4.23.2009

BELI PENTOL

Rabu, March 18, 2009, 6:03:43 AM


BELI PENTOL


Pentol adalah salah satu jajan kesukaanku. Saat aku kelas satu SD (tahum 1990-1991), setiap hari aku membeli pentol. Harganya waktu itu masih murah. Satu biji Rp.25. ada seorang penjual pentol dari madura. Dia seorang laki-laki. Aku sangat suka pentol yang dia jual. Rasanya enak, dimakan waktu masih panas dan beruap setelah dicelupkan ke dalan saus atau kecap kacang..

Uang saku yang ku punya waktu itu hanya Rp.50. jadi aku harus mengatur bagaimana agar uang itu cukup untuk jajanku. Padahal di sekolah, banyak sekali para penjual jajan. Mulai dari pentol, ote-ote (weci), sari buah, cenel, sompel, jajan kemasan (snack), mainan-mainan, dan lain-lain. jadi uang Rp.50. waktu itu tidak begitu besar dan tidak begitu kecil.

Jika uangku habis aku akan minta kakakku, Ike, yang saat itu kelas tiga. Jika dia lagi baik hati, aku dikasihnya. Jika dia tidak punya, aku minta ke Bapak. Kebetulan Bapak salah satu guru di SD ku. Tapi ya gitu, kadang aku sama Bapak dikasih dan kadang tidak. Itupun aku harus menunggu agak lama di ruang guru. Dan harus menahan malu, karena ada banyak guru yang melihat dan tanya-tanya. Sehingga minta uang ke Bapak adalah alternatif terakhir dan jika benar-benar terpaksa.

Ketika pelajaran berlangsung, aku sering melihat keluar, kehalaman sekolah. Melihat para penjual jajan dan mainan yang berjejer di sepanjang pagar tembok setinggi perut orang dewasa. Rasanya ingin cepat waktu istirahat tiba dan segera berlari menghambur ke arah para penjual itu. Sayangnya aku masih ada pelajaran. Alasanku bisa keluar hanya jika ingin meraut pensil, maka aku bisa keluar kelas menuju tempat sampah di teras depan kelas.

Pentol.....
Kenapa aku sangat suka dengan makanan ini? Sampai sekarang, setelah 18 tahun berlalu, aku masih suka dengan pentol. Walaupun ada yang mengatakan dengan istilah beda, tapi bentuknya tetap sama. Ada yang mengatakan cilok. Itu di daerah Malang. Awalnya aku tidak tahu apa itu cilok. Ternyata cilok tidak jauh beda dengan pentol.

Tidak ada komentar: