2.04.2009

KAYA DAN MISKIN

Selasa, 3 Pebruari 2009, 21:28

KAYA DAN MISKIN

Melihat apa yang kita lihat jika hanya dengan mata tidak akan memberi kita pelajaran yang berarti. Orang yang berfikir akan eksistensi suatu benda serta maksud benda itu diciptakan akan menjadi manusia yang ahli syukur. Betapa semua hal yang ada di dunia ini tidak dengan ada begitu saja. Dan tidak pula ada dengan kebetulan. Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua sudah diatur oleh Tuhan.

Masalah yang kita hadapi apa juga dari Tuhan? Iya. Itu dari Tuhan. Maka dari itu, mari kita sabar dalam menjalani ujian ini. Tetap ingat pada Tuhan saat kita susah. Tidak boleh sedikitpun berfikiran Tuhan tidak adil atau pilih kasih atau sudah tidak sayang lagi ke kita. Karena jika sudah berfikiran seperti itu, kita akan malu. Pada diri sendiri dan Tuhan yang sedang mentertawakan kita. Ketahuilah, Tuhan itu “sak karep-e dewe” dengan apa yang dia berikan kepada makhluk. Baik atau buruk, kita terima saja. Yang penting tetap sabar menjalani dan tetap ingat pada Tuhan. Hanya dia sandaran kita. Saat kita sedih dirundung duka. Atau saat kita marah karena susah.

Melek-o rek..
Ora usah mbengok-mbengok lek pitikmu akeh sing mati.
Ora usah misuh lek nomer togelmu ora tembus.
Ojo dipikir jeru-jeru lek piutangmu ra ndang disaur.
Kabeh wis diatur karo gusti pangeran.
Bondhomu mekgor titipan.

Pokok-e mesem ae..
Koyok kang Paen tukang menek kambil kae.
Senajan dingklang lek mlaku, tapi tetep ethes.
Mbuh, ketok-e ora mikir blas.
Padahal de-e urip mekgor dewe lo..
Ora enek anak lan bojo.
Omahe nyelot suwi miring ngidol arep ambruk.
Lek bengi koncone dimar ublik karo rokok lintingan.
Wonge ora tau neng mejid utowo mushola.
Paleng yo ra tau salat.
Tapi nyapo yo.. de-e kok panggah mesem ae?
Ketok-e ora enek masalah karo uripe.

Lha kae wong sugih sing akeh duwite kok panggah ngeluh ae yo..?
Sakjane penak urip piye to?
Mlarat opo sugih?
Emboh, pikiren dewe.
Mumet aku.

Tambahan.
Dikutip dari buku;
SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI RA.
Jika terkena cobaan, janganlah menginginkan memperoleh kenikmatan dan menghindar dari cobaan.
Karena kenikmatan pasti datang kepadamu sesuai kehendak Alloh, baik engkau harapkan atau tidak.
Demikian pula cobaan pasti akan menimpamu, meski tidak engkau sukai.
Karena itu berserah dirilah dalam segala urusan kepada Alloh yang mengatur sesuai dengan kehendaknya.
Jika suatu kenikmatan datang kepadamu, maka sibukkanlah dirimu dengan kesabaran dan kesadaran.
Apabila engkau menginginkan tempat yang tertinggi di sisi Alloh, jika ditimpa bala’ kau harus rela dan merasa diberi kenikmatan.
Dan ketahuilah, bahwa cobaan yang menimpa seseorang mukmin bukan untuk menghancurkan, melainkan menguji keimanannya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ok mas, saya yo setuju.saya akan instropeksi diri saya mas....!!!

:Redy Binjon.