2.28.2009

SAAT TIDAK SADAR

Selasa, 17 Pebruari 2009, 4:30:31 sore

SAAT TIDAK SADAR

Aku terlalu banyak ngomong. Apalagi sampai menyakiti orang yang aku ajak ngomong. Seakan orang lain tidak lebih baik dari aku. Padahal mereka juga mempunyai hati yang mudah untuk tersakiti. Kenapa kita selalu seperti ini saling menyakiti satu sama lain dengan kata-kata yang menjatuhkan. Padahal sebenarnya apa yang mereka pikirkan dan mereka lakukan pasti ada sebabnya. Sulit untuk sadar dan mengerti bahwa orang lain juga punya hak yang sama dengan kita.

Kita memang egois hanya memikirkan diri kita saja. Kita anggap diri kita yang paling benar dan orang lain selalu salah dan kurang. Jarang kita sadar untuk memperbaiki diri. Walaupun kita menganggap diri kita sudah berusaha memperbaiki diri dan sudah berubah. Namun buktinya kita belum berubah, masih suka membuat sakit hati orang.

Kita menganggap diri kita sudah suci. Kalaupun kita mengatakan bahwa kita masih belum apa-apa, itu hanya untuk menutupi keegoisan kita akan apa yang kita pikir benar. Dengan kata lain itu hanya dalih kita agar terhindar dari dipersalahkan.

Kenapa sulit untuk rendah hati dan menerima perbedaan dari orang lain? kita tidak lebih dari seorang yang sombong dan congkak serta tidak mau belajar. Bagi kita sudah cukup apa yang kita peroleh dari yang kita rasakan. Sehingga hasilnya hanya sebuah kesubjektifan yang kaku dan cenderung keras kepala.

Memang kita harus punya pegangan. Dalam hal ini prinsip. Jangan sampai kita tidak berprinsip, namun jangan juga prinsip kita, kita jadikan alasan untuk menutup diri dari hal-hal yang sebenarnya lebih baik dari prinsip itu sendiri. Jadi, prinsip kita berarti harus dinamis, mengikuti yang baik secara syar’i. Untuk mencapai dinamis ini kita harus rendah hati untuk menerima perbedaan.

Semoga kita menjadi orang yang sabar dan selalu bersyukur dengan pemberian Tuhan. Selalu rendah hati menerima keadaan. Sehingga kita bisa ingat Dia dengan sadar tanpa emosi.

KEMBALI KE TUHAN

Kamis, 19 Februari 2009, 7:21:18 AM

KEMBALI KE TUHAN

Pagi ini mataku dan pikiranku sedang mendung. Seperti cuaca sekarang yang sedang mendung pagi-pagi. Baru saja aku terima kabar bahwa salah satu guru BEC Pare meninggal dunia. Beliau adalah pak Agus Damanhuri. Orang yang murah senyum dan tidak pernah marah. Postur tubuhnya agak pendek, kepala botak bagian depan, dan kulit hitam manis.

Pak Agus meninggal jam tiga pagi tadi, kabarnya karena serangan stroke. Begitulah, umur manusia siapa yang tahu sampai berapa lama. Orang yang bisa dikatakan masih belum tua sudah mendahului yang lebih tua. Kita tidak bisa menerka-nerka kapan akan mati.

Satu lagi rasa keterikatan yang kuat aku lihat di sini. Dulu ketika reuni tanggal lima syawal, semua alumni berkumpul melepas rindu. Seakan ikatan itu sangat erat. Sehingga bisa dikatakan kita adalah saudara. Dan rasa serta kesannya sangat membekas tertancap dalam di dalam hati.

Pagi ini kembali aku lihat lagi ikatan kekeluargaan itu. Ungkapan kepedulian yang tercermin dari perbuatan yang seakan secara spontan terlakukan. Berita meninggalnya pak Agus Damanhuri telah tersebar kemana-mana. Alumni BEC ada di seluruh Indonesia, sangat mungkin juga ada di belahan dunia lain, di luar Indonesia.

Berita sangat cepat tersebar. Setiap angkatan seakan mempunyai koordinator sendiri untuk memberi informasi kepada teman-temannya. Dan seperti efek domino. Kabar tersebar dengan cepat. Hanya dalam hitungan menit. Itulah kehebatan tekhnologi. Namun, betapa hebatnya tekhnologi, semua tergantung dari orang yang menggunakannya. Bagi kami para alumni BEC, semua hal yang berhubungan dengan BEC adalah sangat penting. Karena BEC adalah rumah kami. Tempat kami menemukan hal baru, tempat kami belajar, dan tempat orang tua kedua kami berada, Pak Kalend. Seorang panutan yang sederhana, tegas dan disiplin.

Kalau kami menganggap berita dari BEC adalah tidak penting, tidak mungkin berita-berita itu bisa menyebar dengan cepatnya. Meskipun kami punya alat canggih. Jadi semua tergantung dari orangnya.

Semoga Pak Agus mendapat tempat disisi Tuhan. Karena, kami selalu melihat beliau dalam keadaan menyenangkan semua orang. Walaupun dulu aku bukan murid beliau, setidaknya aku punya kesan yang baik terhadap beliau.
Hal seperti ini jarang terjadi. Tak kenal tapi sayang.

Selamat jalan Pak Agus Damanhuri.
Kami mendoakan yang terbaik untuk Bapak.

BERSAMA KESULITAN ADA KEMUDAHAN

Selasa, 17 Pebruari 2009, 7:24 pagi

BERSAMA KESULITAN ADA KEMUDAHAN

Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.

Mudah-mudahan Alloh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya
QS Al Ma’idah:52

Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada orang yasng dilanda kesusahan bahwa, pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.

Saat anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.

Ketika anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa tali itu akan segera putus.

Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. dan itu, karena pertolongan Ilahi membuka “jendela” seraya berkata:

Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim
QS. Al-Anbiya’:69

Lautan luas tak kuasa menenggelamkan “Kalimur Raman” (Musa a.s) itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah,

Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
QS. Asy-Syu’ara’:62

Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad S.A.W. yang ma’shum mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa Alloh Yang Maha Tunggal dan Yang Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga, rasa aman, tenteram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.

Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang (mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan, dan keputusasaan dalam hidup mereka. Itu, karena mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal, mereka menembuskan pandangan sampai ke belakang tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar rumahnya.

Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan terus berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Alloh mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.
(Diketik ulang seperti aslinya dari kitab LA TAHZAN oleh Dr.’Aidh al-Qarni, Penerbit Qisthi press cetakan ke empat puluh tiga, Februari 2008 hal:18-19)

?

Senin, February 16, 2009, 12:29:32 Dini Hari
?

Setiap orang punya masalah. Tidak ada di dunia ini orang yang tidak punya masalah. Entah itu besar atau kecil masalahnya, mereka pasti punya. Hubungan antar manusia juga begitu. Dalam hubungan pasti ada yang namanya bertengkar dan ketidak sependapatan. Dan seringnya juga, hal ini berujung permusuhan yang seakan tiada berakhir.

Kita akan merasa masalah kita seakan yang paling besar dari pada masalah-masalah orang lain. Sehingga cenderungnya kita pengen dimengerti orang lain. Pengen diperhatikan dan pengen disimpati-i. Namun seringnya juga orang yang kita harapkan bisa membantu masalah kita malah sibuk dengan masalahnya sendiri.

Kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Terlanjur hati kita sakit merasa dibohongi. Ujung-ujungnya benci dan jengkel. Kita merasa sendiri diantara orang-orang yang katanya selalu mendampingi kita. Itulah kalau berharap dari orang lain. Selalu saja kita jengkel dan marah.

Siapapun yang membaca tulisan ini, kita sepatutnya menyadari, orang lain juga punya hati seperti kita. Mereka juga ingin dihargai dan dianggap penting. Dengan selalu meminta mereka ada setiap kita butuh, berarti kita telah menjadikan mereka budak keinginan kita. Bagaimana tidak? Mereka punya kehidupan sendiri, yang menentukan keputusan hidup mereka juga mereka sendiri. Bukan kita yang selalu menuntut begini begitu dengan dalih demi kebaikan mereka. Memangnya yang menjalani hidup mereka kita? Bukan kan?!

Tuhan yang maha menentukan selalu melihat kita. Dia tidak pernah sedikitpun lengah dari pandangannya kepada kita. Yang memberi rizki, bahagia, sedih dan cobaan yang lain. Bersandar pada-NYA adalah wajib. Bukan pada yang lain.

Tuhan itu maha pemalu, sehingga Dia malu untuk tidak mengabulkan apa yang kita mohon. Kita tinggal meminta apa yang kita inginkan. Jangan sekali-kali menduakan Tuhan. Karena jika sudah menduakan Dia, hidup kita akan sulit dan merugi. Sulit dan merugi bukan dari pandangan manusia. Melainkan dari pandangan Tuhan.

Maaf, saya sudah ngantuk...

SATU DOA : DOA SATU

Minggu, 15 Februari 2009, 05:57 sore

SATU DOA : DOA SATU
1-2:2-1

Kadang pegangan dalam hidup itu goyah dan hilang. Seakan apa yang anda pikir benar jadi salah bagi semua orang. Saat anda menghadapi keadaan ini apa yang anda lakukan?

Rasa egois kita memang sangat besar. Bukankah anda sering berdebat dengan orang lain karena mengagung-agungkan pemikiran anda? Dan semua yang tidak sepaham dengan anda akan anda anggap salah. Hal ini mengakibatkan anda dijauhi orang. anda tidak punya teman yang bagi mereka bisa mengerti mereka.

Sering juga anda tidak sadar ketika berada pada satu titik jenuh kesendirian, hati kecil anda meraung-raung berontak untuk keluar merasakan ramai. Saat semua orang anda rasa tidak mengerti anda, rasa marahlah yang keluar. Anda kemudian menyimpulkan, bahwa anda tidak ubahnya manusia yang tidak berguna dan tidak disuka. Padahal ingin anda awalnya adalah sebaliknya. Anda ingin disuka dan ingin berguna.

Ya Tuhan.
Sabarkan hati kami..
Ikhlaskan hati kami dalam menghadapi hidupmu ini.
Syukurkan hati kami menghadapi semua pemberianmu.
Ingatkan kami untuk selalu mengucap ALHAMDULILLAH....
Berilah keluarga kami petunjuk.
Berilah mereka petunjuk ya Tuhan...
Termasuk kami juga.
Kami tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

QS 1-2
ALHAMDULILLAAHIROBBIL’AALAMIIN.
(Mari kita bersyukur)

QS 2-1
ALIF LAAAAAAMMIIIIIIM.
(Hanya Alloh yang tahu arti dan maksudnya)

BERSABARLAH

Malang 13 Pebruari 2009, 7:28 pagi

BERSABARLAH

Berikut hasil penelusuran dari kata “bersabar ” yang ada dalam AL Qur’an. Mungkin sekali masih ada yang belum ditemukan. Untuk sementara ada sekitar 26 kata “bersabar” yang ada dalam Al Qur’an.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu beruntung.
(QS Ali Imran 200)


Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Alloh menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
(QS Al ‘Araf 87)


Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Alloh dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Alloh; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".
(QS Al ‘Araf 128)


Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
(QS An Nisa’ 19)


Dan ta`atlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.
(QS Al Anfal 46)


Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Alloh memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
(QS Yunus 109)


Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS Hud 49)


Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Alloh tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
(QS Hud 115)


Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Alloh dan janganlah kamu bersedih
(QS An Nahl 127)


Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
(QS Al Kahf 28)


Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
(QS Thaha 132)


Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Alloh adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Alloh) itu menggelisahkan kamu.
(QS Ar Rum 60)


Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Alloh).
(QS Luqman 17)


Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).
(QS Shad 17)


Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Alloh itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
(Az Zumar 10)


Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Alloh itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.
(QS Ghafir 55)


Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Alloh adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan. (QS Ghafir 77)


Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
(QS Al Ahqaf 35)


Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya).
(QS Qaf 39)


Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,
(QS Ath Thur 48)


Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah.
(QS Al Qamar 27)


Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdo'a sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).
(QS Qalam 48)


Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.
(QS Al Ma’arij 5)


Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
(QS Muzzammil 10)


Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
(QS Al Muddathsir 7)


Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
(QS Al Insan 24)

2.04.2009

ORANG TUAKU JUGA TIDAK

Rabu, 4 Pebruari 2009, 06:55

ORANG TUAKU JUGA TIDAK

Merencanakan apa yang akan dilakukan adalah bukti bahwa kita memang ada di dunia ini. Melakukan rencana dengan sadar dan berusaha yang terbaik adalah ciri bahwa kita orang yang bertanggung jawab. Mensyukuri hasil dari usaha maksimal kita adalah cermin bahwa kita orang yang berpeluang masuk surga. Selalu mengingat Tuhan dalam semua proses hidup kita merupakan sinyal bahwa kita sangat disayangi oleh Tuhan. Rendah hati dan sabar dalam setiap keadaan yag ada di hadapan kita adalah bukti bahwa kita akan disukai oleh banyak orang. Selalu tersenyum dan menolong, akan mendatangkan bahagia lahir dan batin. Bahagia lahir, terpancar dari senyum kita, bahagia batin, bisa kita rasakan ketika kita bisa menolong orang yang membutuhkan.

Pelajaran kemarin memberiku pemahaman, memang kita harus sabar dan semampu kita melihat dari sudut pandang orang lain. Dalam hati, kita ingin mempunyai banyak teman, ingin disukai oleh banyak orang. Namun kenapa sikap kita malah menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tidak patut untuk disenangi?

Kritik adalah perlu. Walaupun aku tidak sepenuhnya setuju dengan ini. Katakan saja evaluasi diri. Kata ini lebih ramah rasanya. Baik, mari kita ganti kata kritik dengan kata evaluasi.
Kita akan tahu apa yang perlu ditingkatkan dari kita setelah kita dievaluasi oleh orang lain. Dengan catatan kita rendah hati dulu. Agar nanti siap dengan apapun hasil dari apa yang disampaika oleh si pengevaluasi. Tidak perlu kita menyanggah atau memberi alasan kenapa kita begini dan begitu. Ini membuktikan kita belum siap dievaluasi. Kita cukup katakan terima kasih. Tidak lebih.

Apabila orang lain lebih baik dari kita, jadikan ini motivasi yang positif. Kita bisa seperti dia. Cukup katakan dalam hati saja. Jika saat ini kita merasa bukan apa-apa, sabarlah. Walaupun setiap hari hanya makan mie instan, baju kuliah hanya beberapa potong. Janganlah itu jadi penghambat kita untuk maju dan berkembang. Semua orang punya hak untuk sukses. Entah itu anak orang kaya atau miskin.

Sayangnya dari banyak contoh yang kulihat, mereka yang sudah sukses mencapai yang diinginkan, disengaja atau tidak telah melupakan pentingnya melek agama. Mereka menuntut anak-anak mereka untuk sukses, punya kerja yang menjamin dan kaya. Anak-anak mereka sangat pintar fisika, matematika, kimia, bahasa inggris dan pelajaran UAN lainnya. Sayangnya, mereka tidak mengajari anak mereka untuk mengaji, belajar fiqih, tauhid dan jembatan ke surga lainnya. Dan sayangnya lagi, orang tuaku juga tidak.

Aku baru sadar.
Hai pembaca, mau kemana lagi?
Pangkat jabatan dan harta tidak kita bawa mati. Setiap hari dalam hidup hanya permusuhan yang menambah dosa.
Pantaskah kita mengharap surga Tuhan? Padahal tujuan kita setelah mati adalah surga itu. Bukan jabatan dan harta benda.
Di surga tidak ada seminar, tidak ada bangun pagi karena takut telat. Tidak ada rekening sewa yang menyusahkan.
Kenapa kita seakan buta?
Ngaji....
Belajar agama lagi...
Mumpung ada waktu.Menyesal selalu di belakang.

KAYA DAN MISKIN

Selasa, 3 Pebruari 2009, 21:28

KAYA DAN MISKIN

Melihat apa yang kita lihat jika hanya dengan mata tidak akan memberi kita pelajaran yang berarti. Orang yang berfikir akan eksistensi suatu benda serta maksud benda itu diciptakan akan menjadi manusia yang ahli syukur. Betapa semua hal yang ada di dunia ini tidak dengan ada begitu saja. Dan tidak pula ada dengan kebetulan. Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua sudah diatur oleh Tuhan.

Masalah yang kita hadapi apa juga dari Tuhan? Iya. Itu dari Tuhan. Maka dari itu, mari kita sabar dalam menjalani ujian ini. Tetap ingat pada Tuhan saat kita susah. Tidak boleh sedikitpun berfikiran Tuhan tidak adil atau pilih kasih atau sudah tidak sayang lagi ke kita. Karena jika sudah berfikiran seperti itu, kita akan malu. Pada diri sendiri dan Tuhan yang sedang mentertawakan kita. Ketahuilah, Tuhan itu “sak karep-e dewe” dengan apa yang dia berikan kepada makhluk. Baik atau buruk, kita terima saja. Yang penting tetap sabar menjalani dan tetap ingat pada Tuhan. Hanya dia sandaran kita. Saat kita sedih dirundung duka. Atau saat kita marah karena susah.

Melek-o rek..
Ora usah mbengok-mbengok lek pitikmu akeh sing mati.
Ora usah misuh lek nomer togelmu ora tembus.
Ojo dipikir jeru-jeru lek piutangmu ra ndang disaur.
Kabeh wis diatur karo gusti pangeran.
Bondhomu mekgor titipan.

Pokok-e mesem ae..
Koyok kang Paen tukang menek kambil kae.
Senajan dingklang lek mlaku, tapi tetep ethes.
Mbuh, ketok-e ora mikir blas.
Padahal de-e urip mekgor dewe lo..
Ora enek anak lan bojo.
Omahe nyelot suwi miring ngidol arep ambruk.
Lek bengi koncone dimar ublik karo rokok lintingan.
Wonge ora tau neng mejid utowo mushola.
Paleng yo ra tau salat.
Tapi nyapo yo.. de-e kok panggah mesem ae?
Ketok-e ora enek masalah karo uripe.

Lha kae wong sugih sing akeh duwite kok panggah ngeluh ae yo..?
Sakjane penak urip piye to?
Mlarat opo sugih?
Emboh, pikiren dewe.
Mumet aku.

Tambahan.
Dikutip dari buku;
SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI RA.
Jika terkena cobaan, janganlah menginginkan memperoleh kenikmatan dan menghindar dari cobaan.
Karena kenikmatan pasti datang kepadamu sesuai kehendak Alloh, baik engkau harapkan atau tidak.
Demikian pula cobaan pasti akan menimpamu, meski tidak engkau sukai.
Karena itu berserah dirilah dalam segala urusan kepada Alloh yang mengatur sesuai dengan kehendaknya.
Jika suatu kenikmatan datang kepadamu, maka sibukkanlah dirimu dengan kesabaran dan kesadaran.
Apabila engkau menginginkan tempat yang tertinggi di sisi Alloh, jika ditimpa bala’ kau harus rela dan merasa diberi kenikmatan.
Dan ketahuilah, bahwa cobaan yang menimpa seseorang mukmin bukan untuk menghancurkan, melainkan menguji keimanannya.

TUHAN ADIL

Selasa, 3 Pebruari 2009, 06:01

TUHAN ADIL

Manusia diberi harta oleh Tuhan untuk diibadahkan. Harta yang ada pada kita sekarang bukan milik kita. Tapi itu adalah titipan. Tuhan menitipkan pada kita untuk dibuat membantu hidup kita dan orang lain. Harta hanyalah sarana, bukan segalanya.

Kenapa sulit bagi kita untuk ikhlas menyisihkan sedikit harta kita untuk yang membutuhkan?
Percayalah, Tuhan maha adil.Aku berusaha.

HIDUP DAN MENGHARGAI

Minggu, 1 Pebruari 2009, 06:51

HIDUP DAN MENGHARGAI

Tujuan hidup adalah ketenangan hati. Bukan harta banyak dan jabatan yang tinggi. Harta dan jabatan hanya jalan untuk mencari ridho tuhan. Berarti harta dan jabatan adalah seharusnya diniatkan untuk ibadah.

Namun seringnya orang-orang berpendapat hidup adalah untuk kaya harta dan mempunyai jabatan yang tinggi. Sehingga ketika semua itu hilang, hilang pula makna hidupnya. Dia merasa menjadi orang yang gagal dan tidak berguna.

Ketenangan hati harus dicari. Setiap orang mempunyai cara berbeda dalam pencarian ketenangan hati. Sehingga kita tidak bisa menyalahkan pilihan orang lain ketika pilihan itu tidak seperti yang kita pikirkan. Kita juga tidak berhak memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita pikirkan. Karena setiap orang mempunyai hati yang berbeda. Berarti rasa mereka juga berbeda dengan kita.

Aku mengambil hikmah dari perbedaan ini. Meskipun sulit menemukan hikmah itu karena ego yang cenderung tampil dulu dari pada rasa menghargai orang lain. Dengan sendirinya orang lain akan tahu, bahwa kita sebenarnya haus akan rasa dihargai. Tetapi cara kita untuk dihargai orang malah membuat kita tidak dihargai orang.

Lagi-lagi cara kita yang patut dikaji ulang. Memaksa bukan cara yang bijak. Kapasitas kita hanya memberi pengarahan tanpa melanggar hak orang yang kita beri pengarahan. Kata pokoknya begini pokoknya begitu adalah cermin bahwa kita egois dan tidak mau belajar dari orang lain. Kalau kita tarik lebih dalam, akan ketemu pemahaman bahwa kita sangat menjengkelkan. Tidak heran jika kita pada akhirnya tidak mempunyai banyak orang yang bisa kita mintai pertolongan. Mereka sudah kapok berhubungan dengan kita lalu menjauhi kita.

Alangkah kasihan manusia yang dijauhi manusia lainnya. Bagaimanapun juga, kita tetap butuh orang lain dalam kehidupan kita. Siapapun orang itu, kaya atau miskin harta, anak kecil atau dewasa, mereka punya hati yang ingin dihargai. Kenapa kita tidak menghargai mereka? Sehingga mereka menjauhi kita?

Menghargai bukan dengan memberi banyak harta bila kita punya. Tapi menghargai adalah menempatkan orang lain sejajar dengan kita. Yaitu seperti kita menghargai diri kita sendiri. Karena bagi kita, yang paling penting adalah kita. Bukan orang lain. Ini pemikiran umum yang sering dilakukan banyak orang pada diri mereka.

Karena bagi kita, diri kita yang paling penting, maka orang lain tidak sepenting kita. Sehingga kita cenderung tidak meghargai mereka seperti seperti kita menghargai diri kita.

Kata-kata ini membingungkan.