringkan rawa-rawa Tulungagung membuangnya ke pantai selatan dengan membuat terowongan air menembus dasar gunung Tanggul, salah satu gunung dari rangkaian pegunungan yang melindungi Tulungagung dari dasyatnya ombak pantai selatan, yang terkenal dengan sebutan terowongan ni yama. Terowongan tersebut sekarang dijadikan PLTA Tulungagung.

Sentra industri dan makanan

Tulungagung sekarang terkenal sebagai sentra industri kerajinan marmer dan batu onyx. Sentra industri ini terdapat di selatan Tulungagung, terutama di Kecamatan Campurdarat, yang di dalamnya banyak terdapat perajin marmer. Batu-batuan marmer dan onyx tersebut selain bersumber dari Tulungagung sendiri, juga di datangkan dari daerah lain, seperti Bawean, sebuah pulau yang masuk wilayah kabupaten Gresik. Bawean dikenal sebagai pemasok batu onyx yang memiliki kualitas baik dan relatif lebih tua dari segi usia.

Selain industri marmer, di Tulungagung juga tumbuh dan berkembang berbagai industri kecil dan menengah yang kebanyakan memproduksi alat-alat/perkakas rumah tangga. Seperti batik dan konveksinya, bordir Garmen, busana muslim, sprei, sarung bantal, rukuh dan sebagainya. Di Kecamatan Ngunut terdapat industri peralatan TNI dengan standart NATO seperti tas ransel, sabuk, dan lainnya. Begitu juga makanan ringan seperti kacang atom dan lain-lain.

Selain itu, juga terdapat banyak makanan khas Tulungagung. Makanan tersebut barangkali tak akan mudah di temukan di daerah lain, seperti: lodho ayam, nasi pecel, sompil, dan jajanan semisal kacang Shanghai, geti, jongkong, ireng-ireng, sredeg, cenil, plenggong. Ada juga minuman khasnya, seperti: kopi cethe, wedang jahe sere, dawet camcao, rujak uyub, dan beras kencur.

Cerita Wisata dan Seni

Sebenarnya, Tulungagung memiliki banyak potensi pariwisata yang bisa diandalkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Sayangnya, masih banyak potensi pariwisata yang belum tergarap secara baik oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, industri pariwisata di Tulungagung cukup berkembang dengan objek wisata andalan seperti Pantai Popoh yang terletak di Kecamatan Besuki.

Tulungagung diuntungkan dengan letak geografis yang berada di tepi Samudera Hindia, sehingga memiliki banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi selain Pantai Popoh, di antaranya Pantai Sidem, Pantai Brumbun, Pantai Sine, Pantai Molang, Pantai Klatak, Pantai Gerangan, dan Pantai Dlodo.

Selain objek wisata pantai, Tulungagung juga memiliki objek wisata alam lain, di antaranya Air Terjun Lawean di Kecamatan Sendang, Coban Alam di Kecamatan Campurdarat, Gua Selomangleng di Kecamatan Boyolangu, serta Gua Pasir di Kecamatan Sumbergempol. Di utara Tulungagung, objek wisata alam yang terkenal adalah Pesanggarahan Argo Wilis, Perkebunan Teh Penampean, serta Bendungan Wonorejo.

Beberapa situs peninggalan zaman baheula berupa candi menjadi pelengkap obyek wisata di Tulungagung, seperti Candi Gayatri yang terdapat di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau.

Di bidang seni, Tulungagung memiliki beberapa kesenian khas yang bisa dijadikan magnet untuk mengangkat pariwisata Tulungagung, di antaranya: Jaranan sentherewe , Reog Tulungagungan, Tiban, Jedor, Kentrung, Manten Kucing. Kesenian jaranan dan reog tulungagungan bahkan mendapat dukungan yang luas dari mayoritas masyarakat Tulungagung untuk maju dan berkembang.

Berbeda dengan reog Ponorogo, reog Tulungagung tidak dilengkapi dengan dadak merak. Sebuah sumber mengatakan reog Tulungagung biasanya terdiri dari 6 orang penari dengan membawa dan menabuh kendang. Masing-masing diiringi dua kenong dengan dua nada dan satu gong.

Kelompok-Kelompok Kesenian Tulungagung biasanya memproduksi VCD kesenian mereka secara indi label. Sehingga kalau ada yang menginginkan referensi tentang kesenian-kesenian di Tulungagung, bisa dengan mudah mendapatkannya di pasar-pasar daerah, seperti pasar tulungagung.

Ketoprak ‘Siswo Budoyo’ adalah contoh kelompok kesenian asli Tulungagung yang dulu sangat terkenal dan cukup melegenda. Namun, seiring perjalanan waktu kelompok kesenian ini pun akhirnya surut. Sampai kini belum ada yang bisa menggantikannya. (dari berbagai sumber)

Khalid Wahyudin, Bumi Pasir, Maret 2008

RAJA YANG RELA MENJADI TUKANG KEBUN


Ibrahim bin Adham adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh karena kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membawa ketenangan kepada jiwanya, baginda raja akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa dengan mengambil upah sebagai tukang kebun.

Kebun yang dijaga oleh baginda itu ada banyak pohon delimanya. Dia menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun dan meminta Ibrahim membawakan sebuah delima yang masak dan manis. Ibrahimpun segera ke pohon-pohon delima untuk mencari buah delima yang paling masak.

Ketika tuannya merasakan buah delima tersebut, wajahnya berubah mengernyit. Kemudian berkata “Wahai Ibrahim, tolong bawakan kepadaku sebuah delima lagi yang lebih manis” sekali lagi Ibrahim mencari buah delima yang lain tanpa mengetahui mengapa tuannya menyuruh dia membawakan sebiji lagi.

Setelah buah kedua yang diberikan kepada tuannya itu dicoba dirasakan, dengan spontan buah itu dibuang oleh tuannya.

Tuannya marah karena buah yang kedua ternyata masih masam juga. “ Wahai Ibrahim, heran sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan yang manis?” tanya tuannya dengan kasar.

Lalu Ibrahim menjawab dengan suara yang lembut dan sopan, “Tuanku, bukankah saya ini diberi tugas untuk menjaga kebun supaya senantiasa subur dengan buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi keizinan kepada saya untuk merasa buahnya”

Betapa terkejut tuannya itu mendengar jawaban Ibrahim. Dia tidak menduga betapa besar sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu.


Sumber; Majalah Pahingan Tasawuf Plus “AFKAAR”, edisi 91/juni/2009/hal 44.

KOMENTAR

Duh gusti, seandainya semua pegawai di semua instansi dan apapun tempat dia bekerja seperti Ibrahim, pasti Indonesia tidak butuh KPK. Atau bahkan tidak tahu apa KPK itu. Karena tidak pernah ada.

Korupsi memang seperti sirup. manis dan membuat ketagihan. Melakukannya bisa dengan cara mudah, enteng. Seenteng selembar kertas. Lha wong tinggal mgoret-ngoret kertas alias tanda tangan saja. Duit datang sendiri.
Korupsi kuwi podho karo nilep.
Podho karo ndelekne, teros diuntal alias diemplok. Mboh ngemplok e bareng-bareng utowo ijen jeneng e yo pancet korupsi.


Elingo ae he wong sing tau korupsi.. (termasuk sing nulis)

Mboh kowe pejabat utowo buroh utowo kuli, bupati, polisi, PNS, swasta, pelajar, mahasiswa lan kabeh liyo liyane.

Intine, mulai teko wong cilik sampek wong gedhe.
Elingo ae yoo..
Gusti Alloh maha adil.
Mesti enek balesan e mbesok. Mboh neng ndonya utowo aherat.
Tunggunen ae.
(sing neng ndonya balesane wis tak rasakne.)


Opo kowe ora ngerti, Duit satus repes, lek golek e ora bener yo pancet ora berkah.
Mulo, sing ati-ati lek golek duit.
Sumber e piye, carane golek piye.
Kuwi kudu didelok.
Ojo ethok-ethok picek matamu kuwi.
Duit harom dianggep halal.

Rejeki duduk teko nggone bosmu. Bosmu kae mekgor dalan utowo selang sing ngeterne. Lha sumber rejeki kuwi teko gusti ALLOH, sing nentokne selang endi sing diweneh tugas ngeterne rejekine kanggo awake dewe. Lek jenenge sumber, berarti yo sing ngetokne, metu terus ora entek-entek. Soale jenenge sumber.
Yo pora?

Pikiren, sumber mekgor sitok. Selang e jan uakeh banget.
Lek awak e dewe percoyo marang gusti ALLOH sampek neng ati, ora mekgor neng cangkem thok, berarti wis iso dijamin urip e wong iku aman. Minimal ora mati keluwen/kaliren.
Lek e luwih yakin meneh marang gusti, awak e dewe oleh bonus. Yokuwi tentrem e ati.
Urip lek e wis iso ngambah tentrem e ati, berarti kuwi sing jenenge sejatine urip sing tenanan.

Tentrem e ati ora mergo bondho akeh.
Tapi cedhek marang gusti.
Duh gusti nyuwon ngapuro lekne kulo supe terus...

.

DEBOK BOSOK LEYAK LEYOK

Moh. Daenuri


Sudah selayaknya kita punya pemahaman untuk mengungkap rahasia kematian. Yang ternyata mati adalah habisnya masa pakai jasad untuk dijadikan kembali ke tempat asalnya yang dibatasi oleh umur. Mati adalah pasti akan ditemui oleh setiap kita dan ada cara menjalaninya. Yang tentunya dengan ilmu yang menunjukkan pintunya mati., sekaligus ilmu yang menunjukkan asal kejadian manusianya. Sebagaimana ayat Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un. Karena mati yang tidak melalui pintunya mati dinamakan mati sesat. Mati yang tidak dapat kembali ke asalnya. Dan yang berkewajiban menunjukkan pintunya mati itu, di dunia hanya satu saja. Dan dialah Rosul-Nya di bumi yang haq dan sah yang tidak bakhil untuk menunjukkan dan mengarahkan serta membimbing hamba-hambanya yang berkehendak bertemu dengan Tuhan.

Kematian yang datangnya hanya sekali saja, merupakan pintu gerbang awal perjalanan panjang setelah kehidupan di dunia ini. Apakah matinya Husnul khotimah, yaitu dapat pulang kembali kepada-Nya dengan selamat dan bahagia bertemu dengannya lagi, sebagaimana diterangkan dalam firman ALLOH, yang wajahnya berseri-seri karena kepada Tuhannya melihat. Atau Suul Khotimah, yakni mati yang tidak dapat kembali kepada-Nya lagi, merasakan betapa ngerinya berada dalam kesesatan dan menjadi rebutan wadya balanya jin dan iblis yang mengajak sesat selamanya ke tempatnya. Tempat yang telah disiapkan oleh Tuhan guna membalas atas perbuatan buruknya ketika di dunia. Menjadi bangkai yang tidak ada harganya. Unsur kejadian manusia yang seharusnya kembali ke tempatnya masing-masing, tidak dapat kembali sebagaimana mestinya. Jasad busuk, roh sirna, ati ngadam, dan rasa yang kembali kepada-Nya kembali.

Untuk dapat kembali harus melalui satu pintu sebagaimana diterangkan diatas. Kalau tidak melalui pintu yang benar, dan itu satu-satunya pintu yang dapat dilalui, maka sudah pasti tak dapat masuk. Pada saat demikian, iblis dan wadya tentaranya siap menerima dan mengajak ke tempat mereka. Telah diterangkan dalam firman Tuhan di surat As-Saba’ ayat 51 yang artinya “dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kufur) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat) maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke meraka.)”

Keadaan yang demikian itu sering diungkapkan dalam kata-kata jawa sebagaimana pada judul diatas, DEBOK BOSOK LEYAK LEYOK. Judul tersebut mensiratkan bahwa jasad setelah habis masa pakainya, ternyata tidak ada harganya. Yang tadinya bisa apa-apa tatkala di dunia, setelah mati menurut saja diapa-apakan. Akan menjadi lebih tidak berharga sama sekali jika matinya tidak dapat kembali kepada-Nya. Betapapun tinggi pangkatnay di dunia, betapapun banyak gelarnya di masa hidupnya.

Bukankah lebih baik jauh dari dunia akan tetapi mendapat ridho dan hidayah Tuhan? Meskipun tetap berdunia sebagaimana layaknya manusia.

Oleh karena itu, tentu seharusnya menjadi pemikiran kita semua yang kebetulan membaca tulisan ini, menjadi sarana terbukanya hati dan pemahaman kita untuk berfikir dari mana asal dan kemana kita akan kembali dan bekal apa yang harus disiapkan sebagai sarana kembali itu.

Semoga menjadi renungan.

Sumber; Majalah Pahingan Tasawuf Plus “AFKAAR”, edisi 91/juni/2009/hal 27.

.

6.15.2009

SABAR DAN JANGN BERSEDIH

oleh
Abdullah Saleh Hadrami
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: ‘Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka’. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.’(Surat 30 Ar-Ruum (Bangsa Romawi) Ayat 58-60)

Kandungan Ayat:
- Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
- Ayat ini sama dengan ayat-ayat sebelumnya tentang perumpamaan-perumpamaan yang Allah berikan kepada manusia untuk mendekatkan dan memudahkan dalam memahami sesuatu.
- Orang-orang kafir telah tertutup hatinya sehingga melihat kebenaran sebagai kabathilan dan melihat kebathilan sebagai kebenaran.
- Mereka selalu mengganggu dan menyakiti dengan ucapan buruk dan perbuatan jahat setiap orang yang berusaha untuk mengamalkan ajaran agama.
- Mereka adalah orang-orang yang kebodohannya telah melampaui batas dan jauh dari kebaikan.
- Kita harus bersabar dalam berdakwah apabila menjumpai orang-orang semacam itu, karena mereka selalu ada dan pasti ada.
- Kita harus meyakini bahwa janji Allah adalah benar dan semua usaha kita tidaklah sia-sia bahkan Allah pasti membalasinya dengan sempurna.
- Apabila kita meyakini ini maka semua rintangan yang menghadang kita di medan dakwah adalah ringan dan menjadi mudahlah semua kesulitan.
- Janganlah orang-orang yang lemah iman dan keyakinannya itu menjadikan kita gelisah, karena apabila kita gelisah dan terpengaruh olehnya maka hal ini akan melemahkan semangat kita dan menimbulkan kegoncangan dalam jiwa yang mengakibatkan kita putus asa dan meninggalkan medan dakwah.
- Apabila terjadi demikian mereka semakin senang dan bertambah mengolok-olok kita karena dianggapnya kita tidak istiqomah dan tidak mempunyai prinsip dan inilah sebenarnya yang mereka cari.
- Orang mukmin yang berkeyakinan kuat dan berakal cerdas adalah mudah bagi mereka untuk selalu bersabar.
- Orang yang lemah iman dan keyakinannya adalah sulit bagi mereka itu untuk bersabar.
Diambil dari www.hatibening.com

6.13.2009

BUS HARAPAN

Thursday, June 11, 2009, 8:03:54 AM


Penantian panjang bus cepat yang berjalan melewati halte yang sepi.
Hingga seperti tertidur lelap dan tidak sadar akan eksistensinya.

Di halte itu pernah aku menantikan dan merindukan datangnya bus yang tidak kunjung datang untuk berhenti walaupun untuk sekejap. Hingga aku merasa lupa jika aku sedang menanti bus. Lupa bahwa aku punya harapan dari bus tersebut untuk bisa menjemputku dan mengantarkanku ke tujuan.

Atau mungkin aku telah putus asa untuk menanti bus itu. Mungkin juga kekurang pahamanku menyikapi situasi itu. Karena ada banyak kemungkinan dan alasan kenapa bus tidak kunjung datang waktu itu.

Kebiasaan akhirnya menjadi hal yang biasa. Hati yang peka menjadi tumpul tidak perasa. Rasaku dulu, bus itu tidak membutuhkanku. Seorang penumpang yang menanti di halte sepi dengan penuh harap. Pagi, siang, sore dan malam, mendongak ke jalan aspal yang hitam pekat dan kasar. Mengharapkan datangnya sebuah bus harapan.
Iya, bus harapan satu-satunya.

Apa boleh dikata. Peluh, air mata, kerinduan yang terasa selama itu telah merubah semua itu sendiri menjadi suatu ketumpulan hati. Seakan tidak sadar dan terasa tidak terjadi apa-apa. Masalah menjadi tidak masalah. Dan akhirnya masalah tetaplah masalah.
Proses. Semua karena proses.
Atau lebih tepat kita sebut waktu. Semua pada akhirnya ditentukan oleh waktu. Biarlah waktu yang berbicara. Jika waktu sudah berbicara, maka itulah jawabnya.

Setelah waktu berbicara, semua seakan baru. Teka-teki bus yang tidak kunjung datang terjawab oleh waktu. Bus itu kini menantiku di halte sepi yang aku tinggalkan dulu. Pagi, siang, sore dan malam menantiku.
Waktulah yang berbicara pada akhirnya. Aku sudah terbiasa berjalan, karena memang harus bisa berjalan sendiri. Merasa bisa berlari walaupun terseok-seok.
Tanpa sadar timbul pikiran tidak butuh bus itu lagi karena dulu sudah lelah menanti. Namun, ternyata bus cepat itu menantiku dengan penuh harap.

Bus cepat itu membutuhkanku. Para penumpangnya sudah tiba di tujuan kecuali aku. Waktulah yang berbicara.
Ternyata bus itu masih memikirkanku.
4u mom

6.06.2009

ABG

Anak muda, ABG atau anak baru gede, yang dalam kata inggrisnya teenager sering kita temukan mempunyai sifat yang meledak-ledak, bersemangat yang sering tidak terkontrol. Kadang pendiam, kadang urakan, kadang manut, kadang bejat, dan lainnya. Mereka sedang dalam masa transisi / peralihan. Menjelajahi dunia baru, lebih tepat saya katakan suasana baru. Yaitu suasana hati, pikiran dan kelakuan.

Tidak mau dianggap anak kecil lagi, namun ketika dianggap dewasa mereka juga masih ragu-ragu dan cenderung tidak rela jika dikatakan sudah dewasa.
Membingungkan memang. Makanya orang-orang banyak yang mengatakan masa pencarian jati diri. Siapa, apa, dan bagaimana.
Dalam benak mereka sering terbesit pertanyaan “siapa aku?”
“Lihatlah, Perubahan sedang terjadi padaku. Badanku berubah, suaraku berubah, sukaku juga berubah. Siapa aku?”

Di sini terjadi keragu-raguan dan ketakutan dalam diri masing-masing mereka. Perubahan fisik tidak bisa ditolak, perubahan mental -dalam hal ini pikiran dan kepribadian- juga berubah. Namun perubahan mental seperti tidak bisa mengimbangi cepatnya perubahan fisik. Ini mungkin yang menyebabkan kenapa para ABG tidak mau dipanggil anak kecil, dan ketika dipanggil sudah dewasa mereka juga tidak begitu terima.

Perubahan, baik fisik maupun mental bagi perempuan dan laki-laki berbeda. Pemikiran perempuan cenderung lebih tinggi daripada laki-laki. Dari segi tujuan, impian, dan pengetahuan lawan jenis.

5.26.2009

ALLOHUAKBAR

Tuesday, May 26, 2009, 6:58:51 AM

ALLOHUAKBAR.
Matur suwun sanget ya ALLOH…

Jika kita bersyukur untuk pemberian Tuhan, tidak akan ada selesainya puji syukur yang kita panjatkan. Sungguh tuhan telah memberikan begitu banyak kenikmatan. Saking banyaknya kenikmatan itu, kita menjadi tidak merasa bahwa itu bukan suatu kenikmatan.

Mulai dari badan kita. Apakah kita tidak berfikir bagaimana semua yang ada pada kita kenapa bisa seperti itu?
Kenapa hidung berada di kepala, mata di kepala, telinga di kepala?
Kenapa mata berada di kepala yang depan, tidak di belakang?
Kenapa mata bisa melihat, bisa membedakan warna? Walaupun bagi yang buta warna minimal hanya bisa melihat hitam dan putih. Bukankah hitam dan putih juga warna?
Kenapa hidung bisa membedakan bau?
Kenapa saat berjalan kita tidak merasa sakit pada kaki kita?
Kenapa jari-jari kita berjumlah lima?
Dan seterusnya-dan seterusnya.

Itu hanya bagian luar, belum masuk bagian dalam tubuh. Penulis bukan ahli kedokteran, namun bisa dibayangkan betapa rumit kombinasi organ dalam kita dalam bekerja sehingga bisa terbentuk keharmonisan yang mencengangkan jika dikaji lebih dalam.
Semua mempunyai fungsi masing-masing.
Jika mempunyai fungsi, pasti ada sebab dan akibat yang akan timbul jika salah satu organ tidak berfungsi.
Apakah semua itu kebetulan?

Pernahkah anda melihat film Harun Yahya? Hal-hal kecil bagi kita ternyata bermanfaat besar. Dan Tuhan menciptakan itu bukan karena kebetulan atau tanpa makna dan tujuan. Semua ada maknanya, kecuali bagi orang yang tidak berfikir.

Tidak akan ada habisnya syukur ini. Seharipun tidak akan cukup untuk mensyukuri nikmat Tuhan.
Kita sering mengeluh. Merasa Tuhan tidak sayang, tidak adil, dan lupa ke kita.
Tidak malukah kita berprasangka seperti itu?
Kenapa kita masih diberi hidup?

Karena kurang bersyukur, manusia menjadi merasa sengsara, terhina, dan tidak ada harganya.
Mereka sedang buta. Buta mata hati mereka. Buta sifat welas asih mereka.

Sungguh.
Daun yang jatuh ke tanahpun bisa membuatmu bersyukur tersimpuh ke Tuhanmu tiada henti. Kecuali bagi manusia yang tidak berfikir.

HUW

SHALAT...SHALAT...

Wednesday, May 20, 2009, 5:45:05 AM


Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada ALLOH dengan sabar dan shalat.
QS.Al-Baqarah: 214

Jika anda diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan, dan dicekik kerisauan, maka segeralah bangkit untuk melakukan shalat, niscaya jiwa anda akan kembali tenteram dan tenang. Sesungguhnya, shalat itu – atas izin ALLOH – sangatlah cukup untuk hanya sekadar menyirnakan kesedihan dan kerisauan.

Setiap kali dirundung kegelisahan, Rosululloh s.a.w. selalu meminta kepada Bilal ibn Rabbah, “Tenangkanlah kami dengan shalat, wahai Bilal.” (AL-Hadist) Begitulah, shalat benar-benar menjadi penyejuk hati dan sumber kebahagiaan bagi Rosululloh s.a.w.

Saya telah banyak membaca sejarah hidup beberapa tokoh kita. Dan umumnya, mereka sama dalam satu hal; saat dihimpit banyak persoalan sulit dan menghadapi banyak cobaan, mereka meminta pertolongan kepada ALLOH dengan shalat yang khusyu’. Begitulah mereka mencari jalan keluar, sehingga kekuatan, semangat dan tekad hidup mereka pun pulih kembali.

Shalat Khauf diperintahkan untuk dikerjakan pada saat-saat genting. Yakni ketika nyawa terancam oleh hunusan pedang lawan yang dapat menyebabkan kekalahan. Ini merupakan isyarat bahwa sebaik-baik penenang jiwa dan penentram hati adalah shalat yang khusyu’.

Bagi generasa umat manusia yang sedang banyak menderita penyakit kejiwaan seperti saat ini, hendaklah rajin mengenal masjid dan menempelkan keningnya di atas lantai tempat sujud dalam rangka meraih ridha dari Rabb-nya. Dengan begitu, niscaya ia akan selamat dari pelbagai himpitan bencana. Akan tetapi, bila ia tidak segera mengerjakan kedua hal tadi, niscaya air matanya justru akan membakar kelopak matanya dan kesedihan akan menghancurkan urat syarafnya. Maka, menjadi semakin jelas bahwa, seorang tidak memiliki kekuatan apapun yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan ketentraman hati selain shalat.

Salah satu nikmat ALLOH yang paling besar – jika kita mau berpikir – adalah bahwa shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam dapat menebus dosa-dosa kita dan mengangkat derajad kita di sisi Rabb kita. Bahkan, shalat lima waktu juga dapat menjadi obat paling mujarab untuk mengobati pelbagai kekalutan yang kita hadapi dan obat yang sangat manjur untuk berbagai macam penyakit yang kita derita. Betapapun, shalat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihan iman kedalam relung hati, sehingga hati pun selalu ridha dengan apa saja yang telah ditentukan ALLOH.

Lain halnya dengan orang yang lebih senang menjauhi masjid dan meninggalkan shalat. Mereka niscaya akan hidup dari satu kesusahan ke kesusahan yang lain, dari satu guncangan jiwa yang satu ke guncangan jiwa yang lain. Dan dari kesengsaraan yang satu ke kesengsaraan yang lain.

Dan orang-orang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan ALLOH menghapus amal-amal mereka.
QS. Muhammad: 8



(Diketik ulang seperti aslinya dari kitab LA TAHZAN oleh Dr.’Aidh al-Qarni, Penerbit Qisthi press cetakan ke empat puluh tiga, Februari 2008 hal: 34-35)

SELAMAT JALAN BUDHE NANTI’

Senin, May 25, 2009, 6:28:23 AM

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Telah meninggal dunia
Rr. Nanti sadewa (istri Alm. Slamet Endriyono)
Hari Senin pon, 25 mei 2009 M/ 30 jumadil awal 1942/ 29 jumadil ira 1430 H. Jam 04.00 WIB. 21 hari setelah kematian suami tercinta, (Alm. Slamet Endriyono).
Semoga mendapat yang terbaik dari ALLOH.

Manusia hanya bisa berencana dan berusaha. Keputusan tetap pada ALLOH SWT.
Maut tidak bisa ditebak kapan akan datang menjemput. Yang sehat mati sebelum yang sakit. Yang sakit mati setelah yang sehat. Memang tidak bisa ditebak. Pandangan mata begitu menipu. Sehingga kita sebagai manusia ikut tertipu.
Kita manusia ikut tertipu dengan mengatakan nanti saja kalau sudah tua dekat pada Tuhan. Nanti saja tobatnya kalau sudah tua. Mumpung masih muda lakukan saja hal-hal maksiat dan tidak patuh pada Tuhan.

Sungguh tertipu.
Sungguh...

Maut ibarat palu hakim. Jika sudah diketuk kita tidak bisa menarik lagi. Jika nyawa sudah dicabut, berhentilah semua yang sudah kita usahakan. Tidak ada yang bisa membantu, kecuali amal baik kita.

Sering kita tidak mensyukuri pertemuan dengan orang lain, baik itu orang yang sudah dikenal maupun yang belum dikenal. Rasanya seperti lain waktu masih bisa bertemu lagi. Sehingga perasaan biasa, cuek dan tidak berkesan sering muncul saat berpisah untuk beberapa waktu dengan mereka.
Dan tiba-tiba kita sadar saat salah satu dari mereka dipanggil Tuhan, ternyata hari itu hari terakhir kita bertemu dengan dia. Kemudian kita menyesali diri dan berandai-andai yang sia-sia. “Seandainya aku bisa lebih ramah, lebih memperhatikan dia, lebih sabar, dan lain-lan dan lain-lain.”

Mari kita ingat selalu. Maut tidak kenal waktu, umur, gender, sehat atau sakit, kaya atau miskin. Karena maut rahasia Tuhan.
Janganlah kita mengulangi kesalahan kedua kali.
Menangis, menyesal dengan sikap kita pada orang yang sudah mati adalah hal sia-sia.
Mumpung kita masih hidup. Berbuat baiklah pada semua orang.
Siapa tahu itu saat terakhir kita bertemu dengan mereka.

Tuhan maha pengasih dan maha penyayang.
Maha segalanya.
Trimakasih Tuhan.
I LOVE YOU
HUW

5.04.2009

SELAMAT JALAN PAKPUH SLAMET

Senin, 4 Mei 2009

TELAH MENINGGAL DUNIA,
Drs. H. SLAMET ENDRIYONO MBA, MM, Ph D.
Purn. Kolonel Polisi Nip. 42050003 (KAKU POLDA JATENG)

kami berdoa untuk yang terbaik bagi Pakpuh.
terimakasih dan mohon maaf untuk semua khilaf.

selamat jalan Pakpuh.

Ternyata perjalanan kita dari Tulungagung ke Malang bersama tiga bulan yang lalu adalah yang terakhir. 19 Maret 2009 adalah terakhir saya berbagi kabar dan doa bersama pakpuh. Rasanya masih baru beberapa minggu, doa pakpuh dan nasehat pakpuh padaku agar minum paramek, karena migren sedang kumat. saling mengetes kemampuan bahasa Inggris masing-masing, walaupun hanya lewat HP.

Masih ingat juga, harapan kita untuk keluarga besar mbah Djayus.
trimakasih pakpuh..
seharusnya kami masih butuh nasehatmu.
namun Tuhan berkehendak lain.
INNALILAAHI WA INNA ILAIHI ROOJIUUN...
kami kehilanganmu pakpuh...
karena kami sayang pakpuh...

4.24.2009

ADUAN

Tuesday, March 17, 2009, 8:11:16 AM

ADUAN

Ya Alloh, mohon petunjukmu. Maafkan kami yang selalu lupa dan berbuat salah. Hati sedang gundah. Pikiran sedang kacau, seperti ada ketakutan akan masa depan. Maafkanlah ya Alloh. Bukannya kami tidak percaya pada keputusanmu. Tolong kami, ikhlaskan hati kami untuk bisa menerima dan menjalani semua ini. Alloh, kami tahu sekali jika hanya ingin yang enak-enak saja. Maafkan kami ya Alloh,

Kami mohon, ingatkan kami selalu padamu. Apa yag kami mau bukan berarti engkau juga mau. Apa yang kami anggap baik, belum tentu engkau anggap baik. Ikhlaskan kami ya Alloh.. dan maafkanlah kami, bimbinglah kami ke jalanmu yang lurus.

Setiap malam kami tidur, setiap pagi kami bangun. Engkau pasti tahu ya Alloh, ketika kami membuka mata kami dan kami tiba-tiba takut menghadapi hari depan karena tidak punya sesuatu untuk dimakan atau untuk dijual. Engkau pasti juga tahu saat uang kami habis dan kami bingung harus melakukan apa. Engkau maha tahu ya Alloh. Semuanya tentang apa yang kami rasakan dan pikirkan.

Sering hari kami terasa hampa ya Alloh. Saat kami terjebak pada dunia. Apa yang kami cari sebenarnya? Harta, kenapa begitu menyilaukan mata. Sedangkan nyatanya harta tidak bisa membuat hati tenang. Alloh, kami memang bodoh. Sadarkan kami ya Alloh, berilah kami petunjuk.

Suatu hari, kami merasa rindu padamu, kami lelah menjalani dunia ini. Berlari untuk hal yang tidak pasti. Harta bukan segalanya. Ya Alloh, kemana lagi kami memohon? Hati kami yang gundah ini berteriak haus ketenangan hati.

Sadarkan kami ya Alloh, bahwa masa depan kami sudah engkau atur. Semua yang akan kami alami sudah engkau atur jauh sebelum kami tahu. Rizki yang engkau berikan, sudah engkau siapkan untuk kami. Kenapa kami masih takut tidak kebagian rizkimu? Kenapa kami masih merasa bahwa kami sendiri? Sedangkan engkau selalu melindungi kami. Selalu memberi kami rizki hingga kami tidak sadar bahwa semua yang ada pada kami adalah termasuk rizki darimu.

Maafkan kami ya Alloh. Maafkan kami.

Pagi ini, dalam subuh kami yang telat, kami memohon tiada henti memohon petunjukkmu dan kekuatan agar kami selalu rendah hati menjalani hidup. Selalu sadar dan ikhlas menjalani hidup.

Maafkan kami ya Alloh, kami masih gundah. Tuntunlah hati kami untuk selalu sabar.
Dekatkan kami padamu ya Alloh..
Hanya engkau tempat kami harusnya memohon dan mengadu.
Karena kami hambamu.
Tolong ya Alloh…
Kami tahu engkau akan menolong kami.
Karena engkau malu tidak mengabulkan permintaan kami.
Maafkan kami ya Alloh..
maafkanlah.....

SISILAH KELUARGA MBAH DJAYUS

BUYUT DARI IBU

HAJI ABUDARDAK + …… .....

MENURUNKAN 9 ANAK.
1. WARISA + NASRI
2. HAJI TAMAN + MUSIYAH
3. KAMSATUN + SALAMUN
4. SANTANA + MUSITUN (CINA KAH?)
5. KASAN GANTENG + KENING
6. DULRAJAK + KIRUL
7. HAJI SIDIK + SAPURAH
8. SUTIJAH + ...................
9. MUSI + HAJI SAYUTI
-------------------------------------------------------------------------------

BUYUT DARI ............

EYANG DEMANG + EYANG IBU

MENURUNKAN 8 ANAK.
1. MAULAN + MILAH
2. KATMI + MODIN TENGGUR
3. TODIMEJA + IMAH
4. KARTO SENTANA +
5. KARLIK + LURAH MUSNGALI
6. RAGIL + MANGUN PANA
7. MUSITUN + SANTANA
8. NGAMAN + ...............
--------------------------------------------------------------------------------

EYANG SENTANA + EYANG MUSITUN

MENURUNKAN 12 ANAK.
1. RUMILAH + MIJA
2. SALI + SIRUS
3. SANDIR + SISUM
4. RUMINI + SOEKARDJO DJAYUS
5. RUMIJAH + WASIDI
6. SAHIT + YATIRAH
7. RUMINAH + MU’IDIN
8. NOTO + ...............
9. SUMARI + NURHAYATI
10. SUKEMI + JINAP
11. JAYA + SITUM
12. RENI + SRIWIYATI

--------------------------------------------------------------------------------

ASAL USUL KETURUNAN MBAH JAYUS

EYANG KROMODJOYO + ....................

MENURUNKAN … ANAK

--------------------------------------------------------------------------------

EYANG DIYONDIKO + EYANG YAKIMAH

MENURUNKAN 2 ANAK
1. YAKIRAH + AMAT RAJI
2. KAMIJAH + WONGSO REJO
--------------------------------------------------------------------------------

EYANG WONGSO REJO + EYANG KAMIJAH

MENURUNKAN 10 ANAK.
1. SUMIRAH + .............
2. RUSLAN + ...............
3. SOEKARDJO JAYUS + RUMINI
4. DJASMAN + KARMILAH
5. MILAH + .................
6. INGKRAM + MARIAH
7. YATIJAH + SIDIK
8. KARMIJAN + KASANAH
9. KARTINI + KAYAT
10. SODJO + KARTI
--------------------------------------------------------------------------------

SOEKARDJO DJAYUS + RUMINI

MENURUNKAN 6 ANAK
1. SOLEH SISWANDI + YATEMI
2. SLAMET ENDRIYONO + NANTI SADEWA
3. WIDJI ENDRIYONO + WAHYUTI
4. JH.SAHARLIK + UMI KUSTINA
5. SUKANI ENDRIYONO + SUTINI
6. SRINATUN + ZAENURI

Setelah melahirkan anak ke enam perempuan, ibu rumini meninggal dunia pada hari Jum’at Pahing, tanggal 2 maret 1962.
Kemudian, tiba selamatan ke 100 hari, Bapak Soekardjo Djayus menikah lagi pada tahun 1962 dengan Ibu Ponirah.


SOEKARDJO DJAYUS + PONIRAH

MENURUNKAN 5 ANAK.
1. MARKINI (MENINGGAL UMUR 2 TAHUN)
2. SEMI ASTUTIK + KAPROWI ABAS (CERAI)
3. MANIS ERNAWATI + SUDIBYO
4. SUCIPTO + NAFIATUL MUSAFAAH
5. IMAM SUHANTO + .............

Bapak soekardjo djayus meninggal dunia pada hari rabu pon, tanggal 3 desember 1980.

CIBLON DI KALI ETAN OMAH

Rabu, March 18, 2009, 9:02:37 PM

CIBLON DI KALI ETAN OMAH

Kalau banjir airnya meluap, kalau kemarau tidak ada airnya sama sekali. Itulah sungai yang terletak di sebelah timur rumah Udin dan Redi. Dulu, waktu kemarau tiba, Pak Sahar, bapaknya Udin dan Redi biasa mengambil tanah dari sungai itu dengan menggunakan ledok (gerobak dorong), lalu tanah itu di urugkan ke halaman rumah. Sehingga tanah di halaman mereka jadi lebih tinggi. Untuk jaga-jaga jika nanti musim hujan tiba air tidak meluap sampai masuk jauh ke dalam halaman rumah.

Udin dan Redi sangat senang jika banjir tiba. Karena mereka bisa bermain di halaman dengan membuat perahu-perahuan dari pelepah pisang, atau membuat perahu dari pohon pisang. Kegiatan mereka jadi lebih banyak. Setelah pulang dari sekolah, dengan penuh semangat mereka berlarian melihat banjir yang tingginya antara mata kaki sampai paha. Mereka juga jadi suka nrutus (menyusuri tempat-tempat yang tidak seharusnya dilewati).

Suatu hari mereka bermain di sebelah utara rumah Ibah. Disana ada air yang mengalir. Tidak dalam airnya, sekitar setengah lutut. Mereka bermain membuat bendungan yang terbuat dari tanah dan batu kecil. Lalu membuatnya sedemikian rupa sehingga apa yang mereka buat seperti asli sebuah bendungan.

Udin dan Redi juga mencari ikan di tempat itu. Walaupun mereka harus sembunyi-sembunyi dulu untuk mengintai apa ada ikan di bendungan mereka. Jika ada, maka mereka akan berlari dengan membawa besek (nampan dari bambu dianyam seperti gedhek) dan mengejar ikan itu untuk disorok ke darat. Jangan sangka ikan yang mereka tangkap besar. Tidak. Mereka hanya menangkap ikan kecil-kecil. Karena memang ikan besar tidak kelihatan waktu itu. Dan kalaupun ada, pasti mereka akan kesulitan untuk menangkap jika hanya dengan alat besek. Ikan yang mereka tangkap adalah ikan bethik, sepat, dan kadang ikan cethol dan sili.

Di hari yang lain, mereka mandi (ciblon) di sungai sebelah timur rumah. Air sungai itu mengalir dari selatan menuju ke utara dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Ada berbagai pilihan kedalaman di sungai itu. Mulai yang dangkal sampai yang paling dalam. Yang dangkal berada di bagian selatan, kira-kira dalamnya satu meter. Makin ke arah utara, sungai makin dalam. Hingga sampai pada jembatan. Di bawah jembatan kedalaman mencapai dua meter.

Udin dan Redi suka memilih di bagian yang dalam. Karena mereka sudah bisa berenang. Jadi tidak perlu khawatir tenggelam. Masih ingat dulu waktu Udin dan keluarga berlibur ke pemandian PAGURA Kediri, kolamnya juga dibagi menjadi beberapa pilihan kedalaman. Redi yang belum bisa berenang dengan “ita-itu alias kemlelet alias sok” langsung milih bagian yang lumayan dalam. Tentu saja dia tenggelam. Untung Udin dan Roziq ada di dekatnya. Jadi bisa langsung ditarik dan Udin marahi. Setelah itu Redi hanya di bagian dangkal.

Di sungai “etan” rumah Udin dan Redi hampir sama dengan PAGURA di Kediri. Kita bisa memilih kedalaman air untuk “dicibloni”. Udin dan Redi waktu itu sudah bisa berenang saat ciblon di sungai. Bahkan Udin sudah mahir. Buktinya dia bisa berenang gaya kodok. Tangan ke depan... lalu diayuhkan ke samping.... bersamaan dengan itu kaki di pancalkan menyamping...... lalu ke belakang........ Gerakannya antara kaki kiri dan kanan dan tangan kiri dan kanan adalah bersamaan. Teman-teman lain yang bisa berenang juga banyak. Hasyim e bek Parmi, Ali ne lek Samini, Agus e lek Samini, Pras e lek Seh, Deni ne lek Mi, Edi ne bek ti, Opek e mbah Wiji, Aris e lek Ten, dan teman-teman yang lain bisa berenang semua. Kecuali At harul pinisilin dan Ibah.

Teman-teman dari daerah masjid MI Jatirejo, Tenggur, Rejotangan, Tulunggagung, juga datang. Udin dan Redi tidak tahu nama mereka. Yang pasti sungai di timur rumah Udin dan Redi pasti ramai sekali jika banjir datang. Mulai pagi sampai sore hari. Kalau mereka tidak pulang-pulang jika sore datang, orang tua mereka yang akan datang menjemput sambil membawa gepok (alat pemukul). Baru mereka pulang lari telanjang terbirit-birit sampai tidak sempat memakai baju.

Pernah suatu hari saat ciblon mereka terjun dari jembatan. Lalu sebisa mungkin membuat suara percikan air yang sebesar-besarnya. Empat sampai lima anak biasanya terjun bersamaan. Jadi bisa dibayangkan suara yang timbul “jebluuuuurrrrrrr......”
Saking ramainya sungai itu, sampai-sampai di bawah jembatan juga banyak anak yang berenang-renang seperti kodok.
Salah satu kodoknya adalah Agus e lek Samini. Dia berenang dari bawah jembatan menuju ke keluar dari bawah jembatan. Di saat yang bersamaan, Redi sudah bersiap-siap untuk terjun dari jembatan. Pas si Agus keluar dari bawah jembatan, si Redi dari atas terjun pas di atas si Agus. Dan bukan suara jeblur air yang keluar. Melainkan suara punggung tertubruk kaki. Iya, punggung Agus yang sedang berenang seperti kodok terkena kakinya Redi yang tadi terjun bebas dari jembatan.

Langsung saja Agus menangis kesakitan. Dan Redi “ingah-ingih” ketakutan.
He..he..he..
Kapokmu kapaann...

4.23.2009

BAKSO TUGU RANTE SAMBEL KRUPUK

Kamis, March 19, 2009, 6:09:13 AM

BAKSO TUGU RANTE SAMBEL KRUPUK

Jika aku lewat depan warung itu, sering aku tersenyum mengingat waktu kecil dulu. Sebuah warung bakso di pojok sebelah selatan barat. Tepatnya di perempatan Tugu Rante, Ngunut, Tulungagung. Sampai sekarang warung itu masih ada. Yang dijual juga masih sama, yaitu bakso dan teh dan krupuk. Ada juga jamu beras kencur dalam kemasan botol. Seingatku juga ada minuman jenis teh botol, sprite, dan fanta warna warni. Penjualnya juga masih tetap menggunakan kopyah hitam. Bedanya dia kadang tidak menjaga warung, tapi ada orang laki-laki, sepertinya itu menantunya. Dari mana aku tahu itu menantunya? Soalnya dulu yang aku tahu anaknya bapak penjual bakso itu semua perempuan. Kalau pembantunya juga tidak cocok. Penampilannya tidak seperti pembantu.

Ada warung di sebelah timur warung bakso itu. Dulu jualan es. Orang yang jualan rambutnya putih dan ikal, memakai kacamata, dan kalau malam lampu warung itu hijau. Esnya juga berwarna hijau. Bagiku dulu itu hal yang aneh. Karena ada es warnanya hijau. Maklum, kebanyakan es tahun 80-90 an adalah merah. Tapi warung itu sudah membuat hal yang lain. yang dijual juga es degan dan es blewah. Aku takut kalau melihat penjual es itu. Karena dia tidak pernah memakai celana panjang, jadi selalu memakai celana pendek. Kalau malam tiba, warung yang ramai dikunjungi adalah warung es dan bakso itu. Sehingga terkenal dengan nama bakso tugu rante dan es tugu rante.

Sampai saat aku kelas dua SD. Aku sering ke sana. Tentunya diajak oleh orang tua. Karena orang tuaku yang ada cuma Bapak, aku sering ke sana dengan Bapak. Ibu saat itu masih ke Arab Saudi menjadi TKI. Selain mengajak aku, Bapak juga mengajak Redi dan Ike. Kami selalu senang jika diajak beli bakso di sana. Apalagi redi, dan apalagi aku. Tapi kakakku, Ike kadang tidak senang. Karena dia tidak suka jika Bapak selalu jajan di luar. Bagi aku dan redi itu bukan hal yang perlu dipikirkan. Yang kami pikirkan adalah nanti kuat makan berapa mangkuk bakso.

Bapak sangat suka bakso, aku juga, redi juga. Sehingga kami adalah kumpulan manusia yang klop jika sedang bersama memilih makanan apa yang akan kami beli. Setiap pergi ke ngunut, selalu beli bakso. Bapak kalau makan bakso tidak pernah memakai saos. Dia Cuma pakai kecap dan sambal. Aku tidak tahu kenapa Bapak tidak suka saos. Kalau aku dan redi, kami sangat suka saos. Saking sukanya pada saos, kami sering bermain dengan saos. Ketika bermain perang-perangan, kami ngemut saos. Kemudian pura-pura kena pukul, lalu pura-pura jatuh dan mulut pura-puranya mengeluarkan darah. Darahnya adalah saos merah yang tadi kami emut.

Kalau Bapak sangat suka dengan sambal. Istilahnya kalau belum brengosnya kobong tidak berhenti makan sambal. Aku saja sampek heran, sambal yang dimakan Bapak sepertinya tidak pedas sama sekali. Padahal jika aku coba sambal yang dimakan Bapak pedasnya minta ampun.

Ada kejadian lucu yang akan selalu aku, Redi dan Ike ingat. Dulu, setiap beli bakso di tugu rante, kami selalu makan krupuk. Rasanya gurih, bentuknya kecil. Ukurannya sebesar krupuk emping. Nah... kami sangat suka dengan krupuk itu. Bapak juga suka. Apalagi jika ditambah sambal. Aku sampek mrecing-mrecing ndelok.

Pertama krupuk oleh Bapak dijejer di meja setelah dikeluarkan dari bungkusnya. Lalu krupuk itu diberi sambal pada bagian atasnya. Bukan beberapa krupuk, tapi setiap krupuk diberi sambal. Dan sambalnya juga tidak tanggung-tanggung. Satu krupuk satu sendok sambal. Weleh..weleh...

Aku yang lihat takut sama perutku. Krupuk sekecil itu dengan sambal sebanyak itu. Orang-orang yang melihat juga heran dan mringis-mringis melihat apa yang dilakukan bapak. Tapi seperti biasa, Bapak cuek saja sambil senyum-senyum.

Sekarang, jika aku pergi ke warung bakso itu, aku selalu tersenyum, apalagi jika kesana sama Redi, kami akan tertawa terbahak-bahak mengingat masa kecil yang konyol dan menyenangkan.

AT HARUL PINISILIN

Rabu, March 18, 2009, 6:32:45 AM

AT HARUL PINISILIN

Sarung baru…….
Kopyah baru…….
Sepatu baru…….
Sepeda baru…….
He…he…he….....

Namanya At Harul Muclishin. Anak kecil gembeng (gampang menangis) yang suka pamer. Apapun hal baru yang dia punya pasti teman-temannya dipameri. Dengan sikap khas anak kecil, berusaha menunjukkan yang terhebat. Kalau di film kartun Doraemon, dia itu adalah Suneo si tukang pamer.

Dia punya dekeng (pelindung) yang siap membelanya entah itu dia salah atau benar. Namanya lek Kanah alias neneknya. Sehingga siapa saja yang akan mengerjainya harus menengok ke kiri, ke kanan, dan ke belakang dulu. Jangan-jangan nanti ada neneknya.

Dia juga punya musuh. Diantaranya Redi, Udin, Pras, Edi ne bek ti, dan musuh-musuh yang lain. Redi dan udin selalu merasa At perlu dikerjai. Karena dia sering merugikan mereka. Pernah suatu hari mereka rebutan boneka ajaib yang bisa disuruh apa saja, nama boneka itu IBAH. Sehingga terjadi adegan tarik menarik antara At dan Udin Redi.

Jika At punya sesuatu yang baru, pasti semua tetangga akan tahu, karena dia akan dengan senang hati bersusah payah memberi tahu mereka.

Jika dia mempunyai sarung baru, maka akan dia pakai seperti si unyil, dan akan terus dia pakai kemanapun dia pergi. Meskipun saat itu belum waktunya ngaji, karena ngajinya sore, dia sudah pakai sarung dulu dari siang.

Kemudian, saat kopyah TPA-nya baru, dia juga akan dengan senang hati keliling ke teman-temannya sambil berteriak-teriak “kethu-ku anyar...., kethu-ku anyar...” dan sayangnya, Redi dan Udin yang mengetahui hal itu menjadi pengen juga. Sehingga mereka kadang juga ikut pamer seperti At. Walaupun sebenarnya tujuannya untuk balas dendam. Bukan untuk pamer.

Suatu hari, At dibelikan sepeda Federal warna orange yang sangat kecil. Karena memang waktu itu dia masih TK, maka wajar dibelikan sepeda kecil. Langsung saja dia seperti biasa memamerkannya ke teman-temannya, termasuk ke Redi dan Udin. At belum bisa menaikinya, jadi dia menuntunnya sambil berteriak “sepedahku anyar..., sepedahku anyar....”

He... he... he... Redi dan Udin tambah benci dengannya. Sampai pak Sahar, Ayah Redi dan Udin kena imbasnya. Karena anaknya minta di belikan sepeda juga.
He.. he... he...,
Melek... (pengen juga).

Coba bayangkan,
At memakai sepatu baru merek Pro ATT model debog warna Hitam, berkalung sarung dan dikepala ada kopyah TPA miring sambil naik sepeda tidak di kayuh.
Soale urong iso numpak sepeda.
Sok-sok lek numpak karo nyedit.

He...he...he...
Jaman cilik sing cengoh kabeh!!!
Jan cengooooh... cengoh.
Ha..ha..ha...