Minggu, 1 Pebruari 2009, 06:51
HIDUP DAN MENGHARGAI
Tujuan hidup adalah ketenangan hati. Bukan harta banyak dan jabatan yang tinggi. Harta dan jabatan hanya jalan untuk mencari ridho tuhan. Berarti harta dan jabatan adalah seharusnya diniatkan untuk ibadah.
Namun seringnya orang-orang berpendapat hidup adalah untuk kaya harta dan mempunyai jabatan yang tinggi. Sehingga ketika semua itu hilang, hilang pula makna hidupnya. Dia merasa menjadi orang yang gagal dan tidak berguna.
Ketenangan hati harus dicari. Setiap orang mempunyai cara berbeda dalam pencarian ketenangan hati. Sehingga kita tidak bisa menyalahkan pilihan orang lain ketika pilihan itu tidak seperti yang kita pikirkan. Kita juga tidak berhak memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita pikirkan. Karena setiap orang mempunyai hati yang berbeda. Berarti rasa mereka juga berbeda dengan kita.
Aku mengambil hikmah dari perbedaan ini. Meskipun sulit menemukan hikmah itu karena ego yang cenderung tampil dulu dari pada rasa menghargai orang lain. Dengan sendirinya orang lain akan tahu, bahwa kita sebenarnya haus akan rasa dihargai. Tetapi cara kita untuk dihargai orang malah membuat kita tidak dihargai orang.
Lagi-lagi cara kita yang patut dikaji ulang. Memaksa bukan cara yang bijak. Kapasitas kita hanya memberi pengarahan tanpa melanggar hak orang yang kita beri pengarahan. Kata pokoknya begini pokoknya begitu adalah cermin bahwa kita egois dan tidak mau belajar dari orang lain. Kalau kita tarik lebih dalam, akan ketemu pemahaman bahwa kita sangat menjengkelkan. Tidak heran jika kita pada akhirnya tidak mempunyai banyak orang yang bisa kita mintai pertolongan. Mereka sudah kapok berhubungan dengan kita lalu menjauhi kita.
Alangkah kasihan manusia yang dijauhi manusia lainnya. Bagaimanapun juga, kita tetap butuh orang lain dalam kehidupan kita. Siapapun orang itu, kaya atau miskin harta, anak kecil atau dewasa, mereka punya hati yang ingin dihargai. Kenapa kita tidak menghargai mereka? Sehingga mereka menjauhi kita?
Menghargai bukan dengan memberi banyak harta bila kita punya. Tapi menghargai adalah menempatkan orang lain sejajar dengan kita. Yaitu seperti kita menghargai diri kita sendiri. Karena bagi kita, yang paling penting adalah kita. Bukan orang lain. Ini pemikiran umum yang sering dilakukan banyak orang pada diri mereka.
Karena bagi kita, diri kita yang paling penting, maka orang lain tidak sepenting kita. Sehingga kita cenderung tidak meghargai mereka seperti seperti kita menghargai diri kita.
Kata-kata ini membingungkan.
HIDUP DAN MENGHARGAI
Tujuan hidup adalah ketenangan hati. Bukan harta banyak dan jabatan yang tinggi. Harta dan jabatan hanya jalan untuk mencari ridho tuhan. Berarti harta dan jabatan adalah seharusnya diniatkan untuk ibadah.Namun seringnya orang-orang berpendapat hidup adalah untuk kaya harta dan mempunyai jabatan yang tinggi. Sehingga ketika semua itu hilang, hilang pula makna hidupnya. Dia merasa menjadi orang yang gagal dan tidak berguna.
Ketenangan hati harus dicari. Setiap orang mempunyai cara berbeda dalam pencarian ketenangan hati. Sehingga kita tidak bisa menyalahkan pilihan orang lain ketika pilihan itu tidak seperti yang kita pikirkan. Kita juga tidak berhak memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita pikirkan. Karena setiap orang mempunyai hati yang berbeda. Berarti rasa mereka juga berbeda dengan kita.
Aku mengambil hikmah dari perbedaan ini. Meskipun sulit menemukan hikmah itu karena ego yang cenderung tampil dulu dari pada rasa menghargai orang lain. Dengan sendirinya orang lain akan tahu, bahwa kita sebenarnya haus akan rasa dihargai. Tetapi cara kita untuk dihargai orang malah membuat kita tidak dihargai orang.
Lagi-lagi cara kita yang patut dikaji ulang. Memaksa bukan cara yang bijak. Kapasitas kita hanya memberi pengarahan tanpa melanggar hak orang yang kita beri pengarahan. Kata pokoknya begini pokoknya begitu adalah cermin bahwa kita egois dan tidak mau belajar dari orang lain. Kalau kita tarik lebih dalam, akan ketemu pemahaman bahwa kita sangat menjengkelkan. Tidak heran jika kita pada akhirnya tidak mempunyai banyak orang yang bisa kita mintai pertolongan. Mereka sudah kapok berhubungan dengan kita lalu menjauhi kita.
Alangkah kasihan manusia yang dijauhi manusia lainnya. Bagaimanapun juga, kita tetap butuh orang lain dalam kehidupan kita. Siapapun orang itu, kaya atau miskin harta, anak kecil atau dewasa, mereka punya hati yang ingin dihargai. Kenapa kita tidak menghargai mereka? Sehingga mereka menjauhi kita?
Menghargai bukan dengan memberi banyak harta bila kita punya. Tapi menghargai adalah menempatkan orang lain sejajar dengan kita. Yaitu seperti kita menghargai diri kita sendiri. Karena bagi kita, yang paling penting adalah kita. Bukan orang lain. Ini pemikiran umum yang sering dilakukan banyak orang pada diri mereka.
Karena bagi kita, diri kita yang paling penting, maka orang lain tidak sepenting kita. Sehingga kita cenderung tidak meghargai mereka seperti seperti kita menghargai diri kita.
Kata-kata ini membingungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar