Rabu, March 18, 2009, 6:32:45 AM
AT HARUL PINISILIN
Sarung baru…….
Kopyah baru…….
Sepatu baru…….
Sepeda baru…….
He…he…he….....
Namanya At Harul Muclishin. Anak kecil gembeng (gampang menangis) yang suka pamer. Apapun hal baru yang dia punya pasti teman-temannya dipameri. Dengan sikap khas anak kecil, berusaha menunjukkan yang terhebat. Kalau di film kartun Doraemon, dia itu adalah Suneo si tukang pamer.
Dia punya dekeng (pelindung) yang siap membelanya entah itu dia salah atau benar. Namanya lek Kanah alias neneknya. Sehingga siapa saja yang akan mengerjainya harus menengok ke kiri, ke kanan, dan ke belakang dulu. Jangan-jangan nanti ada neneknya.
Dia juga punya musuh. Diantaranya Redi, Udin, Pras, Edi ne bek ti, dan musuh-musuh yang lain. Redi dan udin selalu merasa At perlu dikerjai. Karena dia sering merugikan mereka. Pernah suatu hari mereka rebutan boneka ajaib yang bisa disuruh apa saja, nama boneka itu IBAH. Sehingga terjadi adegan tarik menarik antara At dan Udin Redi.
Jika At punya sesuatu yang baru, pasti semua tetangga akan tahu, karena dia akan dengan senang hati bersusah payah memberi tahu mereka.
Jika dia mempunyai sarung baru, maka akan dia pakai seperti si unyil, dan akan terus dia pakai kemanapun dia pergi. Meskipun saat itu belum waktunya ngaji, karena ngajinya sore, dia sudah pakai sarung dulu dari siang.
Kemudian, saat kopyah TPA-nya baru, dia juga akan dengan senang hati keliling ke teman-temannya sambil berteriak-teriak “kethu-ku anyar...., kethu-ku anyar...” dan sayangnya, Redi dan Udin yang mengetahui hal itu menjadi pengen juga. Sehingga mereka kadang juga ikut pamer seperti At. Walaupun sebenarnya tujuannya untuk balas dendam. Bukan untuk pamer.
Suatu hari, At dibelikan sepeda Federal warna orange yang sangat kecil. Karena memang waktu itu dia masih TK, maka wajar dibelikan sepeda kecil. Langsung saja dia seperti biasa memamerkannya ke teman-temannya, termasuk ke Redi dan Udin. At belum bisa menaikinya, jadi dia menuntunnya sambil berteriak “sepedahku anyar..., sepedahku anyar....”
He... he... he... Redi dan Udin tambah benci dengannya. Sampai pak Sahar, Ayah Redi dan Udin kena imbasnya. Karena anaknya minta di belikan sepeda juga.
He.. he... he...,
Melek... (pengen juga).
Coba bayangkan,
At memakai sepatu baru merek Pro ATT model debog warna Hitam, berkalung sarung dan dikepala ada kopyah TPA miring sambil naik sepeda tidak di kayuh.
Soale urong iso numpak sepeda.
Sok-sok lek numpak karo nyedit.
He...he...he...
Jaman cilik sing cengoh kabeh!!!
Jan cengooooh... cengoh.
Ha..ha..ha...
AT HARUL PINISILIN
Sarung baru…….
Kopyah baru…….
Sepatu baru…….
Sepeda baru…….
He…he…he….....
Namanya At Harul Muclishin. Anak kecil gembeng (gampang menangis) yang suka pamer. Apapun hal baru yang dia punya pasti teman-temannya dipameri. Dengan sikap khas anak kecil, berusaha menunjukkan yang terhebat. Kalau di film kartun Doraemon, dia itu adalah Suneo si tukang pamer.Dia punya dekeng (pelindung) yang siap membelanya entah itu dia salah atau benar. Namanya lek Kanah alias neneknya. Sehingga siapa saja yang akan mengerjainya harus menengok ke kiri, ke kanan, dan ke belakang dulu. Jangan-jangan nanti ada neneknya.
Dia juga punya musuh. Diantaranya Redi, Udin, Pras, Edi ne bek ti, dan musuh-musuh yang lain. Redi dan udin selalu merasa At perlu dikerjai. Karena dia sering merugikan mereka. Pernah suatu hari mereka rebutan boneka ajaib yang bisa disuruh apa saja, nama boneka itu IBAH. Sehingga terjadi adegan tarik menarik antara At dan Udin Redi.
Jika At punya sesuatu yang baru, pasti semua tetangga akan tahu, karena dia akan dengan senang hati bersusah payah memberi tahu mereka.
Jika dia mempunyai sarung baru, maka akan dia pakai seperti si unyil, dan akan terus dia pakai kemanapun dia pergi. Meskipun saat itu belum waktunya ngaji, karena ngajinya sore, dia sudah pakai sarung dulu dari siang.
Kemudian, saat kopyah TPA-nya baru, dia juga akan dengan senang hati keliling ke teman-temannya sambil berteriak-teriak “kethu-ku anyar...., kethu-ku anyar...” dan sayangnya, Redi dan Udin yang mengetahui hal itu menjadi pengen juga. Sehingga mereka kadang juga ikut pamer seperti At. Walaupun sebenarnya tujuannya untuk balas dendam. Bukan untuk pamer.
Suatu hari, At dibelikan sepeda Federal warna orange yang sangat kecil. Karena memang waktu itu dia masih TK, maka wajar dibelikan sepeda kecil. Langsung saja dia seperti biasa memamerkannya ke teman-temannya, termasuk ke Redi dan Udin. At belum bisa menaikinya, jadi dia menuntunnya sambil berteriak “sepedahku anyar..., sepedahku anyar....”
He... he... he... Redi dan Udin tambah benci dengannya. Sampai pak Sahar, Ayah Redi dan Udin kena imbasnya. Karena anaknya minta di belikan sepeda juga.
He.. he... he...,
Melek... (pengen juga).
Coba bayangkan,
At memakai sepatu baru merek Pro ATT model debog warna Hitam, berkalung sarung dan dikepala ada kopyah TPA miring sambil naik sepeda tidak di kayuh.
Soale urong iso numpak sepeda.
Sok-sok lek numpak karo nyedit.
He...he...he...
Jaman cilik sing cengoh kabeh!!!
Jan cengooooh... cengoh.
Ha..ha..ha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar