10.27.2009

INDAHNYA PAGI SEKALI

12 Oktober 2009, 5:26:29

Bangun pagi membuat diri siap menghadapi hari. Tak ada rugi, malah tambah untung. Pekerjaan bisa dikerjakan lebih awal. Pelajaran bisa lebih masuk saat dipelajari. Badan jadi tambah sehat bisa menghirup udara segar yang alami tanpa bau asap kendaraan. Pikiran bisa tenang karena siap menghadapi hari. Akhirnya, beruntunglah orang yang bangun pagi. Sama sekali tidak ada rugi.

Beda dengan yang bangun kesiangan. Pikiran tak karuan, tergesa-gesa, takut menghadapi hari karena semua belum selesai. Yang ada hanya pesimis. Akhirnya gagalah orang yang bangun kesiangan. Sungguh kebiasaan yang merugikan.

Tidakkah bisa dipikirkan?
Indahnya suasana pagi, dingin udara dengan oksigen murni menyapa kulit. Dingin terasa, semilirnya menenangkan pikiran, jiwa dan hati.
Belum ada bising, belum ada angin. Semua masih terlelap. Indah sekali. Marilah curi keindahan ini.
Mumpung masih ada waktu.

Biasakanlah bangun pagi.
.
.

HUJAN

11 Oktober 2009, 19:11:43


Sore ini mulai hujan deras. Sebelumnya hanya mendung tanpa hujan. Saat melihat air jatuh ke tanah, kenangan masa lalu muncul. Sensasi kedamaian dan kesendirian yang sulit diungkapkan menyapa jiwa yang kering. Kembali hati basah. Rasa basah, dan pikiran ikut basah.

Bau tanah basah, bau genteng basah memberi kebahagiaan. Ketenangan, kebahagiaan, dan rasa aman. Bau itu juga yang membawa ke suatu tempat khayalan, antara setengah nyata dan tidak, bahwa diri berada di suatu tempat asing yang damai dan tenang. Jauh tidak terjamah. Tiada masalah dan gelisah.

Saat mendung menyelimuti bumi, dan air turun dengan soraknya, seakan waktu ini terhenti. Pohon-pohon khidmat menikmati siraman langit yang tiada tara. Tak ada angin, hanya pohon-pohon terpaku dalam senyum pengharapan. Begitu juga dengan diri. Terpaku melihat kenikmatan dari Tuhan untuk disyukuri.

Lena ini tak bisa ditolak. Begitu damai, tenang, dan membahagiakan. Tiada bosan diri mengulangi kata-kata itu. Damai, tenang dan membahagiakan.
Jangan bersedih....
Tuhan tidak kejam.
Dia maha penyayang.

Semoga besok hujan lagi. Agar diri bisa mengenang masa kecil yang damai, tenang dan bahagia.
Hujan itu indah. Karena hujan anugerah.
Syukurilah....
.
.

MOHON SABAR

10 Oktober 2009, 15:32:48


Sekali lagi sabar harus ada pada diri. Rasanya ingin sekali memukul orang itu jika ingat apa yang dilakukan. Di depan baik, tapi di belakang menikam. Bagaimana seharusnya berhubungan dengan orang seperti itu. Diladeni tambah menjadi, diberi hati tambah tidak menghargai.

Kembali lagi sadar sebagai manusia biasa harus menjadi obat jitu untuk mengurangi kecewa. Serahkan kepada pencipta yang tahu semua apa yang akan terjadi. Kita serahkan saja dan ikhlaskan. Toh jika memang dia berbuat salah ke kita nanti juga akan dibalas oleh Tuhan. Jangan kawatir, Tuhan kan maha adil akan segalanya. Kita hanya perlu bersabar.

Balasan Tuhan tidak bisa dipastikan dalam bentuk apa. Kita hanya perlu yakin saja Dia akan membalas kepada orang itu.

Marilah memohon ampun dan petunjuk serta kesabaran pada-Nya.

Pasti bisa cobaan ini dihadapi, kemudian jalani dengan sabar dan usahakan ikhlas. Tidak ada yang bisa mendahului kehendak Tuhan.

Tidak patut manusia memvonis sesuatu yang belum tentu terjadi kepada kita dan orang lain. Biarlah Tuhan yang menentukan.

Sabar....


.
.