Anak muda, ABG atau anak baru gede, yang dalam kata inggrisnya teenager sering kita temukan mempunyai sifat yang meledak-ledak, bersemangat yang sering tidak terkontrol. Kadang pendiam, kadang urakan, kadang manut, kadang bejat, dan lainnya. Mereka sedang dalam masa transisi / peralihan. Menjelajahi dunia baru, lebih tepat saya katakan suasana baru. Yaitu suasana hati, pikiran dan kelakuan.
Tidak mau dianggap anak kecil lagi, namun ketika dianggap dewasa mereka juga masih ragu-ragu dan cenderung tidak rela jika dikatakan sudah dewasa.
Membingungkan memang. Makanya orang-orang banyak yang mengatakan masa pencarian jati diri. Siapa, apa, dan bagaimana.
Dalam benak mereka sering terbesit pertanyaan “siapa aku?”
“Lihatlah, Perubahan sedang terjadi padaku. Badanku berubah, suaraku berubah, sukaku juga berubah. Siapa aku?”
Di sini terjadi keragu-raguan dan ketakutan dalam diri masing-masing mereka. Perubahan fisik tidak bisa ditolak, perubahan mental -dalam hal ini pikiran dan kepribadian- juga berubah. Namun perubahan mental seperti tidak bisa mengimbangi cepatnya perubahan fisik. Ini mungkin yang menyebabkan kenapa para ABG tidak mau dipanggil anak kecil, dan ketika dipanggil sudah dewasa mereka juga tidak begitu terima.
Perubahan, baik fisik maupun mental bagi perempuan dan laki-laki berbeda. Pemikiran perempuan cenderung lebih tinggi daripada laki-laki. Dari segi tujuan, impian, dan pengetahuan lawan jenis.
Tidak mau dianggap anak kecil lagi, namun ketika dianggap dewasa mereka juga masih ragu-ragu dan cenderung tidak rela jika dikatakan sudah dewasa.
Membingungkan memang. Makanya orang-orang banyak yang mengatakan masa pencarian jati diri. Siapa, apa, dan bagaimana.
Dalam benak mereka sering terbesit pertanyaan “siapa aku?”
“Lihatlah, Perubahan sedang terjadi padaku. Badanku berubah, suaraku berubah, sukaku juga berubah. Siapa aku?”
Di sini terjadi keragu-raguan dan ketakutan dalam diri masing-masing mereka. Perubahan fisik tidak bisa ditolak, perubahan mental -dalam hal ini pikiran dan kepribadian- juga berubah. Namun perubahan mental seperti tidak bisa mengimbangi cepatnya perubahan fisik. Ini mungkin yang menyebabkan kenapa para ABG tidak mau dipanggil anak kecil, dan ketika dipanggil sudah dewasa mereka juga tidak begitu terima.
Perubahan, baik fisik maupun mental bagi perempuan dan laki-laki berbeda. Pemikiran perempuan cenderung lebih tinggi daripada laki-laki. Dari segi tujuan, impian, dan pengetahuan lawan jenis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar