Tuesday, May 26, 2009, 6:58:51 AM
ALLOHUAKBAR.
Matur suwun sanget ya ALLOH…
Jika kita bersyukur untuk pemberian Tuhan, tidak akan ada selesainya puji syukur yang kita panjatkan. Sungguh tuhan telah memberikan begitu banyak kenikmatan. Saking banyaknya kenikmatan itu, kita menjadi tidak merasa bahwa itu bukan suatu kenikmatan.
Mulai dari badan kita. Apakah kita tidak berfikir bagaimana semua yang ada pada kita kenapa bisa seperti itu?
Kenapa hidung berada di kepala, mata di kepala, telinga di kepala?
Kenapa mata berada di kepala yang depan, tidak di belakang?
Kenapa mata bisa melihat, bisa membedakan warna? Walaupun bagi yang buta warna minimal hanya bisa melihat hitam dan putih. Bukankah hitam dan putih juga warna?
Kenapa hidung bisa membedakan bau?
Kenapa saat berjalan kita tidak merasa sakit pada kaki kita?
Kenapa jari-jari kita berjumlah lima?
Dan seterusnya-dan seterusnya.
Itu hanya bagian luar, belum masuk bagian dalam tubuh. Penulis bukan ahli kedokteran, namun bisa dibayangkan betapa rumit kombinasi organ dalam kita dalam bekerja sehingga bisa terbentuk keharmonisan yang mencengangkan jika dikaji lebih dalam.
Semua mempunyai fungsi masing-masing.
Jika mempunyai fungsi, pasti ada sebab dan akibat yang akan timbul jika salah satu organ tidak berfungsi.
Apakah semua itu kebetulan?
Pernahkah anda melihat film Harun Yahya? Hal-hal kecil bagi kita ternyata bermanfaat besar. Dan Tuhan menciptakan itu bukan karena kebetulan atau tanpa makna dan tujuan. Semua ada maknanya, kecuali bagi orang yang tidak berfikir.
Tidak akan ada habisnya syukur ini. Seharipun tidak akan cukup untuk mensyukuri nikmat Tuhan.
Kita sering mengeluh. Merasa Tuhan tidak sayang, tidak adil, dan lupa ke kita.
Tidak malukah kita berprasangka seperti itu?
Kenapa kita masih diberi hidup?
Karena kurang bersyukur, manusia menjadi merasa sengsara, terhina, dan tidak ada harganya.
Mereka sedang buta. Buta mata hati mereka. Buta sifat welas asih mereka.
Sungguh.
Daun yang jatuh ke tanahpun bisa membuatmu bersyukur tersimpuh ke Tuhanmu tiada henti. Kecuali bagi manusia yang tidak berfikir.
HUW
ALLOHUAKBAR.
Matur suwun sanget ya ALLOH…
Jika kita bersyukur untuk pemberian Tuhan, tidak akan ada selesainya puji syukur yang kita panjatkan. Sungguh tuhan telah memberikan begitu banyak kenikmatan. Saking banyaknya kenikmatan itu, kita menjadi tidak merasa bahwa itu bukan suatu kenikmatan.
Mulai dari badan kita. Apakah kita tidak berfikir bagaimana semua yang ada pada kita kenapa bisa seperti itu?
Kenapa hidung berada di kepala, mata di kepala, telinga di kepala?
Kenapa mata berada di kepala yang depan, tidak di belakang?
Kenapa mata bisa melihat, bisa membedakan warna? Walaupun bagi yang buta warna minimal hanya bisa melihat hitam dan putih. Bukankah hitam dan putih juga warna?
Kenapa hidung bisa membedakan bau?
Kenapa saat berjalan kita tidak merasa sakit pada kaki kita?
Kenapa jari-jari kita berjumlah lima?
Dan seterusnya-dan seterusnya.
Itu hanya bagian luar, belum masuk bagian dalam tubuh. Penulis bukan ahli kedokteran, namun bisa dibayangkan betapa rumit kombinasi organ dalam kita dalam bekerja sehingga bisa terbentuk keharmonisan yang mencengangkan jika dikaji lebih dalam.
Semua mempunyai fungsi masing-masing.
Jika mempunyai fungsi, pasti ada sebab dan akibat yang akan timbul jika salah satu organ tidak berfungsi.
Apakah semua itu kebetulan?
Pernahkah anda melihat film Harun Yahya? Hal-hal kecil bagi kita ternyata bermanfaat besar. Dan Tuhan menciptakan itu bukan karena kebetulan atau tanpa makna dan tujuan. Semua ada maknanya, kecuali bagi orang yang tidak berfikir.
Tidak akan ada habisnya syukur ini. Seharipun tidak akan cukup untuk mensyukuri nikmat Tuhan.
Kita sering mengeluh. Merasa Tuhan tidak sayang, tidak adil, dan lupa ke kita.
Tidak malukah kita berprasangka seperti itu?
Kenapa kita masih diberi hidup?
Karena kurang bersyukur, manusia menjadi merasa sengsara, terhina, dan tidak ada harganya.
Mereka sedang buta. Buta mata hati mereka. Buta sifat welas asih mereka.
Sungguh.
Daun yang jatuh ke tanahpun bisa membuatmu bersyukur tersimpuh ke Tuhanmu tiada henti. Kecuali bagi manusia yang tidak berfikir.
HUW
