6.15.2009

SABAR DAN JANGN BERSEDIH

oleh
Abdullah Saleh Hadrami
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: ‘Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka’. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.’(Surat 30 Ar-Ruum (Bangsa Romawi) Ayat 58-60)

Kandungan Ayat:
- Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
- Ayat ini sama dengan ayat-ayat sebelumnya tentang perumpamaan-perumpamaan yang Allah berikan kepada manusia untuk mendekatkan dan memudahkan dalam memahami sesuatu.
- Orang-orang kafir telah tertutup hatinya sehingga melihat kebenaran sebagai kabathilan dan melihat kebathilan sebagai kebenaran.
- Mereka selalu mengganggu dan menyakiti dengan ucapan buruk dan perbuatan jahat setiap orang yang berusaha untuk mengamalkan ajaran agama.
- Mereka adalah orang-orang yang kebodohannya telah melampaui batas dan jauh dari kebaikan.
- Kita harus bersabar dalam berdakwah apabila menjumpai orang-orang semacam itu, karena mereka selalu ada dan pasti ada.
- Kita harus meyakini bahwa janji Allah adalah benar dan semua usaha kita tidaklah sia-sia bahkan Allah pasti membalasinya dengan sempurna.
- Apabila kita meyakini ini maka semua rintangan yang menghadang kita di medan dakwah adalah ringan dan menjadi mudahlah semua kesulitan.
- Janganlah orang-orang yang lemah iman dan keyakinannya itu menjadikan kita gelisah, karena apabila kita gelisah dan terpengaruh olehnya maka hal ini akan melemahkan semangat kita dan menimbulkan kegoncangan dalam jiwa yang mengakibatkan kita putus asa dan meninggalkan medan dakwah.
- Apabila terjadi demikian mereka semakin senang dan bertambah mengolok-olok kita karena dianggapnya kita tidak istiqomah dan tidak mempunyai prinsip dan inilah sebenarnya yang mereka cari.
- Orang mukmin yang berkeyakinan kuat dan berakal cerdas adalah mudah bagi mereka untuk selalu bersabar.
- Orang yang lemah iman dan keyakinannya adalah sulit bagi mereka itu untuk bersabar.
Diambil dari www.hatibening.com

6.13.2009

BUS HARAPAN

Thursday, June 11, 2009, 8:03:54 AM


Penantian panjang bus cepat yang berjalan melewati halte yang sepi.
Hingga seperti tertidur lelap dan tidak sadar akan eksistensinya.

Di halte itu pernah aku menantikan dan merindukan datangnya bus yang tidak kunjung datang untuk berhenti walaupun untuk sekejap. Hingga aku merasa lupa jika aku sedang menanti bus. Lupa bahwa aku punya harapan dari bus tersebut untuk bisa menjemputku dan mengantarkanku ke tujuan.

Atau mungkin aku telah putus asa untuk menanti bus itu. Mungkin juga kekurang pahamanku menyikapi situasi itu. Karena ada banyak kemungkinan dan alasan kenapa bus tidak kunjung datang waktu itu.

Kebiasaan akhirnya menjadi hal yang biasa. Hati yang peka menjadi tumpul tidak perasa. Rasaku dulu, bus itu tidak membutuhkanku. Seorang penumpang yang menanti di halte sepi dengan penuh harap. Pagi, siang, sore dan malam, mendongak ke jalan aspal yang hitam pekat dan kasar. Mengharapkan datangnya sebuah bus harapan.
Iya, bus harapan satu-satunya.

Apa boleh dikata. Peluh, air mata, kerinduan yang terasa selama itu telah merubah semua itu sendiri menjadi suatu ketumpulan hati. Seakan tidak sadar dan terasa tidak terjadi apa-apa. Masalah menjadi tidak masalah. Dan akhirnya masalah tetaplah masalah.
Proses. Semua karena proses.
Atau lebih tepat kita sebut waktu. Semua pada akhirnya ditentukan oleh waktu. Biarlah waktu yang berbicara. Jika waktu sudah berbicara, maka itulah jawabnya.

Setelah waktu berbicara, semua seakan baru. Teka-teki bus yang tidak kunjung datang terjawab oleh waktu. Bus itu kini menantiku di halte sepi yang aku tinggalkan dulu. Pagi, siang, sore dan malam menantiku.
Waktulah yang berbicara pada akhirnya. Aku sudah terbiasa berjalan, karena memang harus bisa berjalan sendiri. Merasa bisa berlari walaupun terseok-seok.
Tanpa sadar timbul pikiran tidak butuh bus itu lagi karena dulu sudah lelah menanti. Namun, ternyata bus cepat itu menantiku dengan penuh harap.

Bus cepat itu membutuhkanku. Para penumpangnya sudah tiba di tujuan kecuali aku. Waktulah yang berbicara.
Ternyata bus itu masih memikirkanku.
4u mom

6.06.2009

ABG

Anak muda, ABG atau anak baru gede, yang dalam kata inggrisnya teenager sering kita temukan mempunyai sifat yang meledak-ledak, bersemangat yang sering tidak terkontrol. Kadang pendiam, kadang urakan, kadang manut, kadang bejat, dan lainnya. Mereka sedang dalam masa transisi / peralihan. Menjelajahi dunia baru, lebih tepat saya katakan suasana baru. Yaitu suasana hati, pikiran dan kelakuan.

Tidak mau dianggap anak kecil lagi, namun ketika dianggap dewasa mereka juga masih ragu-ragu dan cenderung tidak rela jika dikatakan sudah dewasa.
Membingungkan memang. Makanya orang-orang banyak yang mengatakan masa pencarian jati diri. Siapa, apa, dan bagaimana.
Dalam benak mereka sering terbesit pertanyaan “siapa aku?”
“Lihatlah, Perubahan sedang terjadi padaku. Badanku berubah, suaraku berubah, sukaku juga berubah. Siapa aku?”

Di sini terjadi keragu-raguan dan ketakutan dalam diri masing-masing mereka. Perubahan fisik tidak bisa ditolak, perubahan mental -dalam hal ini pikiran dan kepribadian- juga berubah. Namun perubahan mental seperti tidak bisa mengimbangi cepatnya perubahan fisik. Ini mungkin yang menyebabkan kenapa para ABG tidak mau dipanggil anak kecil, dan ketika dipanggil sudah dewasa mereka juga tidak begitu terima.

Perubahan, baik fisik maupun mental bagi perempuan dan laki-laki berbeda. Pemikiran perempuan cenderung lebih tinggi daripada laki-laki. Dari segi tujuan, impian, dan pengetahuan lawan jenis.